Sore tadi melihat status seorang teman akrab, saya tertarik dengan peribahasa Jawa ini "Timun Wingkuk Jaga Imbuh". Arti yang dalam peribahasa ini adalah "wong bodho kanggone yen kekurangan wae.". Seperti diketahui bentuk timun tidak sempurna, tapi biasanya kita sayang untuk membuangnya. Ketimun biasanya hanya digunakan untuk tambahan atau bonus, seperti saat kita membeli ayam panggang, ketimun ini hanya sebagai lalapan, dan tak semua orang suka makan lalap. Atau bisa kita temui pada makanan seprti nasi goreng, mie goreng, dll.
Jika kita sering mendengar peribahasa "Tak ada rotan, akar pun jadi", apapun bisa kita gunakan untuk melengkapi atau lebih tepatnya mengganti sesuatu untuk menyempurnakan hal tadi. Dalam kehidupan kita bisa melihat hal-hal kecil yang menggambarkan Timun Wungkuk tadi. Seperti ketika kita di kelas sebagai murid, murid hanya diberi batas hanya diberi (ilmu) tanpa ada yang memberikan kesempatan untuk memberi. Tekadang "pemberian" murid hanya dianggap hal sepele oleh guru. Saya pernah mengalami hal-hal tersebut ketika SMP bahkan di Perguruan Tinggi. Ketika saya memberikan pendapat, argumen, dan bahkan membenarkan ketika dosen mengajarkan sesuatu yang salah (bukan maksud saya ini keminter), terkadang ada guru yang tidak terima dan bahkan saya sempat dibilang "Sok tahu" oleh dosen saya. Begitulah pemikiran dia yang mungkin masih melekat bahwa guru itu selalu benar, dan murid itu harus patuh dan menerima apa yang dia ajarkan, ketika ada hal yang murid lebih tahu, guru tak mau disalahkan dan mengakui kesalahan.
Di dalam kehidupan rumah tangga pun sering terjadi hal yang sama. Bahkan banyak sekali teman dan sahabat yang curhat, dan mengeluh soal sikap suaminya. Banyak suami yang menganggap istri itu sebagai objek penderita, yang diperlakukan seperti pembantu, karyawan dan bahkan hanya dimanfaatkan untuk memenuhi keegoisannya. Sebaiknya suami tidak berperilaku seperti itu, sebaiknya suami menyayangi istri, dan menjadikan istri sebagai pemeran utama yang membuat alur cerita kehidupan suami lebih indah.
Begitu juga dengan istri yang menganggap suami adalah mesin ATM, yang kapan pun bisa diambil uangnya untuk kepuasan hati semata. Istri itu seharusnya bisa memelihara harta suami, baik saat dekat dengan suami bahkan jauh dari suami. Bangunlah "Rumah" yang nyaman dengan pondasi pengertian, dan saling berempati.
Di sisi lain, bentuk dari Timun Wungkuk Jaga Imbuh adalah bentuk kerendahan hati, menempatkan diri sebagai pemain cadangan yang selalu siap dipakai jika pemain utama diharuskan berhenti dari permainan. Jadi, sebagai pemeran pengganti harus banyak menerima. yang terpenting merendahkan hati tanpa harus merendahkan diri
Read More
Loading


Showing posts with label Daily life. Show all posts
Showing posts with label Daily life. Show all posts
Late Post: Incredible Moment
AGEE COMPUTER |
8:31 AM |
Daily life
|
Photostory
*Naik kuda sama Aisyah, anak tetangga samping rumah. Acara ini sepertinya memang dirancang suami untuk memberikan kesan dan kenangan kepada Sasha dan Aisyah (mungkin juga untuk suami sendiri), karena Aisyah akan pindah ke Ternate ikut Papinya dinas.
Menurut saya, foto kedua ini terlalu gelap vintage-nya, jadi kurang begitu spesial. Mau di edit ulang udah maleeeeesssss banget, mengingat ini sudah malam dan besok harus bangun pagi-pagi sekali.
* Foto ini saya yang ambil. Berawal dari iseng, mencoba hal-hal yang kurang jelas bahkan terkadang gagal fokus, akhirnya dapet juga deh foto yang ciamik ala saya, hehehehe.. Anyway, ayah dan anak mirip kan, anaknya sama sekali ga ada yang mirip saya.
* Ini foto diambil setelah naik kuda, hihihi bermaksud candid malah ada yang narsis... Lol
* Tuh, gaya si kecil... Entah maksudnya apaan bergaya seperti itu, yang pasti dia kalau di foto jarang banget narsis. Mintanya pose tanpa sengaja, alias candid. Banyak muka lucunya pas diambil gambarnya..
*Nih salah satu foto Sasha, candid. Susah banget jepret anak kecil yang aktif, sutter speed harus dibesarin, tapi tetep aja foto ini gagal fokus. Coba fokus kemana foto ini?? hihihihihi..
*Kalau ini cocok banget diberi judul, si cuek vs si narsis... hahahaha...
*Yaaaay Pap, aku dapat wortel juga looooh... Nihliat nih, wortelku ga kalah gedhe kan sama wortelnya Mbak Aisyah.. :p
*Hasil memetik wortel di kebun dekat masjid Sarangan. Wajah manyunnya bikin gemes.. Sebenernya ini dia lagi ga manyun sih, tapi lebih tepatnya dia sedang makan, mulutnya lagi penuh makanan, jadi mau senyum atau tertawa nggak bisa, hehehehe..
Read More
Hay Day
AGEE COMPUTER |
8:46 AM |
Daily life
*picture from www.supercell.net
Mengingat empat tahun lalu ketika saya masih gemar dan seneng banget main Farmville 1, entah dulu sudah level berapa saya lupa, kali ini hadir game yang hampir mirip dengan Farmville. Hay day namanya. Saya tahu dan mengenal game ini dari kakak saya. Awalnya ish kurang begitu menarik yah, mengingat FArmville saya juga saya tinggalkan begitu saja sejak punya baby. Entah kenapa ketika ada seorang perempuan yang sama-sama antri di sebuah bank, saya sedikit melirik gadget yang dia pegang. Waaah, Hay Day, pikir saya ketika itu. Setelah itu saya agak tertarik dengan permainan simulasi itu. Akhirnya nyampek rumah ambil iPad dan download deh Hay Day.
Awalnya sih ngarang ajah, belum ngerti fungsi diamond, pas udah mau habis baru ngerti deh fungsi diamond dan koinnya. Game ini ternyata memang mengasyikan dibanding dengan Farmville 1, dari segi teknik gambar pun sudah jauh beda. Tapi saya tidak bisa membandingkan dengan Farmville 2. Pernah saya coba, tapi gadget saya jadi lemot, akhirnya Farmville 2 terpaksa saya remove. Tetap konsentrasi dengan Hay Day.
Game ini sangat menghibur dan mampu menghilangkan kejenuhan, namun sangat addicted. Game ini menggambarkan tentang pertanian, dan peternakan, bahkan di level 30 ditambahkan perikanan, dan dilevel 35 kita bisa me-manage town yang terletak dekat pantai. Kita sebagai petani harus bisa me-manage pertanian, peternakan, kota juga pertambangan. Sampai saat ini saya masih level 37, jauh dengan teman-teman chatting saya di Hay Day. Menarikan, ada teman chatting lho. Kita bisa minta bantuan mereka jika membutuhkan sesuatu, semisal order kita kurang Pumpin Pie, sedangkan alat untuk membuat Pumpin Pie sedang sibuk dan antri, jadi kita bisa minta bantuan teman-teman Hay Day. Kami menyebutnya "TETANGGA".
Yang membuat game ini seri, ketika kita menanam tanaman, kita tak perlu khawatir akan layu ketika kita "menjenguk" lahan kita. Jadi Kapan saja kita akan mengolah lahan kita, kita tidak akan menemui tanaman yang layu dan hewan ternak yang mati. Kita juga bisa mendekorasi lahan kita sesuai dengan apa yang kita impikan. Selain itu, kita bisa memelihara kucing, anjing, kuda dan kelinci yang lucu banget.
Game ini bisa terhubung melalui facebook dan gmail. Seandainya kalian ganti gadget atau uninstall kemudian install lagi, nggak perlu mulai dari awal lagi, cukup menghunungkan ke facebook yang sudah kalian daftarkan sebelumnya, dan permainan berlanjut lagi. Efektif kan, enggak perlu repot mengulang permainan dari awal, dan enggak perlu terburu-buru memanen, tanaman nggak bakalan mati kok, kecuali dengan pesanan boat. Ada batas waktu yang harus kita target untuk mendapatkan bonus bintang untuk menaikkan level, dan nilai boat juga mendapatkan kartu untuk membeli barang-barang specialnya. Seru deh, kalau ada yang belum coba, download aja yang pasti game ini menarik.
Selamat mencoba.. :D Read More
Mengingat empat tahun lalu ketika saya masih gemar dan seneng banget main Farmville 1, entah dulu sudah level berapa saya lupa, kali ini hadir game yang hampir mirip dengan Farmville. Hay day namanya. Saya tahu dan mengenal game ini dari kakak saya. Awalnya ish kurang begitu menarik yah, mengingat FArmville saya juga saya tinggalkan begitu saja sejak punya baby. Entah kenapa ketika ada seorang perempuan yang sama-sama antri di sebuah bank, saya sedikit melirik gadget yang dia pegang. Waaah, Hay Day, pikir saya ketika itu. Setelah itu saya agak tertarik dengan permainan simulasi itu. Akhirnya nyampek rumah ambil iPad dan download deh Hay Day.
Awalnya sih ngarang ajah, belum ngerti fungsi diamond, pas udah mau habis baru ngerti deh fungsi diamond dan koinnya. Game ini ternyata memang mengasyikan dibanding dengan Farmville 1, dari segi teknik gambar pun sudah jauh beda. Tapi saya tidak bisa membandingkan dengan Farmville 2. Pernah saya coba, tapi gadget saya jadi lemot, akhirnya Farmville 2 terpaksa saya remove. Tetap konsentrasi dengan Hay Day.
Game ini sangat menghibur dan mampu menghilangkan kejenuhan, namun sangat addicted. Game ini menggambarkan tentang pertanian, dan peternakan, bahkan di level 30 ditambahkan perikanan, dan dilevel 35 kita bisa me-manage town yang terletak dekat pantai. Kita sebagai petani harus bisa me-manage pertanian, peternakan, kota juga pertambangan. Sampai saat ini saya masih level 37, jauh dengan teman-teman chatting saya di Hay Day. Menarikan, ada teman chatting lho. Kita bisa minta bantuan mereka jika membutuhkan sesuatu, semisal order kita kurang Pumpin Pie, sedangkan alat untuk membuat Pumpin Pie sedang sibuk dan antri, jadi kita bisa minta bantuan teman-teman Hay Day. Kami menyebutnya "TETANGGA".
