Loading



Showing posts with label Short Note. Show all posts
Showing posts with label Short Note. Show all posts

Sendiri

AGEE COMPUTER | 7:29 AM | | |
Sepi, bagiku adalah ribuan kata yang masih bersembunyi pada dasar hati yang terdalam. 
Seperti lidah yang kelu, dan mulut diam tanpa mau berucap
Hanya air mata yang keluar, mengungkap semua rindu yang masih tertahan
- Furindria


Sepi..... Kata "SEPI" untuk beberapa orang memang seperti momok yang menakutkan. Tidak ada teman bicara, tidak ada sahabat untuk bertukar cerita, dan tidak ada kekasih yang selalu ingin didekap. 

TAPI....

Terkadang memang kita membutuhkan waktu untuk sendiri. Meluapkan segala emosi, untuk berpikir, mengenang dan mengingat hal-hal yang terjadi dalam kehidupan kita. "Menyepi" untuk intropeksi diri dan mencari inspirasi.
Sendiri, sesekali untuk membenahi dan menata kembali hati dan jiwa yang sedang berceceran (berlaku untuk yang sedang hatinya tercecer karena ada seseorang yang meenghancurkan hatinya.. *ngikik*)
Sendiri untuk mengatur pikiran yang sedang berantakan, agar orang lain tak turut kena amarah.

Dalam kesendirian atau kesepian,
terkadang kita mampu menjadi diri sendiri dan menilai diri kita sendiri, mengumpulkan semua ingatan-ingatan dan menjadikannya kumpulan nilai yang berharga, yang disebut Intropeksi Diri. Intropeksi diri dalam kesendirian memang menyadarkan kita banyak hal, dan mampu mengetahui kelemahan-kelamahan pada diri kita, juga membuat kita mampu "merasa". Merasakan hal-hal yang sedang bersembunyi didalam kehidupan ini tanpa pernah kita menyadari sebelumnya.

Yups, terkadang ketika kamu sedang sendiri, kamu akan benar-benar merakan siapa dirimu yang sebenarnya.
Read More

Pemilihan Capres Cawapres Bikin Goyah Persahabatan

AGEE COMPUTER | 1:09 AM | |


H-1 pesta pemilihan presiden periode 2014-2019 akan dilaksakan serentak diseluruh Indonesia. Banyak warga yang menanti pemilihan pemilu kali ini, namun juga tak sedikit yang mencibir karena tak berminat pada kedua calon presiden dan calon wakil presiden kali ini. Saya rasa pemilihan presiden kali ini benar-benar menguras pikiran (lebay), pasalnya di media sosial ramai mengkampanyekan capres yang mereka andalkan. Saling memuji dan banyak juga yang saling menghujat, menghina bahkan terjadi fitnah yang dilontarkan pada kampanye capres kali ini.

Tak sedikit yang bercerita kepada saya banyak diantara pertemanan mereka hancur gara-gara pilihan berbeda, dan kejadian itupun saya juga mengalami. Saya tidak habis pikir, betapa picik pikiran mereka yang tak menghormati perbedaan pilihan diantara sahabat mereka. Berawal dari pancingan negatif dari pihak lawan membuat perdebatan dan akhirnya perpecahan. Saya pun kaget membaca testimoni teman saya, dan saya juga tidak mengira dia bisa mengawali "pancingan negatif" kepada saya. Awalnya sih saya sebenernya tidak merasa loh kalau lagi "DIDIEMIN" sama seorang teman yang saya anggap baik sekali hanya gara-gara (mungkin) dia tidak terima perbedaan pendapat dan argumen yang kemudian menjadi debat kecil diantara kami, saya rasa debat kecil itu wajar, toh saya menanggapi dia juga tidak "gontok-gontokan" kok, saya woles saja, eh pada suatu ketika saya ngusilin dia di BBM, malah cuma di read doank, dan itu bukan kebiasaan dia. Beberapa menit kemudian di status dia tertulis:


"Diam bukan berarti kalah, hanya menghargai seorang sahabat"

Dari sini entah maksud dia apa menulis seperti itu, yang pasti saya kok merasa tersindir oleh kata-katanya.  Saya mencoba berfikir positif sajalah, mungkin dia sedang berkonflik dengan orang lain. Setelah itu saya jadi agak sedikit tidak respect dengan teman saya ini. Hanya gara-gara pilihan berbeda saja harus mengorbankan jalinan persahabatan yang selama ini terjalin. Sempat menjadi tema diskusi dengan teman saya, dan ternyata dia juga bernasib sama dengan saya, hahahaha...

