Loading



Dua Delapan Dua Belas

AGEE COMPUTER | 6:40 AM | | | | |
 

Alhamdulillah, rupanya Allah masih memberi saya umur dan kehidupan hingga usia saya mencapai angka ... (rahasia) :D
Di umur saya yang kesekian ini saya ingin mengucap syukur kepada Allah, keluarga terutama suami dan orang tua saya, kakak-kakak saya, dan sahabat juga teman saya, yang telah mendoakan saya. Terima kasih atas doa kalian semua, semoga doa-doa dan keinginan kalian terwujud semua, amin..



Di hari berkurangnya umur saya, ada salah satu keinginan terkecil saya terwujud, alhamdulillah setelah sekian lama saya menginginkan benda ini, akhirnya saya punya juga. horeee.. (maaf lebay). Miniatur menara Eiffel, saya beli di online SHOP ini, barangnya datang pas hari ini, siang tadi. Nyicillah buat dekorasi rumah nanti, dan untuk saat ini, miniatur menara Eiffel ini saya buat untuk properti foto-foto aksesoris saya, yaaa biar indah gitu, hihihihi...

Di hari special ini saya tidak ingin apa-apa sih, doa dari suami, keluarga dan teman-teman sudah sangat membuat saya senang dan bahagia sekali, alhamdulillah mereka masih inget hari ini. Saya pribadi hanya ingin meminta kepada sang pencipta, Allah SWT, agar saya selalu diberi kemudahan mencari rejeki saya, diberi kesehatan, dan umur panjang. Tidak lupa meminta agar saya terus istiqomah belajar dan belajar menjadi ibu dan istri yang baik untuk anak saya dan suami saya. Amin.

Belajar menjadi dewasa dan bersabar, terus bersabar, karena saya orang yang mudah tersinggung, marah dan sakit hati. Perlahan-lahan saya ingin menghapus sifat-sifat saya yang tidak enak tadi. Belajar bersabar, semoga saya bisa melewati ujian kehidupan saya.

Perbedaan ujian di sekolah dan ujian di kehidupan, kalau di sekolah kita mendapatkan ilmu baru ujian, kalau ujian dikehidupan, kita diuji barulah kita mendapatkan ilmu atau hikmah atau pengalaman.. hihi, bener kan, hayooo... :p

Read More

Witing Tresna Jalaran Saka Kulina

AGEE COMPUTER | 4:54 AM |
http://lovewayz.files.wordpress.com/2012/04/free-sweet-love-wallpaper-for-desktop.jpg

::: Peribahasa WITING TRISNA JALARAN SAKA KULINA iku tegese wong iku bisa dadi tresna amarga kulina. Dadi amerga kerep ketemu lah iki sing njalari tresna. Atau bisa diartikan dalam bahasa Indonesia seperti ini — cinta itu dapat tumbuh — seseorang akan jatuh cinta apabila sering bertemu atau berinteraksi dengan lawan jenisnya (atau sesama jenisnya), bisa rekan sekerja, rekan sekegiatan, atau bahkan jika sering ketemu di stasiun…hehehehe

Saya sering merasakannya tresna seperti ini. Namun, yang terdahsyat ketika saya jatuh cinta kepada suami saya sendiri. Mengingat sejarah ketika pertama bertemu di suatu tempat yang saya masih sering pertanyakan, “Kenapa harus di tempat itu?” Awalnya saya hanya merasakan “he’s stranger and will be stranger for me”. Tak ada niat untuk membuka hati kepada siapapun termasuk dia, karena saya juga merupakan korban “witing tresno jalaran saka kulina wong liya” yang menyebabkan saya menjadi korban kebahagian “mereka”. Pada intinya saya ditindas karena egoisan dari makhluk Tuhan yang bernama “laki-laki” dan “perempuan” yang rela menjadikan “wanita” dan “pria” nya sakit hati demi kebahagian mereka (jian mulek tenan ukaraku,.. Intinya: korban perselingkuhan)..
I thought it was so hard to open my heart and gave him my love like before. Intinya saya TIDAK MAU DIKHIANATI lagi. For the first time, I tried so hard. But, he always tried to made me sure that he is the best for me. Setiap hari kita selalu membuat perbincangan kecil, tertawa, bahkan ada debat-debat kecil diantara kita. Ah, I miss those moments. Saya jatuh cinta padanya ketika ia akan pergi jauh. Menyadari akan sebuah pepatah (lagi), “kita akan tahu rasanya mencintai ketika kita kehilangannya”. And that day I wanted to hug you, but I can’t.. Jaim lah, perempuan harus jual mahal, pikir saya ketika itu. Hehehe…
Berawal dari kebersamaan kemudian tumbuh cinta, begitu saya rasakan ketika itu. Entah episode dari sang suami apa, aku tak tahu, dan belum pernah bertanya. Mungkin, feel love at first …?? Don’t know yet…
Nah, belajar dari pengalaman saya, dan penagalaman saya ini bisa dijadikan peringatan. Peringatan ini berlaku bagi laki-laki maupun perempuan, terutama yang sudah berkeluarga, agar berhati-hati dalam berteman, berhubungan, atau berkomunikasi dengan lawan jenis. Jangan sampai ia melanggar batas kewajaran, karena kedekatan (keakraban) dapat menumbuhkan cinta.
.
.
Menjaga keharmonisan cinta hingga ajal menjemput..
Read More