Yang membuat game ini seri, ketika kita menanam tanaman, kita tak perlu khawatir akan layu ketika kita "menjenguk" lahan kita. Jadi Kapan saja kita akan mengolah lahan kita, kita tidak akan menemui tanaman yang layu dan hewan ternak yang mati. Kita juga bisa mendekorasi lahan kita sesuai dengan apa yang kita impikan. Selain itu, kita bisa memelihara kucing, anjing, kuda dan kelinci yang lucu banget.
Game ini bisa terhubung melalui facebook dan gmail. Seandainya kalian ganti gadget atau uninstall kemudian install lagi, nggak perlu mulai dari awal lagi, cukup menghunungkan ke facebook yang sudah kalian daftarkan sebelumnya, dan permainan berlanjut lagi. Efektif kan, enggak perlu repot mengulang permainan dari awal, dan enggak perlu terburu-buru memanen, tanaman nggak bakalan mati kok, kecuali dengan pesanan boat. Ada batas waktu yang harus kita target untuk mendapatkan bonus bintang untuk menaikkan level, dan nilai boat juga mendapatkan kartu untuk membeli barang-barang specialnya. Seru deh, kalau ada yang belum coba, download aja yang pasti game ini menarik.
Selamat mencoba.. :D Read More
Akhirnya Ramadhan Tiba
Sebulan saya benar-benar total tidak ada catatan kecil yang menghiasi blog saya, hanya sejumput ucapan selamat datang untuk bulan Juni kemarin. Banyak alasan untuk saya tidak menulis, bukan kehilangan ide namun kegiatan yang menumpuk membuat saya menjadi lelah dan akhirnya ide yang keluar dari isi kepala hialng begitu saja.
Hari ini hari ke-tiga memasuki bulan Ramadhan, bukan yang penuh berkah, bulan penuh pengampunan dan bulan yang penuh pahala. Alhamdulillah bulan ini bisa sahur dan berbuka puasa dengan suami, semakin lengkap dan semangat puasa kali ini.
Ramadhan kali ini seperti tahun-tahun yang lalu, hanya saja kali ini lebih istimewa, dan semoga tahun depan akan menjadi lebih istimewa. Tahun ini saya pertama kali menjalankan ibadah puasa dengan suami, kemarin-kemarin harus puasa sendirian mengingat kerja suami harus jauh dari kami, tapi saya pernah menjalankan puasa dengannya ketika masih pacaran dulu, seneng dan masih membekas sampai sekarang, tapi dulu masih ada batas untuk kami. Jadi hanya bisa buka bareng, sekarang bisa sahur bareng.. Bahagianyaaaaaa.. *blushing* Alhamdulillah banyak waktu untuk ngabuburit bareng bersama suami, dan meski hanya 8 hari setelah itu kami harus berpisah sementara lagi. Inshallah jika Allah masih memberikan kami umur untuk bertemu Ramadhan tahun depan, kami bisa berpuasa bersama dan Idul Fitri bersama. Amin.
Untuk semua teman dan keluarga yang menjalankan, saya mengucapkan:
SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA
Salam hangat dari saya dan keluarga.
Read More
Hari ini hari ke-tiga memasuki bulan Ramadhan, bukan yang penuh berkah, bulan penuh pengampunan dan bulan yang penuh pahala. Alhamdulillah bulan ini bisa sahur dan berbuka puasa dengan suami, semakin lengkap dan semangat puasa kali ini.
Ramadhan kali ini seperti tahun-tahun yang lalu, hanya saja kali ini lebih istimewa, dan semoga tahun depan akan menjadi lebih istimewa. Tahun ini saya pertama kali menjalankan ibadah puasa dengan suami, kemarin-kemarin harus puasa sendirian mengingat kerja suami harus jauh dari kami, tapi saya pernah menjalankan puasa dengannya ketika masih pacaran dulu, seneng dan masih membekas sampai sekarang, tapi dulu masih ada batas untuk kami. Jadi hanya bisa buka bareng, sekarang bisa sahur bareng.. Bahagianyaaaaaa.. *blushing* Alhamdulillah banyak waktu untuk ngabuburit bareng bersama suami, dan meski hanya 8 hari setelah itu kami harus berpisah sementara lagi. Inshallah jika Allah masih memberikan kami umur untuk bertemu Ramadhan tahun depan, kami bisa berpuasa bersama dan Idul Fitri bersama. Amin.
Untuk semua teman dan keluarga yang menjalankan, saya mengucapkan:
SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA
Salam hangat dari saya dan keluarga.
Read More
Presiden Pilihan Rakyat, Siapakah Mereka??
Tak mau kalah dengan ibu-ibu pedagang sayur di pasar, kontak BBM pun jadi ajang kampanye. Akhir-akhir ini saya sering dapat BM (Broadcast Message) dari beberapa teman pendukung salah satu pasangan capres-cawapres, isi BM tersebut tak lain dan tak bukan adalah perbandingan track record yang saya juga kurang tahu benar atau tidaknya isi BM tersebut. Saya sih hanya bisa membaca, tanpa ada greget untuk kembali mengirim BM tersebut. Karena saya tidak terlalu tertarik sih dengan isi BM itu. Menurut saya, kalau kampanye dengan cara membandingkan antara capres satu dengan satunya itu bukan kampanye sehat, karena apa? Isi BM tersebut sudah menjatuhkan atau menjelekan (meskipun berdasarkan fakta), kecuali kalau mereka nge-BM visi misi sang capres dan cawapres.
Melihat siapa yang saya pilih nantinya, saya sih masih belum menjatuhkan pilihan siapa yang harus saya "coblos" di pemilu presiden nanti. Saya dan mungkin masyarakat Indonesia sendiri juga mengharapkan kepada Presiden RI yang kelak menjadi pilihan rakyat bisa memperbaiki keadaan Indonesia, terutama kasus korupsi yang sepertinya sudah mendarah daging. Tak hanya memperhatikan Pegawai Negeri yang tiap tahunnya gaji selalu naik, tanpa memperhatikan nasib petani, nelayan dan pengusaha kecil. Tak hanya memikirkan setifikasi guru, tapi harus memperhatikan kualitas pendidikan di negara tercinta ini agar pendidikan di Indonesia semakin merata dan tak ada lagi alasan ekonomi untuk tidak melanjutkan sekolah. Wah, garapan presiden banyak sekali yah... Maka itu, menjadi presiden tidak semudah yang kita lihat. Naik mobil mewah, tinggal di istana, bahkan Presiden yang mati-matian memikirkan negara saja masih banyak orang yang mengeluhkan cara kerja presiden, masih banyak yang menghujat presiden. Saya membayangkan orang-orang yang seneng banget menghujat presiden, bisa ga ya mereka memimpin dan memperbaiki negara ini???? hihihihi... Apapun usaha sang presiden, besar atau kecil, sebaiknya kita hargai, karena memimpin suatu negara tidaklah mudah.
Kita sebagai masyarakat hanya bisa berdoa, semoga negara NKRI ini bisa menjadi lebih baik, dan semakin jauh dari korupsi (KKN). Dan semoga calon presiden dan wakil presiden bisa berkerja nyata untuk Indonesia Raya dan menjadikan Indonesia Hebat.
Read More
Anugerah Terindah
Tidak terasa semakin hari dia semakin beranjak besar. Banyak hal-hal yang baru dia pahami. Saya sangat bersyukur sekali mempunyai anak yang pintar dan cerdas. Terkadang celotehnya selalu membuat kami tertawa. Anak sepolos itu bisa mengungkapkan hal-hal yang sering dibicarakan orang dewasa. Banyak "kata bijak" yang sering dia ucapkan, saya terkadang sampai "speechless" mendengar ucapannya. Tingkahnya bikin saya geleng kepala, apalagi jika si kecil lagi bercanda sama papanya, pasti terdengar suara cekikikan yang imut keluar dari mulutnya. Iya, dia memang cintanya papanya, menggeser posisi saya, hihihihi... Rambut curly-nya selalu bikin orang lain tersenyum bahkan kagum, tak heran ketika orang yang pertama kali bertemu dengan Sasha selalu berkomentar tentang rambutnya yang seperti pegas ini. "Lucu." setiap orang yang berkomentar.
Waktu berjalan begitu cepat, sudah hampir 4 tahun dia berada di dunia ini. Masih ingat dalam benak saya ketika masih mengandung Sasha, saya harus berjuang juga menyelesaikan study saya ketika itu. Saya ajak ke kampus, ke sekolah tempat saya penelitian dan saya ajak bergadang mengerjakan tugas akhir, juga saya ajak KKN. Banyak keluhan ketika saya mengandung Sasha, tapi keluhan-keluhan itu tidak saya anggap menjadi beban namun saya nikmati hingga melahirkan. Rencana saya ingin sekali menambah momongan lagi, saya rindu menggendong bayi, dan saya ingin punya anak laki-laki yang kelak selalu melindungi ibunya dan kakaknya. :)
Mie XP (Xtra Pedassss)
AGEE COMPUTER |
7:33 AM |
Daily life
|
Kuliner
Sore perut sudah merasa keroncongan, bingung mau makan apa, mau makan nasi rasanya kok nggak begitu nafsu yah, pengennya makan cemilan, tapi di rumah sama sekali nggak ada yang dimakan. Kebetulan nyokap nyuruh saya beli minyak goreng sekalian beli susunya si kecil yang persediaan mulai menipis. Cuuussss akhirnya keduanya sudah terbeli juga, tinggal nyari cemilan lah ini yang belum. Saya putuskan keliling kota Madiun sambil "menghukum" si Blacky yang beberapa hari ini ngambek, sering ngadat. Tiba-tiba aja saya langsung kepikiran buat beli yang pedes-pedes, dan tujuan akhir saya adalah di MIE XP atau Xtra Pedas.