Dari sini saya mengambil sisi positif dari kejadian yang saya alami, dan menunjukan fenomena yang terjadi di dunia politik yang saya tidak terlalu mengerti. Sifat menghargai itu memang sangat penting, terutama menghargai perasaan teman, pasangan dan keluarga. Menjaga keharmonisan dalam menyingkapi perbedaan pilihan itulah yang harus dibina dalam diri kita masing-masing. Saya dan suami juga punya perbedaan dalam pemilihan capres dan cawapres, pernah juga terjadi debat kecil tapi diantara kami tidak pernah terjadi saling "DIAM" lalu berlarut hingga salah satu mengikuti pilihan satu lagi. Tidak, kami masih bisa menghargai perbedaan ini. Kalaupun diantara kami sedikit agak "keki", palingan kami diam, membuka pembicaraan yang lain tanpa embel-embel politik. Dan seharusnya tidak kepada suami, keluarga tapi juga kepada teman dan sahabat.

 Menanti hari esok untuk menentukan pilihan, dan kebetulan hari ini bertepatan dengan Ramadhan lebih indah bila kita saling menghargai perbedaan pendapat, dan mempererat rasa tenggang rasa diantara sahabat yang mempunyai pilihan berbeda. Sahabat mempunyai pilihan berbeda harus kita hargai bukan untuk diajak berdebat dan menghina, toh Capres Cawapres-nya saja santai saja kok, malah ketika bertemu di backstage saat akan debat mereka saling menyapa damai, kenapa kita pendukungnya tidak?! Yuuk, sukseskan pemilu kali ini dengan damai, tanpa menjadikan temanmu seperti musuh, harusnya kita salaing merangkul, mereka berkompetisi menjadi presiden kan untuk kemajuan bangsa kita juga. Yang terpenting adalah doa supaya, siapa pun yang akan terpilih nanti bisa menjadikan Indonesia lebih maju lagi, dan amanah terhadap janji-janjinya. ;)


Salam damai


Read More

Akhirnya Ramadhan Tiba

AGEE COMPUTER | 12:59 AM | | |
Sebulan saya benar-benar total tidak ada catatan kecil yang menghiasi blog saya, hanya sejumput ucapan selamat datang untuk bulan Juni kemarin. Banyak alasan untuk saya tidak menulis, bukan kehilangan ide namun kegiatan yang menumpuk membuat saya menjadi lelah dan akhirnya ide yang keluar dari isi kepala hialng begitu saja.

Hari ini hari ke-tiga memasuki bulan Ramadhan, bukan yang penuh berkah, bulan penuh pengampunan dan bulan yang penuh pahala. Alhamdulillah bulan ini bisa sahur dan berbuka puasa dengan suami, semakin lengkap dan semangat puasa kali ini.

Ramadhan kali ini seperti tahun-tahun yang lalu, hanya saja kali ini lebih istimewa, dan semoga tahun depan akan menjadi lebih istimewa. Tahun ini saya pertama kali menjalankan ibadah puasa dengan suami, kemarin-kemarin harus puasa sendirian mengingat kerja suami harus jauh dari kami, tapi saya pernah menjalankan puasa dengannya ketika masih pacaran dulu, seneng dan masih membekas sampai sekarang, tapi dulu masih ada batas untuk kami. Jadi hanya bisa buka bareng, sekarang bisa sahur bareng.. Bahagianyaaaaaa.. *blushing* Alhamdulillah banyak waktu untuk ngabuburit bareng bersama suami, dan meski hanya 8 hari setelah itu kami harus berpisah sementara lagi. Inshallah jika Allah masih memberikan kami umur untuk bertemu Ramadhan tahun depan, kami bisa berpuasa bersama dan Idul Fitri bersama. Amin.

Untuk semua teman dan keluarga yang menjalankan, saya mengucapkan:

SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA

Salam hangat dari saya dan keluarga.



