Loading



Showing posts with label Rindu. Show all posts
Showing posts with label Rindu. Show all posts

Rindu Tak Tersentuh

AGEE COMPUTER | 9:05 AM | | |

Dalam ruang kosong ini aku merasakan gundah dalam hati. Bukan, bukan karena cerita yg menyedihkan itu, melainkan karena seseorang yang jauh di sana. Aku ingin berlari dan mengatakan apa yang belum aku sempat katakan. Aku ingin mengungkapkan bahwa aku merindukanmu. Pada setiap nafasku yang ku hembuskan ada rasa rindu yang sangat dalam. Pada setiap langkah yang aku pijakan ada harapan untuk melangkahkan kerinduan ini padamu. 


Aku ingin menyentuhmu, memelukmu saat ini, malam ini. Air mata kerinduan tak mampu lagi menghiburku, tak kan mampu menenangkanku. Ah menghitung hari, tak sabar aku ingin bertemu denganmu, tak sabar aku ingin melihat senyummu dan tak bisa aku tahankan rasa bahwa rindu ini semakin kuat. 



Lagu ini membawa bayangmu menemani kesendirian dan penantianku. Lagu yang menceritakan tentang rindu, tentang cinta dan harapan. Menari, berdansa dengan bayangmu tiap ku merasa membutuhkanmu.
Read More

U Don't Know How Much I Miss You

AGEE COMPUTER | 7:58 AM | | |
Kamu tak tau aku sangat merindukanmu?
Menanti kabarmu dengan perasaan tak menentu. Dalam hati ini selalu memanggil namamu. 
Tak sadarkah kau? 
Tiap kali aku mencuri perhatianmu, tak pahamkah kau? 

Aku menangis tiap malam, tak merasakah kau? 


Iya, karena kau tak pernah tahu aku merindukanmu sedalam ini.
Read More

You Don't Know How Much I Miss You

AGEE COMPUTER | 4:30 AM | | |
Kamu tak tau aku sangat merindukanmu.
Menanti kabarmu dengan perasaan tak menentu.
Dalam hati ini selalu memanggil namamu.
Tak sadarkah kau? Tiap kali aku mencuri perhatianmu, tak pahamkah kau?
Aku menangis tiap malam, tak merasakah kau?

Iya, karena kau tak pernah tahu aku merindukanmu sedalam ini.



http://www.writerscafe.org/uploads/stories/ee48eca702ba2ef1586d11a4688617ea.jpg
Read More

Masih Dalam Rindumu

AGEE COMPUTER | 8:52 AM | | |
Diujung senja ini aku membaca semua surat-surat yang kamu kirim padaku. Surat-surat cinta yang masih tersimpan rapi pada folder pribadiku. Surat yang aku baca setiap aku merindukanmu, surat yang aku simpan sebagai pengingat bahwa kamu masih seperti dulu, tiada berubah dari dirimu, dan aku tak ingin kamu berubah, never gonna change your love for me, because I need your love as spirit of my life, very strong.


Masih teringat jelas di memory otakku, mengingat dirimu yang terlalu takut kehilangan aku, dan bait-bait kata yang kamu gambarkan ketika merindukanku. Sayang, begitu waktu cepat berlalu dan kamu masih saja mengitari laut untuk mencari kebahagiaan keluarga kecilmu. I proud of you, Amor — never someone like you — you’re the one I love forever and ever.



Pada kalimat-kalimatmu dulu, membuatku rinduku semakin membiru, merindu matamu yang selalu tersenyum padaku, perbincangan kita, diskusi-diskusi masa depan kita dan perdebatan konyol kita. Perdebatan yang seharusnya tak kita perdebatkan, hanya saja kita memang kurang kerjaan, hahaha… Namun, andai saja tidak ada perdebatan itu, tak akan ada warna dalam ruang kehidupan cinta kita. Seseungguhnya aku menyukai setiap argumen yang kamu berikan, namun terkadang aku bosan dengan pedebatan konyol kita. Aku ingin memelukmu, mengatakan, “Hentikan perdebatan ini, peluk aku, dan kamu akan merasa nyaman.”
Aku kangen suaramu, merajuk, mengatakan, “Sayang, kangen ki lho…” Seperti anak kecil yang inginkan sesuatu. Ah, andai saja ketika kau berada di dekatku saat ini, kamu akan aku peluk dalam ketenangan jiwa, menyembuhkan rasa rindu menjadi jiwa dalam tenangnya cinta. Aku rindu wajahmu, wajah yang naif tak ingin jauh dariku, menggenggam tanganku tak ingin lepas, dan senyum simpulmu yang membuatku makin tak sanggup kehilanganmu.