Ini kedua kali saya makan mie xp ini. Awalnya saya memang sangat penasaran sekali dengan makanan yang ramai sekali pengunjungnya ini, sempat saya pernah beberapa kali kehabisan gara-gara dateng kemalaman. Suatu hari saya merengek minta sama suami agar saya diajak makan Mie pedes, kebetulan suami saya hobi banget makan yang pedes-pedes, klop deh, langsung berangkat ke MIE XP!! Saya waktu itu membayangkan bentuk dan rasa sang mie pedas ini, dan ternyataaaaaa..... Hanya mie instan doank niiieee.... (ketipu bingitsss), tapi tak apalah toh Mie XP ini dikemas sedikit menarik, berbeda dengan rasa pedas bumbu mie instan yang biasanya, kali ini ditambah sambel berlevel. Semakin levelnya naik semakin pedaaasss rasanya, dan jika kalian minta level 6 sampai 10 akan kena biaya Rp. 2000 lagi... Gillaaa, pedesss banget tuh.. Cabe mahal hooyyy!! :p
Saya yang tidak terlalu suka makan pedes, akhirnya mencoba level 5. Beuh,,, lidah saya bagaikan makan api nih, pedes banget. Saya paling nggak tahan makan pedes bukan karena lidah saya terasa kepedesan, tapi perut saya nih yang ngrasain panasnya, dan saya sudah mengidap maag sejak SMA dulu. Padahal dokter sudah berpesan sama saya, jangan makan pedes, dan kecut juga makan harus teratur. Tapi sayanya saja yang lagi doyan makan, apa-apa dilahap, dan nggak mau tahu nanti jadinya kayak apa, hihihihi.. Dan beneran loh, perut saya langsung ngerasain panas karena kepedesan. Eh, hari ini pun masih ngeyel nyoba lagi, sampai saya nulis ini pun saya masih merasakan panasnya perut saya. Agaknya maag saya agak sedikit kambuh, cuma saya nggak berani ngomong sama nyokap, pasti kena omel ntar, hahahaha... cuma bisa nyengir sendiri...
Yang namanya mie pasti banyak disukai apalagi kalau yang pedes-pedes gini pasti banyak yang memburunya. Ditambah nilai plusnya ada wifi gratis yang disedian oleh Mie XP itu sendiri. Harga juga menjangkau kantong siswa dan mahasiswa, setiap saya lewat di Jl. Slamet Riyadi pasti banyak tuh anak-anak muda seumuran anak SMA atau mahasiswa yang nongkrong di Mie XP ini. Tak sedikit mereka yang memanfaatkan wifi gratis di sana. Meskipun rasanya sama saja seperti mie instan kebanyakan, MIE XP ini spertinya bikin ketagihan untuk mereka atau kita untuk balik mencobanya kembali, dan tentu saja harus menambah levelnya. Percuma donk, balik ke sana kalau yang dipesan cuma level 1 melulu, hehehehe...
Read More
Ini kedua kali saya makan mie xp ini. Awalnya saya memang sangat penasaran sekali dengan makanan yang ramai sekali pengunjungnya ini, sempat saya pernah beberapa kali kehabisan gara-gara dateng kemalaman. Suatu hari saya merengek minta sama suami agar saya diajak makan Mie pedes, kebetulan suami saya hobi banget makan yang pedes-pedes, klop deh, langsung berangkat ke MIE XP!! Saya waktu itu membayangkan bentuk dan rasa sang mie pedas ini, dan ternyataaaaaa..... Hanya mie instan doank niiieee.... (ketipu bingitsss), tapi tak apalah toh Mie XP ini dikemas sedikit menarik, berbeda dengan rasa pedas bumbu mie instan yang biasanya, kali ini ditambah sambel berlevel. Semakin levelnya naik semakin pedaaasss rasanya, dan jika kalian minta level 6 sampai 10 akan kena biaya Rp. 2000 lagi... Gillaaa, pedesss banget tuh.. Cabe mahal hooyyy!! :p
Saya yang tidak terlalu suka makan pedes, akhirnya mencoba level 5. Beuh,,, lidah saya bagaikan makan api nih, pedes banget. Saya paling nggak tahan makan pedes bukan karena lidah saya terasa kepedesan, tapi perut saya nih yang ngrasain panasnya, dan saya sudah mengidap maag sejak SMA dulu. Padahal dokter sudah berpesan sama saya, jangan makan pedes, dan kecut juga makan harus teratur. Tapi sayanya saja yang lagi doyan makan, apa-apa dilahap, dan nggak mau tahu nanti jadinya kayak apa, hihihihi.. Dan beneran loh, perut saya langsung ngerasain panas karena kepedesan. Eh, hari ini pun masih ngeyel nyoba lagi, sampai saya nulis ini pun saya masih merasakan panasnya perut saya. Agaknya maag saya agak sedikit kambuh, cuma saya nggak berani ngomong sama nyokap, pasti kena omel ntar, hahahaha... cuma bisa nyengir sendiri...
Yang namanya mie pasti banyak disukai apalagi kalau yang pedes-pedes gini pasti banyak yang memburunya. Ditambah nilai plusnya ada wifi gratis yang disedian oleh Mie XP itu sendiri. Harga juga menjangkau kantong siswa dan mahasiswa, setiap saya lewat di Jl. Slamet Riyadi pasti banyak tuh anak-anak muda seumuran anak SMA atau mahasiswa yang nongkrong di Mie XP ini. Tak sedikit mereka yang memanfaatkan wifi gratis di sana. Meskipun rasanya sama saja seperti mie instan kebanyakan, MIE XP ini spertinya bikin ketagihan untuk mereka atau kita untuk balik mencobanya kembali, dan tentu saja harus menambah levelnya. Percuma donk, balik ke sana kalau yang dipesan cuma level 1 melulu, hehehehe...
Read More
Stop Nyinyir!!!
Yang biasanya main twitter, pasti tahu apa itu nyinyir. Yups, nyinyir itu nyindir, ngomongin orang dengan kata-kata tidak langsung. Saya pernah kok dinyinyirin sama seseorang, atau saya aja yang berasa dinyinyirin? Pas saya lagi GR tingkat dewi mungkin. Tapi kemungkinan banyak benernya deh..
Ceritanya berawal dari sini, temen saya ini memang bisnis craft dari awal, saya kemudian tertarik ingin mencoba gara-gara saya diminta tolong kakak perempuan saya untuk membuatkan kerajinan tangan anaknya. Berawal dari situ, saya kok mulai seneng yah bikin "sesuatu". Awalnya saya beli beberapa "barang" dari dia, kemudian saya mencoba membuatnya, eg tahu-tahu saya kok bisa. Sebenernya saya tidak berniat untuk menyaingi dia sih, cuma saya bikin bonekanya saja, toh itu pun saya hanya iseng buat, bukan untuk nyari uang. Tahu-tahu pas saya buka FB, dia nulis status seperti ini,
"Jangan marah kalo hasil karya kita ditiru banyak org... tp berbanggalah karena kita udah jd trendsetter & bs menginspirasi orang lain....hehehe... yakin deh... rejeki ga akan salah jalan....#positive-thinking#"
Dia nulis status seperti itu semenjak saya juga menggeluti bidang craft. Entah dia bertujuan apa nulis seperti itu. Lalu ada status lagi yang dia tulis, saya lupa dan saya cari-cari sudah tidak menemukan status itu lagi. Mungkin saya aja kali yang lagi ga mood atau PMS jadi bawaannya kena nyinyir. Saya pun langsung kepo (pengen ngerti), siapa sih yang dia maksud? Kalau benar itu saya, okay, saya mundur saja toh sekali lagi saya buat boneka seperti itu bukan untuk nyari duit, tapi karena saya lagi seneng ajah. Jikalau dia memang merasa saya saingi, berarti karya saya juga tidak bisa dianggap remeh sama dia donk.. :) Sebenernya bisnis itu harus siap menerima pesaing baru. Contoh saja sekarang sudah banyak designer baju muslim, bukan hanya Dian Pelangi, tapi sudah banyak sekarang yang terjun di dunia mode. Apakah, Dian Pelangi dan yang lain juga akan "nyinyir"in mereka yang sedang dan baru menekuni bidang design? Enggaklah, saya yankin Dian Pelangi, Jenahara, dll tidak akan merasa begitu, karena apa?! Karena mereka yakin karya mereka akan berbeda dengan yang lain.. Iya kan?! Kalau salah, berarti saya yang sok tahu, hihihi..
Sebenernya orang berhak dan bebas mau nulis apa saja di wall atau timeline mereka, termasuk mau nyinyir di twitter atau FB dengan hashtag yang bermacam-macam. Jujur saja saya pernah juga seperti itu, nyinyir gak karuan, marah-marah ga karuan di Wall FB dan suami saya lah yang mengingatkan saya bahwa itu buruk dan ga pantes kalau saya yang melakukan seperti itu. Suami saya selalu menasihati saya yang masih labil ini (ciye, ciyeeee yang lagi labil, udah kaya ABG aja nie....), menjaga sikap itu perlu dilakukan, ini bisa dikatakan "personal branding". Sampai suatu saat, suami saya memberikan contoh "kalimat ga pantas" kepada saya dan suami saya bilang, "Pantes ga nulis kaya gini?" atau "Baik ga kalau kamu baca tulisan seperti ini?" Dari situ saya mulai berfikir, oh iya ya kalau begini saya kan jadi punya image buruk, kalau saya begitu kan jadinya kaya bla bla bla...
Belum lagi kalau kita ikut komunitas dan menjadi salah satu member aktif atau pengurus komunitas tersebut, pasti ada yang bilang deh, "loh kok itu suka nyinyirin orang yah, padahal dia kan anggota komunitas ini, padahal dia kan pengurus komunitas itu." Nah kaaaan... Langsung anjlok deh reputasi kalian bahkan bisa-bisa komunitasnya juga ikutan runtuh gara-gara pengurusnya/panitianya seneng nyinyir. Dan balik lagi, kita kalau di"nyinyirin" mau ga yah?? Gak mau kan..
Alhamdulillah peran suami saya di sini sangat membantu saya menemukan jalan yang terbaik untuk saya. Mengingatkan saya untuk selalu berkata baik, meskipun melalui suatu kalimat di media social.
Dari situlah setidaknya teman dari dunia maya kita bisa menilai bagaimana kita, mengenal kita melalui kata, kalimat dan tata bahasa disampaikan melalui status atau tweet. Semenjak saat itu, setiap kali saya pengen nyinyirin orang saya berfikir dua kali, lebih baik kan saya tulis dalam bentuk jurnal agar kita tahu sisi negatif dan hikmah apa saja yang kita peroleh dari kejadian ini. Dan yang paling baik adalah kita bisa sharing sama teman atau bahkan pasangan kita.
Kalau kalian kesel, bete, sebel sama seseorang, mending deh dibikin karya melalui tulisan, fiksi atau bahkan puisi. Membangun personal branding tidak semudah yang kita kira, sekali kita "khilaf" semua yang sudah kalian bangun selama ini akan sia-sia saja hanya karena satu kalimat nyinyir. Kita menulis sesuatu yang meminimaliskan prasangka terhadap orang lain kan baik dan sebagai balasannya kita juga akan diterima baik oleh orang lain. Jika saya disuruh membuka catatan lama atau membaca status lama saya di FB, mungkin rasa malu itu pun mampir dalam diri saya, betapa ALAY-nya saya dulu, hihihihi...
Note: Kalau postingan saya ini berupa sindiran untuk seseorang, saya minta maaf. Bukan niat saya untuk nyinyir, tapi niat saya untuk nyindir.. hahaha.. Ga ding, untuk kita berkaca diri saja. Peace!!
Read More
Note: Kalau postingan saya ini berupa sindiran untuk seseorang, saya minta maaf. Bukan niat saya untuk nyinyir, tapi niat saya untuk nyindir.. hahaha.. Ga ding, untuk kita berkaca diri saja. Peace!!