Read More

Beratnya Tugas Mbak Pembantu

AGEE COMPUTER | 7:50 PM | | |
Beberapa hari ini saya kerja keras, tepatnya menjadi ibu rumah tangga seutuhnya. Dari pagi ngurusin si kecil, sampai nyuci baju, piring, ngepel dll. Bener-bener jadi Inem, hihihihi.. Berat, badan saya masih pegel-pegel juga saat nulis ini, makan juga jadi ga teratur, ini saya benar-benar mengeluh bukan berarti saya tidak bersyukur sih tapi karena pekerjaan-pekerjaan ini membuat saya mengingatkan tugas mbak-mbak pembantu yang bekerja berat seperti ini, apalagi menjadi pembantu di negara ini yang semua orang juga tahu berapa sih gaji pembantu sekarang?!

Saya sih belum seberapa ini sudah ngeluhnya seperti kerja non stop, padahal untuk ngurusin si kecil ada bantuan dari ibu mertua. Kalau semua diserahkan kepada saya, wwuiih bisa-bisa saya jatuh sakit. Saya capek sedikit sudah sakit, entah itu flu atau masuk angin, dan belum lagi kalau telat makan maag saya bisa kambuh, kalau kambuh saya bisa sampai sesak nafas dan ulu hati terasa nyeri sekali. Ah, saya tahu kenapa Tuhan memberikan dan menjajikan surga untuk seorang istri yang taat kepada suami, meskipun suaminya suka banget nyuruh ini itu tanpa mengerti betapa lelahnya menjadi seorang istri dan ibu. Bahkan ada lho tipe suami yang tak cuma nyuruh, tapi juga "merasa kurang". Istri sudah capek membersihkan rumah, tapi masih aja dibilang kurang bersihlah, kurang inilah dam masih banyak kurangnya. Untungnya suami saya sangat membantu saya, dalam artian suami mau berbagi tugas mengerjakan tugas rumah.




Saya tidak heran jika jaman sekarang banyak pembantu yang kemudian nekat pergi keluar negeri demi mencari "uang besar" meskipun resiko yang mereka tanggung sangat besar. Mengalami kekerasan, fitnahan, bahkan pelecehan yang harus mereka terima. Demi membuat keluarga di dalam negeri menjadi sejahtera, mereka menerima semua siksaan ini. Saya heran, dijaman sekarang kok masih ada majikan yang jahat sama pembantu, menyiksa mereka hingga ada yang meninggal dunia dengan cara mengenaskan. Teringat saya dengan teman yang pernah menjadi TKW di negara sebelah, mungkin sangking tertekannya dia, hingga jalan pintas dia tempuh. Bunuh diri menjadi jalan yang mudah untuk menyelesaikan siksaannya. Kasian, perlindungan negara ini sangat kurang terhadap pahlawan devisa kita.

Melihat jauh dan mendalami pekerjaan istri dan sekaligus ibu memang sangat tidak mudah. Lelah selalu menghampiri. Saya seharusnya tadi tidak mengeluh, seharusnya juga kalau merasakan pegel-pegel tinggal panggil tukang pijit langganan :)
Dari profesi bernama ibu rumah tangga kerap kali dianggap remeh dan dipandang sebelah mata oleh beberapa orang. Padahal tugas wanita yang paling baik dan banyak pahala adalah inu rumah tangga. Ketika melayani suami, dihitung pahala mereka, ketika melayani anak-anak tak luput juga hitungan pahala yang kita dapat. Saya juga kurang mengerti apa salahnya menjadi ibu rumah tangga? Istri yang setia melayani 24 jam tanpa merasakan lelah, istri yang selalu tersenyum meskipun dia harus menunggu bahkan ketika rindu itu tak mampu dibendung hanya air mata yang melegakan hatinya hanya untuk menunggu suami pulang kerumah.

Ada beberapa teman saya yang sabarnya luar biasa ketika menghadapi sifat suami yang keras. Setiap hari dia harus mengerjakan tugas rumah dengan sempurna, tak pernah berhenti, istirahat pun hanya ketika malam tiba, dan itu pun subuh dia juga harus bangun karema menyiapkan semua sarapan untuk suami dan anak-anak. Sekeras dia bekerja, dia tidak dipercaya untuk memanage keuangan, bahkan suami cenderung sedikit tertutup. Hanya diberi sekian untuk keperluan belanja sehari-hari setiap bulannya. Jika seperti itu apa bedanya istri dengan pembantu? Yang setiap bulan diberi sekian dan harus mengerjakan tugas rumah yang biasanya ditugaskan kepada pembantu. Paling tidak kan suami tidak memperlakukan istri seperti itu, keuangan pun seharusnya istrimyang mengelola walaupun uang dari kerja suami. Atau at least terbuka sebagai suami, dia mendapat gaji berapa, pengeluaran untuk apa saja, biar si istri pun merasa terhormati karena sebagai suami dia bisa berbagi dan percaya kepada istri. Dan sebagai istri, jika sudah mendapat kepercayaan penuh sebaiknya dijaga baik-baik.