Ingin rasanya mendapat surat-surat seperti itu lagi, darimu tentu saja. Namun, tak akan lagi ada surat yang seperti itu lagi karena hidup sudah berubah. Entah berubah menjadi apa, aku tak mengerti. Aku rasa bunga mawar telah berubah menjadi anggrek, sangat sulit dipercaya, dan aku tak sanggup mempercayainya. Aku tak mampu melepas angan dan asa yang aku genggam di pinggir sungaiku. Keluarga ini membuatku bahagia, aku merasakan semua perasaan yang terciptakan kepada manusia. Cinta, rindu, pengharapan, kesedihan, kekecewaan, tawa, tangis, bosan ah, semua perasaan, aku merasakannya….



Love me faithfully, See how I am faithful; With all my heart and all my soul; I am with you, even though I am far away.
Read More

Rindu Di Sudut Ruang Hati

AGEE COMPUTER | 8:36 AM | | |
Sepi membuat denyut jantungku berdegup kencang, bagai suara gemuruh tabuh-tabuhan benderang.
Aku mengingatmu pada setiap sudut tatapan yang tenang, mengingat ingatan lama kita bercahaya seperti bintang.

Jauh, berkelip-kelip dilangit malam yang mempesona berpeluk mimpi dan angan.
Aku merindukanmu, sepersekian detik semakin rindu. Bayangmu merajai setiap langkahku, bernyanyi-nyanyi setiap mimpi malamku.
Rindu, rasa yang indah namun perih di ulu.
Rindu, meski begitu aku masih menanti kehadiran senyummu.
Rindu, cinta, cemburu, dan suka, semua rasa itu karunia Ilahi…
Aku mencintaimu karena-Nya. Aku merindukanmu karena-Nya, karena Dia telah menciptakanmu untukku..




http://ifscarscouldtalk.files.wordpress.com/2010/11/my-red-heart-in-the-corner.jpg
 picture from here

 Rindu ini makin besar.
Edisi kangen dia.. my lighthouse..

Read More

Senja Dikerinduanku

AGEE COMPUTER | 6:17 AM | |
Diujung senja ini aku membaca semua surat-surat yang kamu kirim padaku. Surat-surat cinta yang masih tersimpan rapi pada folder pribadiku. Surat yang aku baca setiap aku merindukanmu, surat yang aku simpan sebagai pengingat bahwa kamu masih seperti dulu, tiada berubah dari dirimu, dan aku tak ingin kamu berubah, never gonna change your love for me, because I need your love as spirit of my life, very strong.
Masih teringat jelas di memory otakku, mengingat dirimu yang terlalu takut kehilangan aku, dan bait-bait kata yang kamu gambarkan ketika merindukanku. Sayang, begitu waktu cepat berlalu dan kamu masih saja mengitari laut untuk mencari kebahagiaan keluarga kecilmu. I proud of you, Amor — never someone like you — you’re the one I love forever and ever.




Pada kalimat-kalimatmu dulu, membuatku rinduku semakin membiru, merindu matamu yang selalu tersenyum padaku, perbincangan kita, diskusi-diskusi masa depan kita dan perdebatan konyol kita. Perdebatan yang seharusnya tak kita perdebatkan, hanya saja kita memang kurang kerjaan, hahaha… Namun, andai saja tidak ada perdebatan itu, tak akan ada warna dalam ruang kehidupan cinta kita. Seseungguhnya aku menyukai setiap argumen yang kamu berikan, namun terkadang aku bosan dengan pedebatan konyol kita. Aku ingin memelukmu, mengatakan, “Hentikan perdebatan ini, peluk aku, dan kamu akan merasa nyaman.”
Aku kangen suaramu, merajuk, mengatakan, “Sayang, kangen ki lho…” Seperti anak kecil yang inginkan sesuatu. Ah, andai saja ketika kau berada di dekatku saat ini, kamu akan aku peluk dalam ketenangan jiwa, menyembuhkan rasa rindu menjadi jiwa dalam tenangnya cinta. Aku rindu wajahmu, wajah yang naif tak ingin jauh dariku, menggenggam tanganku tak ingin lepas, dan senyum simpulmu yang membuatku makin tak sanggup kehilanganmu.