Celoteh Si Kecil, Sasha
Si kecilku tumbuh semakin besar, semakin pintar dam semakin cerdas. Bahasa yang dia ucapkan pun semakin bertambah, bahkan terkadang cara dia berbicara sudah seperti orang dewasa kebanyakan, "sok bijak", hihi tapi geli dan lucu mendengar kata bijaknya. Saya bersyukur sekali punya anak pintar dan cerdas, tak hanya itu Tuhan memberikan saya anugrah terindah sekali dalam hidup saya. Anak saya termasuk anak yang kuat dan tegar, dan gampang sekali diberi pengertian.
Empat tahun akhir July umurnya bertambah, saya terkadang masih tidak menyangka sudah punya anak sebesar ini, kadang perasaan bilang kemarin masih bayi, sekarang usah segede ini dan setinggi ini. Dengan teman sebaya dia, Sasha anak yang paling tinggi diantara mereka. Lucunya pas Sasha berantem sama temannya, dia tipikal anak yang ga mau kalah, judes, tapi ketika marah pun dia ga berlarut-larut, selesai ya selesai sudah. Dia sebenernya ga pilih-pilih juga berteman dengan siapa, tapi kalau udah ada teman yang nyakitin dia, ya dia tidak akan mau bermain dengannya, kecuali kalau hatinya lagi baik banget sama temannya yang udah bikin kesel.
Mendidik anak itu tidak segampang berteori. Selalu jauh apa yang Sudah menjadi teori saat ini. Tapi apapun yang terjadi kita sebagai orang tua sebaliknya mendidik anak dengan kasih sayang. Saya sering miris mendengar berita televisi yang menayangkan berita bayi atau balita dibuang oleh orang tuanya hanya dengan alasan ekonomi atau "kecelakaan". Jika Tuhan sudah mempercayakan kita seorang anak, sebaiknya ya dijaga dengan baik, Tuhan juga tidak seenaknya menitipkan kita seorang anak tanpa kita mampu atau tidak. Banyak pasangan yang masih ingin punya anak, berobat dan periksa ke sana kemari, yang gampang punya anak malah dibuang.
Alhamdullilah, saya sangat berterima kasih telah hadir seorang anak yang lucu dan cerdas, cantik lagi sebagai bonus buat saya juga suami. Saya selalu berdoa dan meminta kepada Allah, agar selalu melindungi Sasha, selalu melimpahkan rezekinya, amin.
Read More
Lunch At Mang Engking Solo
Liburan... Tiap hari kan saya libur sama anak terus, hehe... Kali ini sih sebenernya bukan liburan yah lebih tepatnya lagi ada misi nyari mesin buat photo booth di Solo. Berangkat dari rumah sudah siang banget, nyampek Solo ternyata yang di cari udah ga ada, alias rumahnya kosong, akhirnya perut keroncongan dan perjalanan istirahat di Mang Engking. Sebuah tempat makan bernuansa pedesaan, ada danau-danauan yang banyak ikan berenang di sana, ada lagi nih perahu untuk menikmati danau kecil di sana.
Menu di Mang Engking ini menyediakan masakan tradisional, ada gurame bakar, udang bakar, tumis kangkung dan lain-lain. Tempat makannya juga menarik, di sediakan lesehan dipinggir danau kecil,
kita juga bisa lho ngasih makan ikan-ikan yang ada di danau, jika kita sudah melempar makanan ikan-ikan ngumpul berebut makanannya. Tempatnya cocok untuk keluarga, anak saya seneng banget padahal sebelumnya dia abis teler di perjalanan, melihat tempatnya yang indah seperti ini dia meresa seperti di desa kali yah, jadi bawaannya dia seneng.
Saya waktu itu pesan gurame bakar, dan jus semangka. Di makan bertiga dengan suami dan anak. Kakak saya pesan udang bakar dan tumis kangkung. Sambalnya enak banget, seger. Bumbu gurame dan udang bakarnya juga lezat, semua porsi yang kita makan habis ludes. Minuman yang kita pesan juga ga kalah nikmat, seger, dengan cuaca yang agak panas yah, minuman jus lebih cocok menurut saya.
Setelah makan habis, kita mencoba terapi ikan. Kebetulan di depan disediakan kolam untuk terapi ikan, gratis lagi. Kesempatan ini dimanfaatkan sama suami dan kakak-kakak saya. Saya sih liatin mereka saja dan sambil ketawa melihat ekspresi muka-muka mereka yang digelitik sang terapi, ikan-ikan kecil, enath jenis ikan apa itu, saya kurang mengerti. Liburan mendadak yang penuh cerita. :)
*Kita lagi foto di depan rumah makan Mang Engking, Solo.
*Anak saya yang lagi bergembira, setelah teler diperjalanan. Sekarang tuh udah ceria.. :)
Sebenernya saya masih ada beberapa foto lagi sih, kebetulan saya sempat memotret (meski pake kamera HP) salah view utama di Mang Engking. Nanti deh kalau sempat.. :)
Read More
Menu di Mang Engking ini menyediakan masakan tradisional, ada gurame bakar, udang bakar, tumis kangkung dan lain-lain. Tempat makannya juga menarik, di sediakan lesehan dipinggir danau kecil,
kita juga bisa lho ngasih makan ikan-ikan yang ada di danau, jika kita sudah melempar makanan ikan-ikan ngumpul berebut makanannya. Tempatnya cocok untuk keluarga, anak saya seneng banget padahal sebelumnya dia abis teler di perjalanan, melihat tempatnya yang indah seperti ini dia meresa seperti di desa kali yah, jadi bawaannya dia seneng.
Saya waktu itu pesan gurame bakar, dan jus semangka. Di makan bertiga dengan suami dan anak. Kakak saya pesan udang bakar dan tumis kangkung. Sambalnya enak banget, seger. Bumbu gurame dan udang bakarnya juga lezat, semua porsi yang kita makan habis ludes. Minuman yang kita pesan juga ga kalah nikmat, seger, dengan cuaca yang agak panas yah, minuman jus lebih cocok menurut saya.
Setelah makan habis, kita mencoba terapi ikan. Kebetulan di depan disediakan kolam untuk terapi ikan, gratis lagi. Kesempatan ini dimanfaatkan sama suami dan kakak-kakak saya. Saya sih liatin mereka saja dan sambil ketawa melihat ekspresi muka-muka mereka yang digelitik sang terapi, ikan-ikan kecil, enath jenis ikan apa itu, saya kurang mengerti. Liburan mendadak yang penuh cerita. :)
*Kita lagi foto di depan rumah makan Mang Engking, Solo.
*Anak saya yang lagi bergembira, setelah teler diperjalanan. Sekarang tuh udah ceria.. :)
Sebenernya saya masih ada beberapa foto lagi sih, kebetulan saya sempat memotret (meski pake kamera HP) salah view utama di Mang Engking. Nanti deh kalau sempat.. :)
Read More
Bersih Itu Perlu
AGEE COMPUTER |
2:31 AM |
Daily life
|
Short Story
Hari ini seharian nglimbang-glimbung kaya orang kurang kerjaan (emang ga punya kerjaan), rumah sudah beres, nyiapin nasi untuk makan siang juga sudah, mana ditinggal suami mancing lagi, anak lagi main di rumah neneknya. Di rumah sendiri, mau tidur juga ga bisa, akhirnya baca-baca blog dan lihat-lihat foto di instagram. Ga betah lama sendiria. Di rumah, nge-BBM suami deh biar pulang cepet, belum BBM di baca eh dateng, syukur deh bawa ikan, yaaay masak ikan *lonjak kegirangan*. Sayangnya, ada rempah yang ga ada, dan terpaksa saya yang harus perhi ke pasar terdekat. Ternyata toko pada tutup semua, akhirnya deh berangkat ke pasar besar.
Di pasar besar hari ini saya dikagetkan dengan suatu peristiwa yang jorok. Ceritanya gini, saya muter keliling pasar nyari penjual serai, akhirnya ketemu deh. Akhirnya saja beli serai Rp. 2000 kepada seorang bapak yang sedang berjaga warungnya. Eh pas udah nengok sambil bawa serai buat saya, ternyata bapaknya yang jual sedang ingusan, eeewww.. Mana tangannya pegang-pegang hidung yang ingusnya keluar dari hidungnya, makin bergidik jijik lihatnya. Mau bilang ga jadi beli kan ga enak, terlanjur bilang beli serai Rp.2000. Akhirnya serai saya terima dengan tangan agak sedikit jijik yah, karena saya tahu tangannya itu abis "sisi". Setelah menjauh dari lapak bapaknya tadi, saya taruh serainya di tempat lapak kosong dekat lapak bapakny tadi, entah dia tau enggak yang penting saya ga pegang benda yang abis dia pegang. Saya terpaksa beli serai lagi di lapak seorang ibu yang "sehat".
Dari kejadian ini saya berandai-andai, kalau saya sedang sakit flu, mbok yao pake masker, atau paling enggak jangan jaga lapak dulu deh, ganti yang alin buat jaga lapaknya, kalau kaya gini kan konsumen juga jijik lihat hidung ingusan (mbeler; bahasa jawa) terkesan jorok dan ga paham kebersihan. Dan pelajaran nih buat saya juga, tahu gitu saya bilang ga jadi beli aja pak, abis bapaknya jorok sih, tuh ingus ga dilap pake tisu, hahahahahaha.... Harusnya saya gituin yah tadi biar bapaknya tahu diri biar ga pamer ingus ke pembeli.
Sampai detik saya nulis ini saya masih bergidik jijik kalau inget kejadian tadi. Gara-gara si bapak nih saya hilang duit Rp. 2000. Tapi tak apalah daripada saya kena virus yang dibawa bapaknya tadi, lebih baik kan sehat, bisa makan dengan lahap dan beraktifitas.
Read More
Di pasar besar hari ini saya dikagetkan dengan suatu peristiwa yang jorok. Ceritanya gini, saya muter keliling pasar nyari penjual serai, akhirnya ketemu deh. Akhirnya saja beli serai Rp. 2000 kepada seorang bapak yang sedang berjaga warungnya. Eh pas udah nengok sambil bawa serai buat saya, ternyata bapaknya yang jual sedang ingusan, eeewww.. Mana tangannya pegang-pegang hidung yang ingusnya keluar dari hidungnya, makin bergidik jijik lihatnya. Mau bilang ga jadi beli kan ga enak, terlanjur bilang beli serai Rp.2000. Akhirnya serai saya terima dengan tangan agak sedikit jijik yah, karena saya tahu tangannya itu abis "sisi". Setelah menjauh dari lapak bapaknya tadi, saya taruh serainya di tempat lapak kosong dekat lapak bapakny tadi, entah dia tau enggak yang penting saya ga pegang benda yang abis dia pegang. Saya terpaksa beli serai lagi di lapak seorang ibu yang "sehat".