Saya pernah dulu punya pembantu, duuh sering banget saya suruh ini dan itu, bahkan dia pun menjalani semua tanpa pernah mengeluh dan protes sama saya. Sekarang semua urusan rumah saya yang mengerjakan, jadi nyesel sendiri kenapa dulu seenaknya nyuruh-nyuruh mbak pembantu saya, pasti capek deh dulu, hehehe... Hidup tanpa yang membantu memang berat yah, cari pembantu jaman sekarang juga ga gampang, yang sulit itu mencari pembantu yang gampang dipercara dan telaten. Tapi meski kerjaan rumah ditangani sendiri, akan terasa ringan saat dikerjakan ikhlas tanpa mengeluh, apalagi ada suami yang sedikit meringankan beban.. :)



Read More

Manusia Adalah Makhluk Sosial

AGEE COMPUTER | 11:39 PM | | |
*Picture from here

Sering sekali kan kalian mendengar Judul postingan ini? Dulu waktu SD kata-kata itu memang sering muncul di pelajaran PMP (atau PPKN). Memang manusia satu sama lain saling membutuhkan, bahkan juga saling ketergantungan satu sama lain. Tidak dihindari juga saling tegur sapa adalah salah satu "tata pergaulan" yang budaya kita harus dilestarikan, meskipun senyum hingga basa-basi kecil seperti mempersilahkan mampir ketika tetangga lewat depan rumah. Begitulah kebiasaan orang-orang kampung saya dulu, sekarang lain lagi "tata pergaulan" di tempat saya tinggal sekarang berbeda.

Di perumahan saya tinggal ini sebenernya saya kurang betah sih, rasa sosialnya masih kurang dibanding dengan tempat tinggal saya dulu. Anak-anak perumahan sini lebih seneng main gadget daripada main peak umpet, hide and seek, lompat tali dan mainan tradisional lainnya yang pernah saya mainkan ketika waktu masih kecil dulu. Memang perkembangan jaman sekarang memudahkan kita untuk menjalin silaturahmi dengan keluarga atau teman yang jarang ketemu, namun setiap hal pasti akan ada sisi negatifnya. Dibalik semua kemudahan kecanggihan teknologi untuk kita menjalin komunikasi dengan keluarga dan teman, ada kelemahan yang kita dapatkan. Sering kan kita mendengar kata-kata "Mendekatkan yang jauh, menjauhkan yang dekat"? Kata-kata tersebut memang benar adanya.


Kita ambil contoh misal, ketika saya makan malam dengan keluarga di rumah makan, datang sekelompok anak SMA yang masih menggunakan seragam sekolah, mungkin memang begitu kebijakan sekolah yang mengharuskan anak didik mereka keluar dari asrama sekolah menggunakan seragam. Setelah mereka pesan makanan kepada pelayan, mereka pun malah asyik dengan gadget masing-masing, ada yang masang earphone, ada yang asyik pencat-pencet tombol, mungkin chatting atau bermain media social yang lain bahkan asyik ber-selfie ria. Padahal kenyataannya mereka sedang berkumpul bersama, tapi malah asyik dengan gadget masing-masing.

Dulu ketika jaman saya sekolah, berlum ada gadegt secanggih ini, persahabatan kita sangat seru, bukan seperti anak-anak SMA tadi. Komunikasi secara langsung tanpa diganggu gadget, menjadikan persahabatan kami lebih bermakna. Saling tukar pikiran, berdiskusi, dan bercanda, tidak disibukan dengan yang namanya HP, tablet dll, jadi waktu kami berkumpul menjadi sangat intens sekali tanpa ada gangguan. Dan saya sebal juga, ada nih salah satu teman yang dulu asyik banget diajak ngobrol, diajak curhat, eh sekarang malih sebaliknya gara-gara dikit-dikit balesin BBM, *lap keringet dan air mata*, jadi konsentrasinya akhirnya buyar dan bikin sebel kan?! Belum lagi sekarang ada aplikasi telepon gratis, alias free call, jadi ya dikit-dikit telepon, bahkan ketika ada tamu meskipun itu tamunya teman dekat atau bahkan keluarga, si dia malah asyik telepon daripada ngobrol sama tamu. Kasian kan jadi tamu, udah jauh-jauh datang dia malah asyik dengan gadgetnya. 