Ingin rasanya mendapat surat-surat seperti itu lagi, darimu tentu saja. Namun, tak akan lagi ada surat yang seperti itu lagi karena hidup sudah berubah. Entah berubah menjadi apa, aku tak mengerti. Aku rasa bunga mawar telah berubah menjadi anggrek, sangat sulit dipercaya, dan aku tak sanggup mempercayainya. Aku tak mampu melepas angan dan asa yang aku genggam di pinggir sungaiku. Keluarga ini membuatku bahagia, aku merasakan semua perasaan yang terciptakan kepada manusia. Cinta, rindu, pengharapan, kesedihan, kekecewaan, tawa, tangis, bosan ah, semua perasaan, aku merasakannya….
.
Love me faithfully, See how I am faithful; With all my heart and all my soul; I am with you, even though I am far away.
 
Read More

Perempuan Kepada Lelakinya

AGEE COMPUTER | 9:05 PM | |


.
.
::: Perempuan itu menggenggam sebuah hati yang utuh kepada lelakinya. Hati-hati dia berjalan pada jalan setapak dan masih menggenggam hati yang tulus kepada lelakinya. Tanpa lelah dan berhenti, perempuan itu terus berjalan, mencari lelakinya yang tak kunjung datang, meski rindu sudah diambang perbatasan kesabaran. Perempuan itu selalu memperlebar batas-batas kesabaran untuk tempat rindu yang selalu singgah pada setiap detiknya. Cintanya terlalu tulus, dan besar, dan terkadang tak merasa ia sudah berjalan jauh untuk mencari lelakinya.

Lelah yang ia rasakan tak mampu menghalangi untuk segera menemukan pasangan hati yang dibawa lelakinya.
Ya, perempuan itu terus mencari kemanapun tempat yang ia ingin cari. Satu persatu dia singgahi tempat-tempat yang ia merasakan keberadaan sang lelakinya. Ia merindukan lelakinya, lelaki yang berarti di dalam kehidupannya.
Di jalan ini, sang perempuan menemukan lelakinya berdiri pada perempatan jalan, memeluk hati yang sama seperti hati sang perempuan. Masih ada ukiran nama sang perempuan di tengah hatinya. Lelaki ingin pulang namun tak sanggup ia melewati jalan-jalan pulang. Sang lelaki tersesat. Ah, beruntung sang perempuan menemukannya, ia berlari memeluk kekasihnya. Tak terlepas pelukannya hingga maut memisahkan cinta mereka.
.
.
By Merry Indria, Friday, June 5, 2011 
 

Read More

Sendiri Dalam Penantian

AGEE COMPUTER | 4:20 PM | | |

Aku rasa malam semakin larut, dan tak terasa bulan mengintipku melamun di balik jendela kamarku.
Aku rasakan angin menyapaku dengan lembut. 
Aku tersenyum pada langit malamku, menjelajah tiap jengkal udara malam yang semakin dingin.
Aku teringat tentang kita, tentang perbincangan masa depan yang kita ukir pada kata-kata.
Di kursi kayu itu, 
kita duduk berdua diiringi suara potongan bambu yang dirakit menjadi gantungan indah,
dengan bunyi khas ketika angin meniupkan nafasnya. 
Aku merindukan senyummu itu, 
senyum yang sudah lama tak lagi aku lihat.
Batas ruang dan waktu membentang, seperti tak merestui.
Aku akan menghabisakan sisa malamku untuk berbincang dengan bulan. 
Agar ia mau menyampaikan rindu yang terlalu padanya.