Dari kejadian ini saya berandai-andai, kalau saya sedang sakit flu, mbok yao pake masker, atau paling enggak jangan jaga lapak dulu deh, ganti yang alin buat jaga lapaknya, kalau kaya gini kan konsumen juga jijik lihat hidung ingusan (mbeler; bahasa jawa) terkesan jorok dan ga paham kebersihan. Dan pelajaran nih buat saya juga, tahu gitu saya bilang ga jadi beli aja pak, abis bapaknya jorok sih, tuh ingus ga dilap pake tisu, hahahahahaha.... Harusnya saya gituin yah tadi biar bapaknya tahu diri biar ga pamer ingus ke pembeli.
Sampai detik saya nulis ini saya masih bergidik jijik kalau inget kejadian tadi. Gara-gara si bapak nih saya hilang duit Rp. 2000. Tapi tak apalah daripada saya kena virus yang dibawa bapaknya tadi, lebih baik kan sehat, bisa makan dengan lahap dan beraktifitas.
Akhirnya Ketemu Juga
Penantian selama hampir setahun akhirnya berakhir dengan indah. Yaay, akhirnya ketemu juga kdengan suami tercinta. Menunggu selama itu memang tidak mudah bagi orang yang tidak pernah terbiasa jauh dari suami. Saya sendiri yang terbiasa jauh, kali ini benar2 menderita karena saya tidak pernah jauh selama itu, hampir setahun.
Setahun kurang 2 minggu, sebut saja setahun. Sebenernya mau cerita tentang kejadian lucu di hotel, tapi saya urungkan dikarenakan mebuat saya malu, hihihi..
Lama ga ketemu suami, ada yang berubah sih dari dia, makin ndut, tapi aku makin suka, membuktikan istrinya ga pernah bikin stress, hahaha...
Jalan-jalan di malam hari di Jogya itu sangat seru. Kebetulan sih hotel kami tak jauh dari Malioboro, paling cuma -/+ 500 meter, kita ambil langkah seribu alias jalan kaki. Untung saat itu saya siap sedia sendal jepit, jadi kaki ga pegel- pegel bangetlah karena high heels kebanggaan saya. Malam itu kami nyari mie jawa, mie yang dimasak pake tungku. Ketemu di belakang jalan Malioboro. Dari jauh sih ditulis "Mie Jawa", seneng deh kita, eh nyampek di dalam ternyata masaknya pake kompor biasa, tapi untuk rasa sih ga kalah enak sama mie jawa. Banyak tempat angkringan di Jogya, tempat ngumpul para anak muda Jogya. Sebenernya saya dengan suami akan bergadang yah sambil makan di angkringan deket hotel, tapi melihat pemandangan lampu-lampu dari kamar hotel jadi males banget buat turun, jadi ya keenakan lihat view dari kamar jadi ngantuk deh..
Besoknya kita jalan-jalan ke Malioboro, lebih tepatnya nyari makan siang dilanjut ke Kaliurang. Tepat di lataran Malioboro ada rumah makan (lupa namanya apa), menu makanan semua pedes. Kebetulan saya pesan ayam penyet dan suami pesan ayam betutu. Pas hidangan yang kami pesan diantar, saya agak kaget sih kenapa suami saya malah ngasih saya ayam berbumbu kuning sedikit berkuah tapi rasanya enak banget, sedangkan saya sadar saya pesannya tadi ayam penyet. Eh, tahunya suami saya belum tahu ayam betutu itu kaya apa. Jadi, pesanan kita ketuker. Saya makan pesanan suami, dan suami makan pesanan saya, padahal saya tahu dia pengen makan ayam betutu, eh malah saya yg makan.. hihihihi.. Abis makan siang kita ke Kaliurang deh. Melihat jalanan kota Yogyakarta jadi pengen banget tinggal di kota ini, ga panas, tapi ramai, banyak kendaraan berseliweran, yah maklumlah kota besar.
Besok paginya saya pengen makan nasi kucing, jadi jatah breakfast kami kasih ke kakak saya yang kemarin siangnya nyusul kami ke Jogya. Saya yang doyan makan, beli 2 bungkus, saya harap sih pas sama perut eh ternyata kurang, dan lucunya dua bungkus nasi kucing lauknya berbeda. Bungkusan yang pertama saya hanya makan nasi dan kering tempe, bungkusan kedua isinya cuma nasi dan sambel teri, tapi sambelnya enak banget, aku beli di dekat hotel Arjuna, sebelum Grand Zuri. Siangnya kami bersantap di empek-empek sekitar jalan Malioboro, dilanda rasa lapar karena capek berkeliling benteng Vredeberg. Sudah lapar, kaki lecet lagi gara-gara jalan kaki jauh pake high heels lagi (salah sapa ngene ki jal?!) hahaha...
Hari terakhir seneng mau pulang trus ketemu anak saya yang paling lucu dan ngangenin, juga ga sabar pengen ngerti dan merekam di otak momen ketika mereka bertemu.
Lucu juga sih melihat si anak yang lengket terus sama si papa. Kangen, begitu gambaran dari wajah keduanya. Happy banget bisa ngumpul seperti sekarang.
Read More
Setahun kurang 2 minggu, sebut saja setahun. Sebenernya mau cerita tentang kejadian lucu di hotel, tapi saya urungkan dikarenakan mebuat saya malu, hihihi..
Lama ga ketemu suami, ada yang berubah sih dari dia, makin ndut, tapi aku makin suka, membuktikan istrinya ga pernah bikin stress, hahaha...
Jalan-jalan di malam hari di Jogya itu sangat seru. Kebetulan sih hotel kami tak jauh dari Malioboro, paling cuma -/+ 500 meter, kita ambil langkah seribu alias jalan kaki. Untung saat itu saya siap sedia sendal jepit, jadi kaki ga pegel- pegel bangetlah karena high heels kebanggaan saya. Malam itu kami nyari mie jawa, mie yang dimasak pake tungku. Ketemu di belakang jalan Malioboro. Dari jauh sih ditulis "Mie Jawa", seneng deh kita, eh nyampek di dalam ternyata masaknya pake kompor biasa, tapi untuk rasa sih ga kalah enak sama mie jawa. Banyak tempat angkringan di Jogya, tempat ngumpul para anak muda Jogya. Sebenernya saya dengan suami akan bergadang yah sambil makan di angkringan deket hotel, tapi melihat pemandangan lampu-lampu dari kamar hotel jadi males banget buat turun, jadi ya keenakan lihat view dari kamar jadi ngantuk deh..
Besoknya kita jalan-jalan ke Malioboro, lebih tepatnya nyari makan siang dilanjut ke Kaliurang. Tepat di lataran Malioboro ada rumah makan (lupa namanya apa), menu makanan semua pedes. Kebetulan saya pesan ayam penyet dan suami pesan ayam betutu. Pas hidangan yang kami pesan diantar, saya agak kaget sih kenapa suami saya malah ngasih saya ayam berbumbu kuning sedikit berkuah tapi rasanya enak banget, sedangkan saya sadar saya pesannya tadi ayam penyet. Eh, tahunya suami saya belum tahu ayam betutu itu kaya apa. Jadi, pesanan kita ketuker. Saya makan pesanan suami, dan suami makan pesanan saya, padahal saya tahu dia pengen makan ayam betutu, eh malah saya yg makan.. hihihihi.. Abis makan siang kita ke Kaliurang deh. Melihat jalanan kota Yogyakarta jadi pengen banget tinggal di kota ini, ga panas, tapi ramai, banyak kendaraan berseliweran, yah maklumlah kota besar.
Besok paginya saya pengen makan nasi kucing, jadi jatah breakfast kami kasih ke kakak saya yang kemarin siangnya nyusul kami ke Jogya. Saya yang doyan makan, beli 2 bungkus, saya harap sih pas sama perut eh ternyata kurang, dan lucunya dua bungkus nasi kucing lauknya berbeda. Bungkusan yang pertama saya hanya makan nasi dan kering tempe, bungkusan kedua isinya cuma nasi dan sambel teri, tapi sambelnya enak banget, aku beli di dekat hotel Arjuna, sebelum Grand Zuri. Siangnya kami bersantap di empek-empek sekitar jalan Malioboro, dilanda rasa lapar karena capek berkeliling benteng Vredeberg. Sudah lapar, kaki lecet lagi gara-gara jalan kaki jauh pake high heels lagi (salah sapa ngene ki jal?!) hahaha...
Hari terakhir seneng mau pulang trus ketemu anak saya yang paling lucu dan ngangenin, juga ga sabar pengen ngerti dan merekam di otak momen ketika mereka bertemu.
Lucu juga sih melihat si anak yang lengket terus sama si papa. Kangen, begitu gambaran dari wajah keduanya. Happy banget bisa ngumpul seperti sekarang.
Memory Dalam Lagu "Tak Bisa Ke Lain Hati - KLA"
Masih ingat lagu KLA Project yang judulnya "Tak Bisa Ke Lain Hati", lagu nostalgia sewaktu masih kecil? Bukan maksud terkenang atau mengenang seseorang di masa lalu tapi saya hanya ingin mengenang kenangan indah di waktu kecil atau garis besarnya menginjak remaja. Dunia yang baru bagi saya ketika itu, dunia baru dengan pengalaman dan teman-teman baru. Dunia baru di mana aku melangkahkan kakiku untuk belajar memaknai hidup, mengenal arti persahabatan dan indahnya kebersamaan bersama teman-teman dan sahabat. Dunia baru yang mendewasakan dan memberikan banyak kejutan dalam kehidupan. Dunia di mana saya harus melepas sifat dan kebiasaan yang kekanak-kanakan.
Mengenal berbagai maam karakter teman dan sahabat, dari yang baik, lucu, bawel bahkan yang paking menyebalkan. Teman dan sahabat yang selalu memahatkan kenangan indah di dalam hati. Mereka seslalu memahamiku, selalua menempatkan aku di dalam hati mereka. Yah, meski terkadang saya pernah menyakiti mereka, dan mereka tak sengaja menyakiti saya, namum pada akhirnya kami saling memeluk memaafkan dan kembali bersama.
What a great memory, teman dan sahabat saya di SMP, khususnya teman dan sahabat kelas 1B, 2F, dan 3B. Rindu dengan celoteh dan canda kalian. Rindu momen-momen ketika itu, ketika saya masih berpakaian putih biru. Yang masih saya ingat saat itu saya masih naik sepeda, siang-siang bolong, panas saya harus mengayuh sepeda untuk belajar. Berangkat bersama teman-teman dan bercanda, sampai sekolah berkumpul di depan kelas, dan menunggu kelas usai dipakai oleh kakak kelas, rame saat itu. Ada yang bercanda, serius dengerin temannya cerita, dan bahkan ada yang sedang ngerjain PR, hihihihi...