Saya juga tidak menyalahkan kecanggihan teknologi sekarang, toh saya juga pakai. Tapi, ada saat kita harus bisa membedakan kapan kita harus sibuk dengan gadget, kapan kita harus berinteraksi dengan dunia nyata. Teman di twitter saya sedikit, karena apa? Mereka sedikit yang menggunakan twitter, mungkin gaptek (tapi baguslah, jadi ga ngerti apa itu tweet), kalau mereka banyak ngerti twitter, yang saya takutkan ketika lagi ngumpul, ngobrolnya malah lewat twitter, hahahaha.... Teman FB saya? Semua teman yang saya kenal, 95% teman dunia nyata saya, yang 5% teman dunia maya yang saya kenal dengan baik. Saya menggunakan twitter hanya untuk update informasi terbaru dari dunia news, fashion dll, dan saya menggunakan FB untuk mempererat silaturahmi dengan teman lama. 

Itu pembahasan saya tentang social media. Diluar social media terutama dilingkungan perumahan saya ini ya, sebenernya ada banyak hal yang menarik sih tentang hubungan sosial antar tetangga komplek saya, salah satunya tetangga depan rumah saya, hanya gara-gara tidak cocok dengan rumah depannya (hal ini adalah rumah sebelah saya), dia memutuskan untuk pindah RT (Rukun tetangga), padahal keamanan, penerangan dan kebersihan dia ikut RT kami, dan uniknya ketika diminta iuran rutin dia tidak memberikan iuaran tersebut alasan RT sudah pindah, hihihihi.. Kalau begitu orang seperti ini pindah aja ke hutan, kok maunya gratisan. Setelah itu dia menarik diri dari lingkungan komplek kami.. Nah menjadi pelajaran bagi kita untuk tetap saling menghormati, jikalau ada tetangga yang senewen dengan kita, mending jangan ambil pusing deh, kalau bisa sih dibaikin orangnya biar tengsin, bukan malah bersifat seperti tadi, toh akhirnya yang ga enak juga dia sendiri. Saat sang kepala rumah tangga alias suami kecelakaan tidak ada yang jenguk kecuali Mama saya, karena mama saya di sini yang dituakan otomatis mereka respect sama Mama.

Tapi terkadang saya juga menghindari tetangga yang lagi gerombol di salah satu rumah warga. Saya jadi pekewuh, atau tidak enak saja, harus nyapa mereka. Bukannya saya di sini saya ga mau nyapa sih, bukan, karena saat siapa pun yang lewat depan mereka jadi serba salah. Maksudnya gini, di sapa pun terkadang balasnya ga ngenakin, kaya senyumnya ga ikhlas atau memang dasarnya seperti itu, kalau ga di sapa juga kan ga enak, apalagi harus tiap hari lewat jalan itu kalau mau pergi kemana-mana, berbeda nyapa orang yang tinggal bukan di perumahan (KAMPUNG), saat kita nyapa, malah disuruh mampir meskipun basa basi tapi tetap enak kan hubungan dengan tetangga. Untungnya sekarang sudah banyak akses untuk keluar dari "GOA" ini tanpa harus "MONGGO"-in genk ibu-ibu tadi. Yaaaa sesekali lewat juga nggak apa-apa, sambil obral senyum dengan ibu-ibu itu, show that I have better smile... hehehehe..

Bergaul di mana saja memang harus ada tata caranya, tidak seenaknya sendiri. Jangan dicampur adukan dengan dunia nyata dan maya, ya harus tahu situasi, asyiknya ngumpul sama teman dan saudara malah asyik dengan gadget buntutnya malah ga nyambung apa yang dibicarain. Bertetangga memang tidak gampang yang saya kira, karena saya sedikit mengalami susah bersosialisasi, tapi jika ada usaha untuk "mempermudah" kita bersosialisasi akan gampang kan dekat dengan tetangga? Jangan menarik diri dari lingkungan mentang-mentang ada yang iri dengan kita, justru ketika ada tetangga iri dengan kita, berarti kita memiliki lebih, wong tetangga sampai iri gitu, hihihi.. Toh kalau saya lagi ga suka sama seseorang, lebih baik diam KECUALI kalau orang itu "NYUBIT" saya, saya balas "NAMPAR", hahahahaha.. becanda ah..
Read More