Aku sudah berdiri disisi jendela kayu tua, 
menatap cahaya bulan pada remang malam. 
Masih angin menyapaku, dengan nafasnya yang lembut membelai sekujur tubuhku. 
Sendiri di sini, menanti segenggam asa dan cinta yang akan engkau berikan lagi padaku.
Malam yang gelap, 
berselimut awan-awan yang berkejaran, dan sesekali menutup senyuman sang bulan.
Kekasihku, 
aku melihat senyummu dilangit gelap itu, 
seperti cahaya yang benderang. 
Tuhan mengirimkan wajahmu pada remang malam, 
terlihat kau seperti tersenyum padaku, 
wajah dan senyum yang terlihat jelas oleh pantulan sinar bulan. 

Aku merindumu…..
.
.
By Merry Indria, Sunday, June 5, 2011 at 1:20 am.


Read More

Rindu

AGEE COMPUTER | 12:00 AM | | |





Aku merindukanmu. Tinggal beberapa bulan hidup tanpamu, seperti aku terpasung pada jerit hati yang tak terdengar oleh siapapun. Rindu yang tak tertahan, namun harus bertahan untuk segera bertemu denganmu, dan berlari memelukmu. Banyak kata untuk menggambarkan tentang rindu, namun semua kata tak mampu mewakilkan perasaanku kali ini. Rindu yang tak terkatakan, hanya mampu aku ucapkan “Aku merindukanmu”.
Semoga engkau mengerti tentang kerinduan yang semakin membara dan semakin menguat, rindu yang ingin terlepas terhempas.
.
.
Teruntukmu kekasihku, Awan.
Thursday, May 12, 2011 at 7:45 am. Pada pagi yang sunyi berteman rindu.
Read More

Menunggu

AGEE COMPUTER | 12:11 AM | | | |


Saat kau pergi melambaikan tanganmu, dan akupun tak mampu menghentikanmu, hatiku kelu, merintih kesakitan terisak dan menangis. Hanya bait-bait doa yang aku lantunkan untukmu.

Aku menantimu di sini, ditemani dua pohon yang berdiri kokoh. Di tepi lautmu aku menunggu, berharap ketika kau tersenyum pada daratan aku yang pertama kali melihat senyum itu, dan berlari menuju cintamu, memeluk dan mendekap erat merasakan detak jantung kebahagiaanmu.



Di sini, di tepi lautmu, aku duduk merenung seorang diri. Memutar kembali pada ingatan yang lalu, membuka album yang tersimpan rapi pada otak kerinduan. Ingin menandai satu persatu gambaran tentang kehidupan bersamamu, menandai pahit getir, manis kisah percintaanku denganmu, menandai dengan bintang keemasan yang tak akan merasa redup sinarnya.

Aku tak akan pernah merasa bosan, letih, keju yang membuncah hati, karena cintamu selalu ada menemani dan menguatkan rasa cinta dan rindu. Dan peri kecil yang kau titipkan padamu akan selalu ceria berbincang denganku meski hatiku terkadang bimbang menantimu.
.

Read More

Pohon di Balik Jendela

AGEE COMPUTER | 5:55 AM | |


Aku masih mengintip pada sisi jendela kamarku, sekedar meletakkan untaian rindu padamu.
Aku tak pernah tahu, engkau yang mengendap-endap di jendela kamarku,
dan mencuri untaian rinduku;
rindu atau sekedar embun masa lalu.
Bagiku, bagimu, cinta adalah rumah penuh rindu, tempat pulang dengan tenang.
Aku selalu tersenyum ketika melihat diriku, sendiri di dalam pikiranmu.

Namun ketika cinta itu telah tiada dan karam, entah siapa yang akan menggoreskan lukisan pada kanvas kebahagiaan.
Hatiku adalah ruang tersunyi dalam riuh rindumu, tergelap dalam gemerlap harapmu.
Ada saat dimana, sajak akan berguguran dari matamu,
dan kamu akan sadar, namanya tak lagi tertulis; bahkan di ingatanmu.
Aku beriak, tak ingin dalam-dalam, menenggelamkanmu.
Apa yang layak kaukenang dariku selain kesedihan yang sudah tentu.
Read More

Sepi Sendiri

AGEE COMPUTER | 12:28 AM | | |






Sore itu aku duduk dibangku ketika musim gugur dalam hatiku tiba.
Musim yang tak terkira datangnya,
Datang dalam hati yang kelu dan rapuh.
Seperti dulu dan kemarin,
Aku melangkah meniti setiap kenangan.
Senyummu, bayang wajahmu, dekapan cintamu, selalu mengusik keheninganku daru kejauhan.