Indahnya mengenang masa SMP dulu... :D
Read More
Mengenal berbagai maam karakter teman dan sahabat, dari yang baik, lucu, bawel bahkan yang paking menyebalkan. Teman dan sahabat yang selalu memahatkan kenangan indah di dalam hati. Mereka seslalu memahamiku, selalua menempatkan aku di dalam hati mereka. Yah, meski terkadang saya pernah menyakiti mereka, dan mereka tak sengaja menyakiti saya, namum pada akhirnya kami saling memeluk memaafkan dan kembali bersama.
What a great memory, teman dan sahabat saya di SMP, khususnya teman dan sahabat kelas 1B, 2F, dan 3B. Rindu dengan celoteh dan canda kalian. Rindu momen-momen ketika itu, ketika saya masih berpakaian putih biru. Yang masih saya ingat saat itu saya masih naik sepeda, siang-siang bolong, panas saya harus mengayuh sepeda untuk belajar. Berangkat bersama teman-teman dan bercanda, sampai sekolah berkumpul di depan kelas, dan menunggu kelas usai dipakai oleh kakak kelas, rame saat itu. Ada yang bercanda, serius dengerin temannya cerita, dan bahkan ada yang sedang ngerjain PR, hihihihi...
Indahnya mengenang masa SMP dulu... :D
Read More
Friendship
Sebenernya apa sih itu "PERSAHABATAN"? Kalian nyadar ga sih teman dekat kalian itu bisa dibilang "SAHABAT"? Bagi saya, sahabat itu selalu ada saat kita bahagia dan sedih, selalu ingat kita saat mereka bahagia. Saya punya sahabat sejati? Oh jelas saya punya (Inshallah mereka adalah sahabat saya), mereka adalah sahabat-sahabat saya yang baik. Sahabat saya ga hanya perempuan, bahkan teman baik saya kebanyakan laki-laki, kenapa? Entah kenapa tiap saya punya teman laki-laki, apalagi yang cocok beteman dengan saya, mereka akan memberikan kenyamanan, maksud saya di sini, mereka perhatian, ga perhitungan, dan bahkan tidak udah tersinggung. Berbeda dengan teman-teman perempuan yang pernah dekat dengan saya (tapi tidak semua yaaa..), kebanyakan mereka hatinya mudah tersinggung, dibilang gini marah, manyun, ujung-ujungnya saya didiemin.
Didiemin secara tiba-tiba pernah saya mengalaminya. Saat saya kuliah dulu, entah semester berapa saya sudah lupa, alasannya juga saya nggak tahu, dan saya juga ga ngerti dan ga paham letak kesalahan saya dimana. Sekali dua kali saya ajak ngobrol masih ga enak, ya udah, emang siapa juga yang butuh situ, I can live with or without you... Emang kalau diemin saya, saya bakal intropeksi apa? Ogah sih kalau saya, emang mereka siapa?? Nothing..!! (kalau yang saya bicarain baca, dan merasa ya silahkan kalau tersinggung, berarti yang saya maksud kudu sadar diri yah, kan situ yang musuhi saya :p). Inget sih dulu waktu penelitian, saya susah payah minta ijin ke kepala sekolah buat penelitian, udah dateng-dateng ke sana, ternyata ide saya juga ga dipake, nah kenapa juga dulu mau nurutin ide saya, bilang donk kalau ada ide lain, ga menghargai banget, belum lagi pas pergantian ide lain, saya nih ga dikasih tahu. Gila kan?! Buang-buang waktu saya aja.. Saya pengen deh rasanya maki-maki orang kaya begini, duh udah mahasiswa loh, otaknya kok kaya anak SD!! Gimana ga marah coba, punya kelompok belajar tp ga bisa saling mengharai pendapt orang lain.. *sigh*
Ah, kok saya ga penah ya ngalami kejadian kaya gini dengan teman-teman saya pas SMA dulu. Mereka itu care, saling pengertian, kalaupun ada yang marah, ngambek pun ga pernah sampek berbulan-bulan, paling belum seminggu udah baikan, gila-gilaan lagi. Jika kita ada kurang, ya diomongin baik-baik, ga main diemin orang seenaknya aja. Emang kalau udah diemin orang, orang itu bakal ngemis-ngemis beteman dengan kamu? Kalau saya sih nggak!! Dan kita semua menghargai semua pendapat teman yang lain, dan masih menganggap orang lain ada, juga tidak sok pinter!!Teman-teman SMAsaya juga ga pernah pilih kasih, ga pernah memandang kaya atau miskin, dan yang terpenting mereka tidak pernah memanfaatkan teman meski pun ada teman yang kaya. Semua menganggap kita sama. Jadi, kalau kita ada acara kumpul bareng ya semua dikabarin, saling mengingatkan.
Sembilan tahun, kita berpisah, sejak lulus sekolah. Dan saya masih ingat jaman itu, saat dua teman kami dinyatakan tidak lulus ujian, kami berkumpul dan mencoba menghibur mereka, biar mereka tidak terbebani oleh pengumuman yang seperti hantu itu. Dari awal kami dipersatukan di kelas 3 IPA 2, hingga sekarang, kami masih ingat satu sama lain, meskipun banyak yang sudah menyandang status suami atau istri orang, kami tidak banyak berubah, sama saja seperti dulu. Mungkin saya ya, salah seorang teman yang paling baik bilang saya lebih anteng sekarang, nggak pecicilan seperti dulu. Pecicilan? Bukan pecicilan tapi saya itu gadis (dulu) yang paling bawel dan paling ga bisa diem, manja lagi (untungnya mereka juga manjain saya, hihihi..)
Jadi inget jaman sekolah dulu, saya paling ga tahan kalau duduk sama anak yang pas-pasan "otak"nya, ga bisa ngasih jawaban yang bener pas ulangan harian, hahahaha... Pas ujian semester paling ga bisa ga bawa contekan, hihihihi...Waktu olah raga, disuruh lari eh kita malah enak-enakan jalan kaki. Oh ya, saya paling ga kuat klau disuruh lari-lari, nafas saya jadi berat..
Pas jam kosong? Rame-rame deh kita ke kantin.. Menyenangkan punya temen seperti mereka. I wanna turn back the time to see you again guys, ngumpul-ngumpul lagi :D There are no friends like you..

Source of here
Weekend kemarin kita sempat kumpul sebentar sih, dikawinannya salah seorang kawan, Ferry. Meskipun sebentar, bagi saya itu sangat berharga sekali. Saya lihat tidak ada yang berubah dari mereka semua. Erna, masih sama seperti yang dulu, agak perhitungan, hihihihi... Dewi juga masih sama seperti yg dulu, Care. Teman yang laki-laki juga masih sama, samaganteng gendengnya, lucu bikin ketawa dan ilang deh rasa bosennya kalau ada mereka.. :D
Repost from Sashawnee blog (my another blog)
Thursday, December 12, 2013
Read More
Didiemin secara tiba-tiba pernah saya mengalaminya. Saat saya kuliah dulu, entah semester berapa saya sudah lupa, alasannya juga saya nggak tahu, dan saya juga ga ngerti dan ga paham letak kesalahan saya dimana. Sekali dua kali saya ajak ngobrol masih ga enak, ya udah, emang siapa juga yang butuh situ, I can live with or without you... Emang kalau diemin saya, saya bakal intropeksi apa? Ogah sih kalau saya, emang mereka siapa?? Nothing..!! (kalau yang saya bicarain baca, dan merasa ya silahkan kalau tersinggung, berarti yang saya maksud kudu sadar diri yah, kan situ yang musuhi saya :p). Inget sih dulu waktu penelitian, saya susah payah minta ijin ke kepala sekolah buat penelitian, udah dateng-dateng ke sana, ternyata ide saya juga ga dipake, nah kenapa juga dulu mau nurutin ide saya, bilang donk kalau ada ide lain, ga menghargai banget, belum lagi pas pergantian ide lain, saya nih ga dikasih tahu. Gila kan?! Buang-buang waktu saya aja.. Saya pengen deh rasanya maki-maki orang kaya begini, duh udah mahasiswa loh, otaknya kok kaya anak SD!! Gimana ga marah coba, punya kelompok belajar tp ga bisa saling mengharai pendapt orang lain.. *sigh*
Ah, kok saya ga penah ya ngalami kejadian kaya gini dengan teman-teman saya pas SMA dulu. Mereka itu care, saling pengertian, kalaupun ada yang marah, ngambek pun ga pernah sampek berbulan-bulan, paling belum seminggu udah baikan, gila-gilaan lagi. Jika kita ada kurang, ya diomongin baik-baik, ga main diemin orang seenaknya aja. Emang kalau udah diemin orang, orang itu bakal ngemis-ngemis beteman dengan kamu? Kalau saya sih nggak!! Dan kita semua menghargai semua pendapat teman yang lain, dan masih menganggap orang lain ada, juga tidak sok pinter!!Teman-teman SMAsaya juga ga pernah pilih kasih, ga pernah memandang kaya atau miskin, dan yang terpenting mereka tidak pernah memanfaatkan teman meski pun ada teman yang kaya. Semua menganggap kita sama. Jadi, kalau kita ada acara kumpul bareng ya semua dikabarin, saling mengingatkan.
Sembilan tahun, kita berpisah, sejak lulus sekolah. Dan saya masih ingat jaman itu, saat dua teman kami dinyatakan tidak lulus ujian, kami berkumpul dan mencoba menghibur mereka, biar mereka tidak terbebani oleh pengumuman yang seperti hantu itu. Dari awal kami dipersatukan di kelas 3 IPA 2, hingga sekarang, kami masih ingat satu sama lain, meskipun banyak yang sudah menyandang status suami atau istri orang, kami tidak banyak berubah, sama saja seperti dulu. Mungkin saya ya, salah seorang teman yang paling baik bilang saya lebih anteng sekarang, nggak pecicilan seperti dulu. Pecicilan? Bukan pecicilan tapi saya itu gadis (dulu) yang paling bawel dan paling ga bisa diem, manja lagi (untungnya mereka juga manjain saya, hihihi..)
Jadi inget jaman sekolah dulu, saya paling ga tahan kalau duduk sama anak yang pas-pasan "otak"nya, ga bisa ngasih jawaban yang bener pas ulangan harian, hahahaha... Pas ujian semester paling ga bisa ga bawa contekan, hihihihi...Waktu olah raga, disuruh lari eh kita malah enak-enakan jalan kaki. Oh ya, saya paling ga kuat klau disuruh lari-lari, nafas saya jadi berat..
Pas jam kosong? Rame-rame deh kita ke kantin.. Menyenangkan punya temen seperti mereka. I wanna turn back the time to see you again guys, ngumpul-ngumpul lagi :D There are no friends like you..