Bekas Luka

AGEE COMPUTER | 5:34 PM | | |


Wanita biasanya cenderung rewel kalau soal penampilan, apalagi kulit.  Semulus apapun kulit kita pasti pernah terluka, bahkan hingga membekas entah itu kecil atau besar. Luka yang timbul pada kulit biasanya terjadi karena terjatuh, tergores, kena knalpot atau kena kena setrika panas yang menyebabkan luka itu harus membekas pada kulit kita. Saya dulu pernah ketika masih SMA, hari senin, datang hampir telat dan terburu-buru akhirnya ketika parkir sepeda motor, kaki saya kena knalpot, panas, bahkan saat upacara bendera berlangsung saya menahan sakitnya kaki saya, meringis. Gampang sih, setelah upacara selesai, saya langsung kabur ke kantin sekolah, minta pasta gigi. Untung kantin sekolah saya saat itu ada kamar mandi kecil dan tersedialah pasta gigi yang saya cari. Hanya modal pasta gigi sih, luka bakar yang saya alami saat itu agak mendingan. Membekas? Iyalah, dua tahun masih aja exist, tapi alhamdulillah sekarang luka bakar akibat nyentuh knalpot sekarang hilang.

Saya punya seorang teman yang mengalami kecelakaan dan mengalami trauma psikis, bahkan dia ketika dia harus berhadapan pada suatu peristiwa yang mengingatkan saat dia terjadi kecelakaan saat itu, dia bisa menangis tiba-tiba. Iya, luka yang dia alami tak hanya membekas pada fisik tapi juga jiwanya.

Memang saat kita mengalami "terluka",  saat itu kita diberi suatu pilihan, tetap meratapi dan membiarkan luka itu membekas atau berusaha untuk menghilangkan luka. Jika pertanyaan ini saya ajukan untuk menggambarkan kondisi fisik, saya lebih memilih menghilangkan luka. Paling tidak menyamarkan luka itu agar tidak selalu "menghiasi" kulit. Tapi, jika pernyataan tersebut saya ajukan untuk menggambarkan kondisi batin atau jiwa, saya lebih memilih jalan lain, yaitu tetap membiarkan luka itu ada, meski sakit, bekas luka itu bisa membuat saya kuat dan lebih kuat.

Mereka yang mengalami luka serius, pasti akan banyak jalan yang akan ditempuh demi menyembuhkan luka tersebut. Untuk luka serius pada kulit, sekarang sudah banyak dokter spesialis kulit yang menanganinya. Saat jiwa kita terluka, sekarang sudah ada psikiater yang bisa menyemangati dan menyembuhkan trauma kita. Tapi yang paling utama yang harus kita lakukan dan kita ingat adalah selalu minta kesembuhan pada Tuhan.

Tidak munafik, dan jujur, saya juga masih ada luka trauma yang mungkin masih menganga di hati saya. Seiring waktu berjalan luka itu semakin mengecil. Luka yang saya alami tidak membuat saya lalu menyerah pada hidup, meskipun pernah saya "putus asa" saat itu, saya pikir saat itu banyak keluarga yang sangat peduli terhadap saya dan bahkan sahabat memberikan perhatian yang extra ketika itu, kemudian dalam hati saya, saya harus bangkit, dan harus mengobati luka saya.. Saya tak akan membiarkan sakit luka ini terus memgikuti saya hingga saya mati. Dengan berjalannya waktu, sedikit sedikit saya berhasil menyembuhkan luka, meskipun sekali lagi luka ini masih berbekas. At least, saya sudah tidak merasakan sakit karena luka ini.

Luka tentu akan membekas, bekas luka itulah yang membuat saya mampu bertahan, survive, dan bekas luka inilah yang akan membuktikan kekuatan saya. Kekuatan untuk terus bertahan untuk terus menyongsong hari yang baru, tanpa harus mempedulikan bekas luka yang saya alami. Yang terpenting saat ini buat saya adalah saya bersyukur sekali menemukan sosok yang mau menerima saya apa adanya, tanpa melihat kecacatan saya, dan saya bersyukur dia juga menjadi orang yang turut andil mengobati rasa sakit saya. Thank you so much my hubby..
Read More

Presiden Pilihan Rakyat, Siapakah Mereka??