Dan malam itu aku melangkah setiap hening sepiku.
Bertemu bayangmu di sepertiga jalan kau tersenyum padaku.
Mengulurkan segenap cinta dan kehangatan pelukan yang melebur menjadi satu.
Ku ajak kau berlari menembus ruang dinginnya malam kelabu.
Hanya ku ingin kau tahu aku mencintaimu.



Awan, matahari, bintang, rembulan bahkan pelangi,
Menjadikan simbol dalam puisi.
Menari-nari merangkai kata terikat menjadi kalimat,
Cintaku tak akan pernah padam meski hari telah kiamat.
Masih ada hening yang mengalir pada bening sungai hati,
Saat sesak luruh tak bergeming, kaku dan dingin.


Aku merindukanmu, Awan.
I wish you are here, hug and kiss me..

» Merry™

Saturday, April 30, 2011.
Read More

Salam Untuk Kekasihku

AGEE COMPUTER | 2:58 AM | | |
Hi Amor, my love, kekasihku, apa kabarmu hari ini cinta? Aku merindukanmu..
Maaf sayang, aku sering marah sama sayang, aku tak bisa melihat nama dia. Aku cemburu, dan aku takut kehilangan cintamu. Aku ingin hanya aku di hatimu, tak ada yang lain selain aku. I love you.
Sayang, bagaimana pekerjaannya? Lancar kan? Aku selalu berdoa untukmu, semoga sayang selalu dalam lindungan Allah SWT, melindungi sayang dari orang-orang yang jahat, dan menjaga hatimu untuk aku.

Aku ingin memelukmu malam ini, seperti malam-malam ketika kita bersama. Aku ingin menciumu, menciummu dibawah rembulan yang tertutup awan. Ingin aku bercinta denganmu malam ini, berbagi cinta dan kecupan, melepas semua penat dalam hati, dibuang melewati keringat-keringat yang bercucuran dalam tubuh kita. Sayang, aku ingin berdansa denganmu, diiringi lagu yang syahdu, saling bertatapan memandang penuh cinta, sepasang kekasih yang tak bisa dipisahkan.



I don’t know how lovely you are. Aku punya banyak cinta untukmu, sayang. Cinta yang luar biasa, bukan cinta biasa yang orang lain tak bisa memberikannya padamu, hanya saja apa sayang merasakan cinta itu?
Sayang, aku tak bisa merangkai kata indah seperti perayu yang merayumu, aku hanya memberimu kata-kata yang keluar dari hatiku. Kata-kata yang sederhana yang mengungkapkan rasa cinta dan sayang, juga rasa tak ingin kehilangan. Aku tak peduli orang membaca tulisanku ini, ah jelek, ah lebay, ah bla bla bla bla, aku tak peduli itu, ini adalah perasaanku yang sesungguhnya.

Amor, aku ingin memegang tanganmu, meletakannya di dadaku, dan rasakanlah degupan jantungku, cinta yang besar kepadamu ada di jantungku. Aku kangen, rindu, rindu segalanya tentang kamu. Setiap kamu di dekatku aku merasa seperti di surga, melayang, ke taman firdaus bersamamu, bagaikan bidadari dan kekasihnya. Sayang, jika kamu membacanya, katakan bahwa kamu juga merasakan hal yang sama. I need you.

Honey, aku membayangkan, jika tak ada hari esok untukku, aku ingin dalam hembusan nafasku yang terakhir aku bisa menciummu dan memelukmu, I just wanna dying in your arms. Jika hari esok tak datang untukku dan kamu jauh, kenanglah aku di setiap hembus nafasmu, kenanglah dalam tiap ucapan baikmu, kenanglah ditiap langkah kakimu, gerak tanganmu, karena aku akan selalu di sampingmu menjagamu.

Amor, I never let you go! Dying can’t stop loving you. You are my everything and always. I love you just the way you are.

~ Merry Indria ~
Dedicated to my beloved husband.
Read More