Source of here
Weekend kemarin kita sempat kumpul sebentar sih, dikawinannya salah seorang kawan, Ferry. Meskipun sebentar, bagi saya itu sangat berharga sekali. Saya lihat tidak ada yang berubah dari mereka semua. Erna, masih sama seperti yang dulu, agak perhitungan, hihihihi... Dewi juga masih sama seperti yg dulu, Care. Teman yang laki-laki juga masih sama, sama
Repost from Sashawnee blog (my another blog)
Thursday, December 12, 2013
Read More
Intermezzo: Love Never Say Sorry
"Love never say sorry." - Yoo Hee.
Kutipan di atas adalah kutipan dari salah satu drama Korea favourite-ku, Love Rain. Kebetulan saya juga suka dan mencintai hujan. Kutipan di atas berarti "Cinta tidak pernah bilang 'maaf'.". Saya kok tidak setuju ya soal kutipan di atas? Sebenenya tidak hanya Love Rain sih yang menggunakan quote tersebut di dalam dialognya, tapi ada sih draqma Korea yang juga pernah menggunakan kata-kata seperti itu. Intinya, jika kita mencintai jangan mengucapkan "maaf",. Kata yang tepat digunakan adalah "Terima Kasih".
Kata maaf digunakan untuk kita mengungkapkan rasa bersalah. Kita manusia yang selalu menjadi tempatnya salah, dan kita diharuskan meminta maaf. Bahkan adakalanya seseorang yang tidak bersalah pun "harus" menggunakan kata maaf, biasanya digunakan untuk kata "mengalah", bahwa dia tidak ingin memperpanjang masalah dan mengalah, akhirnya kata maaf terucap dari bibir mereka. Harusnya kata "MAAF" memang sangat perlu untuk dikatakan even untuk sepasang kekasih. Sepasang kekasih kan juga manusia, yang punya salah dan khilaf. Sebagai contoh, saat kita melakukan kesalahan lalu kita berbohong untuk menutup kesalahan kita, lama-lama juga ketahuan, yah sikap kita gimana kalau ketahuan bohong? Masa tidak mau minta maaf hanya karena dia kekasih kita? Tidak kan?! Kita tetap minta maaf.. Kan memang seharusnya begitu.
Saya rasa akan menjadi janggal jika sesama manusia tidak meminta maaf kalau dia melakukan kesalahan, terkesan SOMBONG. Sebagian orang memang berat mengucapkan kata "MAAF", mungkin gengsi kali yah.. Tapi jika kata MAAF itu keluar dari hati yang tulus, akan ada akhir yang indah. Orang lain juga akan baik menilai kita, apalagi kita sebagai orang timur yang terkenal akan keramahan dan kesantunan. Meskipun saya belum pernah ke luar negeri, saya cukup banyak mendengar bahwa orang-orang bule di sana tak segan-segan bilang "MAAF", dan "TERIMA KASIH.'
Jika kata maaf memang sudah keluar dari bibirmu, dan hatimu, tak usah mengharap orang memaafkanmu, karena kamu sudah berbuat baik untuk meminta maaf, dan hal yang terbaik adalah MEMAAFKAN.
Read More
Bidadari Kecilku
AGEE COMPUTER |
7:55 AM |
Daily life
|
My Love
Di dalam kehangatan tidurmu, ada seuntai senyum lugu tiada dosa, mendekap damai dalam mimpi yang indah. Harum nafasmu melepas semua lelah. Aku belai rambutmu yang bergelombang, ku kecup mesra keningmu hanyut dalam untaian nyanyian peri kecil. Tidurlah bidadari kecilku, lepas semua lelahmu hari ini, jemput impimu dalam setiap doa-doa yang tepanjatkan untukmu, mimpikan dirimu dalam taman penuh bunga dan kupu-kupu bermain dengan riang.
Tidurlah bintang kecilku, cahayamu akan menerangi sukma, cahayamu menjadi berlian di langit ketika malam menjelang. Engkaulah yang menjadi alasan untuk terus berpacu semangat hidup untuk mencapai asa. Engkau juga yang menjadi alasan untuk tetap bertahan menggapai bulan yang ingin kau sentuh.
Kelak ketika kau beranjak dewasa, pilihlah jalanmu yang selalu cerah menerangi hidupmu. menggapai semua cita dan cinta yang kau harapkan, meraih mimpi yang selalu datang pada malam-malam indahmu, menentukan warna-warni kehidupanmu dengan semua bekal waspada dalam tiap pikiranmu untuk meraih harapan.
Dedicated to My most beautiful little angel, Sasha. You are our heart, happiness, life and without you we are nothing. Mom and Dad love you. Always make us smile and laugh
Your Mom
*Repost
Tidurlah bintang kecilku, cahayamu akan menerangi sukma, cahayamu menjadi berlian di langit ketika malam menjelang. Engkaulah yang menjadi alasan untuk terus berpacu semangat hidup untuk mencapai asa. Engkau juga yang menjadi alasan untuk tetap bertahan menggapai bulan yang ingin kau sentuh.
Kelak ketika kau beranjak dewasa, pilihlah jalanmu yang selalu cerah menerangi hidupmu. menggapai semua cita dan cinta yang kau harapkan, meraih mimpi yang selalu datang pada malam-malam indahmu, menentukan warna-warni kehidupanmu dengan semua bekal waspada dalam tiap pikiranmu untuk meraih harapan.
Dedicated to My most beautiful little angel, Sasha. You are our heart, happiness, life and without you we are nothing. Mom and Dad love you. Always make us smile and laugh
Your Mom
*Repost
Saturday, May 21, 2011
Read More
Darah Lebih Kental Dari Air
AGEE COMPUTER |
8:00 AM |
Daily life
|
Sharing
Darah lebih kental dari air, ungkapan tersebut menggambarkan tentang persaudaraan kandung. Berbicara tentang manusia adalakalnya memang sering melakukan kesalahan, bagaimana pun manusia memang tempatnya lupa dan salah. Begitu juga dengan saudara kandung kita. Seburuk apapun mereka, mereka tetap saudara kandung, sedarah.
Saya terkadang dan bahkan sering berbeda pendapat dengan kakak-kakak saya bahkan malah diem-dieman. Meski begitu kita tidak langsung berdiam dan memutuskan hubungan begitu saja, ya damai pada akhirnya. Toh bagaimana pun kita terus membutuhkan mereka kelak begitu juga sebaliknya.
Namun ternyata hal ini tidak berlaku pada saudara sepupu saya. Saya lihat malah sebaliknya, darah lebih cair dari air. Mereka lima bersaudara namun tak pernah bisa menerima kelemahan saudara kandung mereka sendiri. Bahkan di satu sisi mereka hanya saling menjatuhkan, saling memfitnah satu sama lain. Melihat ego mereka masing-masing sebenarnya saya prihatin dan bersyukur. Prihatin karena keadaan mereka yang bisa dibilang ga kompak dengan saudara kandung. Saya bersyukur sekali saya tidak berada dilingkaran setan dengan mereka. Bahkan saling menyalahkan adalah hobi mereka. Selalu ada prasangka buruk di dalam otak mereka. Dan yang tak habis pikir adalah kakak dan adik saling lempar kesalahan. Ya, mirip anak kecil yang belum tahu apa itu dewasa padahal umur mereka sudah dibilang mau busuk alias terlalu matang (baca: tua). Yah yang seharusnya darah lebih kental dari air tidak berlaku oleh mereka. Sesama saudara kandung saja begitu, apalagi sama orang lain seperti apa? Hah, yang pasti sudah tidak jauh-jauh dari sifat mereka yang seperti itu.
Bagaimana pun juga saudara adalah satu-satunya harta yang paling berharga daripada uang atau lainnya. Seburuk apapun itu kita harus bisa menjaga hubungan baik dengan saudara sendiri. Saya saudara terkecil, kakak-kakak saya masih menganggap saya seperti anak yang masih harus terus diawasi. Terkadang memang risih sih terhadap perlakuan seperti itu dari kakak, gimana pun juga kalau kita selalu berfikir positif hasilnya juga akan positif, artinya kakak saya itu perhatian dan ga mau adiknya ada apa-apa. Saya terima itu asalkan masih garis aman atau belum mengganggu privacy saya sebagai seorang istri yang seharusnya suami saya yang harusnya lebih perhatian lagi terhadap diri saya.
Read More
Saya terkadang dan bahkan sering berbeda pendapat dengan kakak-kakak saya bahkan malah diem-dieman. Meski begitu kita tidak langsung berdiam dan memutuskan hubungan begitu saja, ya damai pada akhirnya. Toh bagaimana pun kita terus membutuhkan mereka kelak begitu juga sebaliknya.
Namun ternyata hal ini tidak berlaku pada saudara sepupu saya. Saya lihat malah sebaliknya, darah lebih cair dari air. Mereka lima bersaudara namun tak pernah bisa menerima kelemahan saudara kandung mereka sendiri. Bahkan di satu sisi mereka hanya saling menjatuhkan, saling memfitnah satu sama lain. Melihat ego mereka masing-masing sebenarnya saya prihatin dan bersyukur. Prihatin karena keadaan mereka yang bisa dibilang ga kompak dengan saudara kandung. Saya bersyukur sekali saya tidak berada dilingkaran setan dengan mereka. Bahkan saling menyalahkan adalah hobi mereka. Selalu ada prasangka buruk di dalam otak mereka. Dan yang tak habis pikir adalah kakak dan adik saling lempar kesalahan. Ya, mirip anak kecil yang belum tahu apa itu dewasa padahal umur mereka sudah dibilang mau busuk alias terlalu matang (baca: tua). Yah yang seharusnya darah lebih kental dari air tidak berlaku oleh mereka. Sesama saudara kandung saja begitu, apalagi sama orang lain seperti apa? Hah, yang pasti sudah tidak jauh-jauh dari sifat mereka yang seperti itu.
Bagaimana pun juga saudara adalah satu-satunya harta yang paling berharga daripada uang atau lainnya. Seburuk apapun itu kita harus bisa menjaga hubungan baik dengan saudara sendiri. Saya saudara terkecil, kakak-kakak saya masih menganggap saya seperti anak yang masih harus terus diawasi. Terkadang memang risih sih terhadap perlakuan seperti itu dari kakak, gimana pun juga kalau kita selalu berfikir positif hasilnya juga akan positif, artinya kakak saya itu perhatian dan ga mau adiknya ada apa-apa. Saya terima itu asalkan masih garis aman atau belum mengganggu privacy saya sebagai seorang istri yang seharusnya suami saya yang harusnya lebih perhatian lagi terhadap diri saya.