AGEE COMPUTER | 9:47 PM | | |




Membicarakan tentang calon siapa yang akan menjadi Presiden RI periode 2014-2019, akan menjadi topik yang hangat selalu dibicarakan, bahkan pedagang pasar pun tak mau ketinggalan membahas dan menentukan pilihannya. Ketika kemarin saya berkunjung ke pasar besar, saya sengaja mencuri perbincangan ibu-ibu penjual sayur. Pembicaraan yang seru. Ada salah satu diantara mereka menjagokan pasangan Jokowi-JK dan ada yang bilang Presiden yang cocok ya pasangan Prabowo-Hatta.

Tak mau kalah dengan ibu-ibu pedagang sayur di pasar, kontak BBM pun jadi ajang kampanye. Akhir-akhir ini saya sering dapat BM (Broadcast Message) dari beberapa teman pendukung salah satu pasangan capres-cawapres, isi BM tersebut tak lain dan tak bukan adalah perbandingan track record yang saya juga kurang tahu benar atau tidaknya isi BM tersebut. Saya sih hanya bisa membaca, tanpa ada greget untuk kembali mengirim BM tersebut. Karena saya tidak terlalu tertarik sih dengan isi BM itu. Menurut saya, kalau kampanye dengan cara membandingkan antara capres satu dengan satunya itu bukan kampanye sehat, karena apa? Isi BM tersebut sudah menjatuhkan atau menjelekan (meskipun berdasarkan fakta), kecuali kalau mereka nge-BM visi misi sang capres dan cawapres. 

Melihat siapa yang saya pilih nantinya, saya sih masih belum menjatuhkan pilihan siapa yang harus saya "coblos" di pemilu presiden nanti. Saya dan mungkin masyarakat Indonesia sendiri juga mengharapkan kepada Presiden RI yang kelak menjadi pilihan rakyat bisa memperbaiki keadaan Indonesia, terutama kasus korupsi yang sepertinya sudah mendarah daging. Tak hanya memperhatikan Pegawai Negeri yang tiap tahunnya gaji selalu naik, tanpa memperhatikan nasib petani, nelayan dan pengusaha kecil. Tak hanya memikirkan setifikasi guru, tapi harus memperhatikan kualitas pendidikan di negara tercinta ini agar pendidikan di Indonesia semakin merata dan tak ada lagi alasan ekonomi untuk tidak melanjutkan sekolah. Wah, garapan presiden banyak sekali yah... Maka itu, menjadi presiden tidak semudah yang kita lihat. Naik mobil mewah, tinggal di istana, bahkan Presiden yang mati-matian memikirkan negara saja masih banyak orang yang mengeluhkan cara kerja presiden, masih banyak yang menghujat presiden. Saya membayangkan  orang-orang yang seneng banget menghujat presiden, bisa ga ya mereka memimpin dan memperbaiki negara ini???? hihihihi... Apapun usaha sang presiden, besar atau kecil, sebaiknya kita hargai, karena memimpin suatu negara tidaklah mudah.

Kita sebagai masyarakat hanya bisa berdoa, semoga negara NKRI ini bisa menjadi lebih baik, dan semakin jauh dari korupsi (KKN). Dan semoga calon presiden dan wakil presiden bisa berkerja nyata untuk Indonesia Raya dan menjadikan Indonesia Hebat. 
Read More

Harapan Di Hardiknas

AGEE COMPUTER | 10:08 PM | |



Sebetulnya hari kemarin adalah haru Jumat, 2 Mei (iya terus kenapa?). Lupa kan? iya saya juga lupa, kalau bukan karena teman BBM saya update status tentang "HARDIKNAS" (Hari Pendidikan Nasional), "jadi petugas ngibarin bendera, #HARDIKNAS". Status BBM itulah yang mengingatkan saya tentang pendidikan di Indonesia yang menurut kacamata saya semakin tak terarah. Banyak masalah yang terjadi di dalam lingkup pendidikan di Indonesia. Baru-baru ini yang masih hangat adalah kasus kekerasan seksual yang menimpa anak TK di sekolah bertaraf Internasional, Jakarta International School.