Sebaiknya Kita Pandai Berkaca Diri

AGEE COMPUTER | 8:44 AM | |
Source of Google

Bagaimana saya harus mengawali tulisan ini? Yang pasti saya ingin membahas orang-orang yang tidak suka berkaca diri, dalam artian saat mereka mengucap atau menilai sesuatu atau seseorang mereka tidak pernah melihat dirinya.

Di atas langit masih ada langit

Pepatah di atas artinya ketika kita merasa hebat atau pandai, jangan lupa bahwa masih ada orang lain yang lebih hebat atau lebih pandai dari kita. Kesombongan seperti itulah yang kelak akan membuat kita rugi, dan mungkin akan menanggung malu seumur hidup kita. Saya seperti tersadar bahwa orang-orang seperti ini juga akan sering menghina orang, dan selalu merasa dirinya paling hebat. Tidak seharusnya kita begitu, meskipun kita memang hebat, namun alangkah baiknya kita selalu renah hati tidak sombong dan selalu menyadari bahwa masih banyak orang yang masih hebat dari kita.
 
Ketika seseorang berbicara atau mempergunjingkan seseorang, ingatlah bahwa belum tentu orang yang kita pergunjingkan lebih buruk dari kita, dan saya belajar untuk tidak berbicara atau bahkan menghina seseorang. Banyak kejadian di sekitarku, ketika mereka mempergunjingkan saya, dibelakang saya, karena (maaf) saya belum konsisten dengan hijab saya, waktu itu saya masih buka tutup hijab. Mereka membicarakan saya dibelakang saya (bergunjing), saya inilah itulah, saat itu saya hanya diam, dan memperhatikan saja apakah mereka memang lebih baik dari saya.

Setahun, dua tahun dan saya mendapatkan hasilnya. Yah, hasil pengamatan saya terhadap omongan mereka. Lihat si A berkerudung, saya hanya berkomentar, "Oh sekarang berkerudung. Alhamdulillah kalau begitu" Melihat si B berkerudung, komentar saya masih saja sama. Kemudian menyusul C dan D. Tak lama setelah itu saya melihat salah satu dari mereka berjalan dengan tidak memakain kerudung/hijab. Kemudian disusul lagi salah satu dari mereka, meng-upload fotonya yang tengan memamerkan rambutnya. Nah, dari pengalaman ini saya ambil, kita tidak boleh menilai orang lain, nilailah diri kita sendiri, perbaiki diri kita sendiri. Jangankan mereka yang dulu menghina saya, lalu hinaan mereka kembali pada diri mereka sendiri, saya pun tidak munafik juga sering begitu. Pelajaran hidup ini adalah ketika kita sudah mengalam pengalaman-pengalaman dan memetik hasil dari pengalaman itu sendiri, baru bolehlah kita ngomong dan menilai orang lain. Saya terkadang geregetan mendengar penilaian orang lain terhadap saya, apalagi jika membawa ketaatan saya pada agama saya sendiri, apalagi orang yang menilai saya itu orang lain, dalam artian dia bukan siapa-siapa saya. 

Saya sih, terserah apa yang mereka nilai saya, penilaian bagus ya syukur alhamdulillah, penilaian buruk, itu mungkin yang harus saya rubah pada diri saya sendiri. Mungkin saya memang tidak bisa dan tidak pintar mencari kelemahan saya, jadi mereka yang sukanya mencari kelemahan orang bisa sangat membantu saya untuk menjadikan saya lebih baik lagi, hehehe...

NB:
Maaf, tulisan saya kali ini agak menyinggung keyakinan saya, tapi bukan maksud saya begitu. Saya sebel aja sama orang-orang yang menilai orang lain tanpa melihat dirinya sendiri bagaimana, atau janganlah menilai orang dari sudut pandang negative terus. Terkadang kita tidak sadar telah menghina atau bergunjing tentang orang lain namun kemudian hari kita merasakan apa yang dirasakan orang tersebut.
Read More