Read More
Mutu Tayangan Televisi
AGEE COMPUTER |
7:56 AM |
Daily life
|
Sharing
Beberapa hari ini rumah saya kedatangan sepupu. Dia menginap di sini selama seminggu. Seneng sih ada saudara di rumah jadi rame kan rumah, ada yang diajak cerita juga. Selama dia berada di rumah hiburan dia selain nemenin saya dan ibu saya ngobrol adalah nonton TV. Payahnya, yang dia tonton film atau drama-drama yang bikin jantung penontonnya lepas atau bikin ibu-ibu teriak-teriak kaya udah gantiin sang sutradaranya. Huft.
Selama dia ga di rumah, yang saya tonton sehari-hari ya kalau ga news, film dan kartun ( karena anak saya penggemar kartun, mau ga mau ikut nonton dan ngikuti). Saya jadi inget tulisan Alit "Acara-acara Nggak Mutu di TV". Saya membenarkan semua pendapat Alit dari infotainment abal sampai lawakan basi. Saya juga heran kenapa tayangan televisi jaman sekarang sangat berbeda dengan tontonan jaman dulu. Semakin banyak acara televisi yang membodohi anak jaman sekarang.
Di jaman saya dulu masih banyak acara khusus anak-anak. Saya masih ingat acara favourite saya dulu, Tralala-Trilili. Acara yang mengupas habis lagu-lagu anak pada jamannya.
Sekarang? Saya belum menemukan acara seperti TT di jaman ini.
Belum lagi mutu artistnya. Beberapa bulan yang lalu saya nonton acara di Metro Tv mengulas tentang artists yang senang membuat kontroversial dari pada artis yang mencetak karya. Di dalam acara tersebut, salah satu pemilik management artis yang sudah senior mengatakan bahwa artis dulu berbeda dengan artis sekarang. Kalau dulu dia harus bekerja keras ikut audisi, bermain sinetron baru masuk infotainment berbeda dengan artis jaman sekarang, mereka terkenal kebanyakan dari sensasi yang dia sebarkan di infotainment kemudian barulah dia dapat tawaran main sinetron dll. Belum lagi kalau sudah menyinggung soal sinetron. Sinetron dulu ga selebay sekarang. Banyak yang instan pemerannya. Telebih lagi episodenya banyak dan jalan cerita juga semakin tidak bermutu.

Alit di blognya juga membahas tentang acara musik palsu. Alit bilang kalau banyak penyanyi lipsync. Saya setuju soalnya saya pernah lihat banyak artis yang berpura-pura nyanyi di salah satu acara musik, gerakan mulutnya ga sama kaya suara yang keluar, sepertinya si penyanyi lupa sama lyricnya. Mutu lagu dan penyanyi jaman sekarang juga makin ngebetein. Lagu-lagunya banyak yang kurang enak dan pencipta lagunya harusnya mau belajar sastra juga seperti Katon Bagaskara dengan KLA-nya. Parahnya penyanyi sekelas KLA yang dulu banyak disuka malah sekarang kalah dengan band-band Alay yang rambutnya udah kaya tirai rumah nutupi muka. Belum lagi klaim menjiplak lagu dari negara lain.. -_____-
Belum lagi acara acara komedinya, terutama kalau ada artis komedi yang menurut saya ga lucu trus maksa untuk ngelucu dan pada akhirnya bahan komediannya hanya ngolok-ngolok fisik pemain atau penontonnya. Saya risih sekali, dan saya juga heran dengan KPI, kok artis seperti itu masih juga diijinkan nongol di tv?!
Saya cuma berharap untuk pertelevisian di negara tercinta ini, untuk memperbaiki mutu dan kualitas isi juga tmapilan. Hilangkan acara-acara yang setidaknya tidak memberikan dampak baik untuk anak-anak. Tayangkan acara yang baik untuk anak pada saat Prime Time. Jangan hanya karena rating lalu seenaknya sendiri membuat acara yang tidak mendidik. Saya kangen acara-acara seperti Tralala-Trilili, atau Sinetron seperti Lupus (versi Sinetron) dll. Bukan hanya itu saja, sajian film kartun tiap minggu juga banyak berkurang. Saat saya masih kecil, dari pagi sampai siang saya selalu tidak pernah absen untuk nonton kartun kesayangan seperti, Sailormoon, Doraemon, Wedding Peach, Detective Conan dll. Kemana acara-acara tersebut hilang? dan kapan akan kembali???
Read More
Selama dia ga di rumah, yang saya tonton sehari-hari ya kalau ga news, film dan kartun ( karena anak saya penggemar kartun, mau ga mau ikut nonton dan ngikuti). Saya jadi inget tulisan Alit "Acara-acara Nggak Mutu di TV". Saya membenarkan semua pendapat Alit dari infotainment abal sampai lawakan basi. Saya juga heran kenapa tayangan televisi jaman sekarang sangat berbeda dengan tontonan jaman dulu. Semakin banyak acara televisi yang membodohi anak jaman sekarang.
Di jaman saya dulu masih banyak acara khusus anak-anak. Saya masih ingat acara favourite saya dulu, Tralala-Trilili. Acara yang mengupas habis lagu-lagu anak pada jamannya.
Sekarang? Saya belum menemukan acara seperti TT di jaman ini.
Belum lagi mutu artistnya. Beberapa bulan yang lalu saya nonton acara di Metro Tv mengulas tentang artists yang senang membuat kontroversial dari pada artis yang mencetak karya. Di dalam acara tersebut, salah satu pemilik management artis yang sudah senior mengatakan bahwa artis dulu berbeda dengan artis sekarang. Kalau dulu dia harus bekerja keras ikut audisi, bermain sinetron baru masuk infotainment berbeda dengan artis jaman sekarang, mereka terkenal kebanyakan dari sensasi yang dia sebarkan di infotainment kemudian barulah dia dapat tawaran main sinetron dll. Belum lagi kalau sudah menyinggung soal sinetron. Sinetron dulu ga selebay sekarang. Banyak yang instan pemerannya. Telebih lagi episodenya banyak dan jalan cerita juga semakin tidak bermutu.
Alit di blognya juga membahas tentang acara musik palsu. Alit bilang kalau banyak penyanyi lipsync. Saya setuju soalnya saya pernah lihat banyak artis yang berpura-pura nyanyi di salah satu acara musik, gerakan mulutnya ga sama kaya suara yang keluar, sepertinya si penyanyi lupa sama lyricnya. Mutu lagu dan penyanyi jaman sekarang juga makin ngebetein. Lagu-lagunya banyak yang kurang enak dan pencipta lagunya harusnya mau belajar sastra juga seperti Katon Bagaskara dengan KLA-nya. Parahnya penyanyi sekelas KLA yang dulu banyak disuka malah sekarang kalah dengan band-band Alay yang rambutnya udah kaya tirai rumah nutupi muka. Belum lagi klaim menjiplak lagu dari negara lain.. -_____-
Belum lagi acara acara komedinya, terutama kalau ada artis komedi yang menurut saya ga lucu trus maksa untuk ngelucu dan pada akhirnya bahan komediannya hanya ngolok-ngolok fisik pemain atau penontonnya. Saya risih sekali, dan saya juga heran dengan KPI, kok artis seperti itu masih juga diijinkan nongol di tv?!
Saya cuma berharap untuk pertelevisian di negara tercinta ini, untuk memperbaiki mutu dan kualitas isi juga tmapilan. Hilangkan acara-acara yang setidaknya tidak memberikan dampak baik untuk anak-anak. Tayangkan acara yang baik untuk anak pada saat Prime Time. Jangan hanya karena rating lalu seenaknya sendiri membuat acara yang tidak mendidik. Saya kangen acara-acara seperti Tralala-Trilili, atau Sinetron seperti Lupus (versi Sinetron) dll. Bukan hanya itu saja, sajian film kartun tiap minggu juga banyak berkurang. Saat saya masih kecil, dari pagi sampai siang saya selalu tidak pernah absen untuk nonton kartun kesayangan seperti, Sailormoon, Doraemon, Wedding Peach, Detective Conan dll. Kemana acara-acara tersebut hilang? dan kapan akan kembali???
Read More
You Don't Know How Much I Miss You
Kamu tak tau aku sangat merindukanmu.
Menanti kabarmu dengan perasaan tak menentu.
Dalam hati ini selalu memanggil namamu.
Tak sadarkah kau? Tiap kali aku mencuri perhatianmu, tak pahamkah kau?
Aku menangis tiap malam, tak merasakah kau?
Iya, karena kau tak pernah tahu aku merindukanmu sedalam ini.
Read More
Menanti kabarmu dengan perasaan tak menentu.
Dalam hati ini selalu memanggil namamu.
Tak sadarkah kau? Tiap kali aku mencuri perhatianmu, tak pahamkah kau?
Aku menangis tiap malam, tak merasakah kau?
Iya, karena kau tak pernah tahu aku merindukanmu sedalam ini.
Sepi
Sepi, seperti yang aku rasakan sekarang.
Berdiam, mengkhayal dan bermimpi mencari dan mendapatkan tempatku yang dulu kembali.
Tidak mungkin.
Tempat ini terlalu sepi dan miris.
Tak ada kawan yang aku datangi saat aku ingin bicara.
Tak lagi ada mereka yang diam-diam membicarakan lawannya dibelakang mereka.
Dan tak kan ada lagi suara terikan-teriakan sumbang wanita gemuk memanggil-manggil anaknya.
Semua hilang seperti ombak menyapu karang kecil dipinggir pantai dan mendamparkan di tempat yang membuatku semakin menjadikan diriku jauh dari diriku yang sebenarnya.
Entah tak tahu kapan waktu itu akan datang, yang pasti saat ini ombak di pantai masih membuatku terombang-ambing tak tentu.
Mereka, harusnya wajib mengembalikanku pada tempatku dulu.
Satu pertanyaan, kenapa mereka tega merampas kehidupanku?
Menjadikan aku orang yang paling kesepian di dunia ini.
Read More
Berdiam, mengkhayal dan bermimpi mencari dan mendapatkan tempatku yang dulu kembali.
Tidak mungkin.
Tempat ini terlalu sepi dan miris.
Tak ada kawan yang aku datangi saat aku ingin bicara.
Tak lagi ada mereka yang diam-diam membicarakan lawannya dibelakang mereka.
Dan tak kan ada lagi suara terikan-teriakan sumbang wanita gemuk memanggil-manggil anaknya.
Semua hilang seperti ombak menyapu karang kecil dipinggir pantai dan mendamparkan di tempat yang membuatku semakin menjadikan diriku jauh dari diriku yang sebenarnya.
Entah tak tahu kapan waktu itu akan datang, yang pasti saat ini ombak di pantai masih membuatku terombang-ambing tak tentu.
Mereka, harusnya wajib mengembalikanku pada tempatku dulu.
Satu pertanyaan, kenapa mereka tega merampas kehidupanku?
Menjadikan aku orang yang paling kesepian di dunia ini.
Subscribe to:
Posts (Atom)






