Sekolah yang dari namanya sudah elite dan menurut media, uang yang dikeluarkan untuk anak-anak mereka di sekolah ini tidak tanggung-tanggung loh, katanya sih bisa mencapai angka 100 juta lebih. Wooow!!! Sekolahnya pun dari segi keamanan juga bisa tergolong baik, contohnya setiap masuk kendaraan diperiksa oleh security sekolah. Tapi kenapa kok ya sampai ada kejadian yang saya sebagai orang tua juga ikutan miris. Anak TK yang masih kecil dan lugu-lugunya harus mengalami kekerasan seksual yang dilakukan oleh penjaga kebersihan toilet. Yang menjadi pertanyaan saya dan mungkin oleh orang lain adalah ketika si anak pergi ke toilet, apakah tidak ada guru yang mendampingi si anak? Padahal anak umur segitu seharusnya perlu pendamping ketika si anak ingin ke toilet. Saya jadi ikutan paranoid yah menjadi seorang ibu yang anak saya juga akan masuk sekolah. Mungkin dari kasus ini pihak JIS bisa memperbaiki lagi keamanan untuk si anak agar kejadian serupa tidak terus terulang kembali.



Permasalahan lain, setiap tahunnya anak kelas 3 SMA atau SMP pasti akan menempuh UN (Ujian Nasional), jika tidak bisa mencapai target nilai yang ditentukan anak tersebut tidak lulus sekolah. Jaman saya sekolah saya juga begitu, kita menyebutkan sebagai kelinci percobaan, dan terbukti banyak diantara kami yang tidak lulus sekolah. Mungkin pemerintah membuat kebijakan seperti ini agar kami, para siswa bisa belajar lebih baik dan lebih rajin lagi. Tapi, apakah pemerintah ingat mata pelajaran yang diajarkan di setiap sekolah itu berbeda? Diliat dari segi SDM masing-masing sekolah pun juga berbeda. Sekolah yang dipelosok otomatis juga berbeda dengan sekolah kota yang fasilitas sekolahnya mencukupi. Apa ini adil untuk mereka yang sekolahnya mempunyai fasilitas yang kurang mumpuni? Saya rasa kurikulum yang sedang berjalan sekarang juga belum siap untuk di aplikasikan di negara ini. Saya dan teman-teman saya pun mempunya pendapat, 3 tahun belajar tetapi hanya ditentukan 3 hari, dan itu bagi kami saat itu sungguh tidak adil.

Sumber daya tenaga guru sekarang ini, saya rasa juga sangat memprihatinkan. Bagaimana tidak, tes untuk calon guru pun hanya berbekal segepok uang, tanpa melihat isi otak yang ada pada calon guru. Alhasil banyak oknum guru yang bertingkah semacam kriminal. Contoh lain saja, tidak usah jauh-jauh, saya punya teman guru bahasa inggris, salah satu status dia menulis seperti ini "Noting useless", suami saya yang mahir berbahasa asing pun bertanya, maksudnya apa? Kok bisa seorang guru bahasa inggris menulis seperti itu? Pernah juga saya iseng bertanya salah satu kawan saya yang kebetulan juga seorang guru di sekolah yang katanya bertaraf international juga. Waktu itu saya nanya, apa sih bedanya "Thank God", sama "Thank's God", dan yang bikin saya kaget dia tidak bisa menjelaskan tentang keduanya. Itu kenapa?? ya karena segepok uang tadi.... Saya juga tidak menyalahkan teman-teman saya tadi, toh mereka niatnya nyari kerja, yang bikin saya heran praktek Korupsi, Kolusi dan Nepotisme kenapa masih ada di negara ini, bahkan untuk tenaga keguruan juga masih banyak yang begitu, bagaimana nasib anak didiknya kalau ada guru macam begitu? Yang dikhawatirkan bukannya pendidikan makin maju tapi malah makin merosot tajam. Saya sebagai calon wali murid juga khawatir tentang hal ini, apalagi iming-iming sertifikasi dari pemerintah membuat para guru semakin tidak konsentrasi dengan anak didiknya.

Semoga prasangka saya terlalu berlebihan ya, dan saya juga berharap HARDIKNAS ini bisa membuat para guru semakin berprestasi dan semakin meningkatkan kinerja atas anak didiknya, bukan hanya untuk mencari materi semata. Dan semoga kurikulum yang dihadirkan di Indonesia ini tidak membuat anak didik semakin menderita, karena diharuskan memperlajari materi yang berat dikala mereka masih ditingkat yang belum mewadai utnuk menerima materi-materi tersebut. Saat saya sekolah dulu, saya tidak pernah pulang hingga sore, saya lihat anak jaman sekrang terlalu banyak les dan les, parahnya para orang tua terkadang mendorong mereka untuk terus belajar, belajar tanpa ada waktu bermain atau refreshing bersama teman-teman mereka.



Read More