Loading



Showing posts with label Sharing. Show all posts
Showing posts with label Sharing. Show all posts

Nyolong Phethék

AGEE COMPUTER | 9:16 AM | |



Ungkapan "nyolong pethek" ini sebenernya sudah tidak asing lagi ya di telinga orang-orang Jawa. Nyolong pethek itu jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia adalah "mencuri palu".

Sempat tadi aku dan salah satu teman lama chatting via bbm, biasalah perempuan pastilah ga jauh dari "menceritakan orang" (segi positif lho...). Ngobrol banyak arah eh ketemunya cerita soal Marshanda. Banyak yang tidak menyangka yah motivator artis ini hidupnya ternyata tidak seperti apa yg sudah dia motivasikan kepada orang-orang. Aku kasian sebenernya melihat sosok Marshanda. Hanya karena dia public figure, jadinya yaa kesorot deh menjadi berita yang heboh. Banyak disekeliling kita yang nasibnya sama seperti Marshanda, tapi kok ya agak ga nyangka ya dia begitu.

Yups, itulah penggambaran "nyolong" tadi, kata lainnya atau kita bisa bilang "tidak mengira akan ...". Kalau orang Jawa bilang sih, "wah ra ngiro, kaya e ngene jebul e...". Masih banyak lagi kan kejadian-kejadian yang membuat kita tercengang, kaget dan tidak percaya. Karena kita selalu dihadapkan dengan hal-hal yang sudah biasa kita lihat, normal setiap hari kita melihatnya, ketika hal yang "normal" ini menjadi "tidak normal" kita akan merasa kecolongan. Waah, ternyata begitu....


Kita pernah kan dihadapkan pada suatu kejadian. Misalnya, kalian punya teman yang dianggap sudah baik, kita sering menolongnya atau bahkan sebaliknya. Tanpa tahu alasan, atau tanpa rasa peduli ternyata dia ngrebut pacarmu. Itulah yang dibilang "nyolong pethek", tidak mengira dia akan berbuat sekejam itu tanpa merasakan sakit hati jika pacarnya direbut. Jahat kan?! Oleh sebab itu, aku tidak menggunakan kata "sahabat", karena sahabat tak akan melakukan hal itu. Kecolongan kan? Iya pastinya...

Menurutku hal ini bisa membuat kita akan  menjadi lebih hati-hati terhadap sesuatu yang nenurut kita normal. Banyak sekali penampilan itu sangat mengecoh kita. Don't judge a book by cover, itu perlu loh agar kita terhindar dari segala hal yang buruk menimpa kita, dan membuat kita lebih hati-hati dalam menilai penampilan orang lain. Selain itu biar kita juga waspada terhadap orang yang baik sama kita, sekarang banyak modus penipuan. Bukan jamannya kekerasan, bahkan yang "halus" pun lebih gampang kena penipuan. Tapi bukan berarti kalau ada orang yang baik sama kita, lalu kita curigai, itu akan menjadikan ketidaknyamanan kepada orang itu tadi. Caranya gimana? Ya itu tadi, waspada tapi jangan berlebihan. Kalau terlalu berlebihan, dan ternyata orang itu memang 100% berniat baik, kita sendiri yang akan kena getahnya. 

Begitu juga sebaliknya, bukan berarti yang bertato itu jahat, preman, atau perampok. Banyak kok orang yang bertato malah sering nolongin orang pas saat butuh bantuan. Justru terkadang mereka itu sangat loyal seneng membantu ketika asa orang yang sedang butuh pertolongan. 

Pada intinya, terhadap orang baik ataupun yang berpenampilan kurang baik, jangan berburu sangka terlebih dahulu, berfikiran positif, inshallah hasilnya nanti juga positif. 

Salam,
Read More

What's Going on With Me??

AGEE COMPUTER | 9:47 AM | | | |
 Picture from here


Akhir-akhir ini ada banyak hal yg aku (ingin) ketahui tentang kehidupan. Secara pribadi aku belum mengenal lebih jauh siapa aku. Kenapa aku? Dan mungkin apa yg terjadi denganku?

Aku dulu pernah mengalami "mental breakdown" (mungkin), tapi yang pasti aku sering mengalami gangguan perasaan, entah itu apa. Terkadang aku bisa merasakan seneng, dan tiba-tiba aku bisa merasakan sedih meskipun dua hal tersebut tidak langsung berganti dalam suatu kurun waktu yang sama. Yang pasti disaat aku tersakiti, satu hal yang hanya di dalam pikiranku saat itu adalah "aku ingin mati". Di luar aku memang terlihat baik-baik saja, namun di dalam hati aku masih masih menyimpan hal-hal yang mampu membuatku "DOWN".

Aku pernah melukai pergelangan tanganku sendiri, yang pasti saat itu orang tuaku mungkin tidak pernah tahu, dan aku selalu menutupi hal-hal yang menyedihkan tentang aku, itu karena aku tidak ingin mereka ikut merasakan. Dan luka gores itu masih ada, disebelah tangan kiriku. Bahkan aku pernah meminum pemutih pakaian, hanya gara-gara orang yang menghancurkan hidupku hanya semenit. But, God still give me a life. 
Entah aku sedang mengalami depresi atau apa, yang pasti hingga saat ini jika ada seseorang yang menyakiti aku, terlebih dia orang yang aku sayang, aku cuma ingin melukai diriku sendiri. Bahkan terkadang aku bisa melakukan hal-hal yang diluar dugaan. Antara sadar dan tak sadar, aku pernah mencekik suamiku sendiri (sorry hubby). Tiba-tiba marah tanpa bisa terkontrol, dan hal sepele pun mampu menyulut emosiku hingga tak sadarkan diri banyak ucapan yang aku keluarkan telah menyakiti orang-orang disekelilingku. Tiba-tiba marah terhadap orang yang di jalanan yang seenaknya sendiri, tanpa bisa mengontrol amarah yang seharusnya tidak perlu keluar. Saat seseorang terdekat menyakitiku aku merasa ada yang berbisik, dan membuatku berfikir membenarkan bisikan tersebut. Aku tak pantas hidup, aku hanya menyusahkan, dan aku hanya membuat mereka terbebani akan kehadiranku, jika aku tak ada alangkah indah tak akan ada orang sepertiku. Bisikan-bisikan itu yang terkadang membuatku merasa kecil, dan minder, kurang percaya diri. Kesakitan, kekecewaan dan rasa pedih mungkin saja sudah berkumpul bahkan ada rasa dendam yang masih aku simpan rapi dalam hati. Aku tahu dan aku sadar menyimpan perasaan-perasaan ini akan membunuhku di kemudian hari, tapi aku tak tahu bagaimana cara menghilangkannya. It's so hard to leave from this situation.

Seperti yang aku katakan di atas, krisis percaya diri pun saat ini aku alami. Aku tak pernah bisa nyaman bergaul dengan siapapun kecuali orang-orang yg sudah lama mengenalku. Memulai hal baru dengan orang-orang baru sangat sulit bagiku, bahkan hanya dengan tulisan. Aku hanya bisa berbicara dan menulis dengan diriku sendiri dan orang-orang terdekat. Dan pikiranku hanya dipenuhi pikiran negatif tentang orang-orang baru. Aku hanya takut tidak diterima oleh mereka. 
Dampaknya, aku juga memperlakukan hal tersebut kepada anakku. Aku tak pernah tega dia disakiti oleh teman-temannya, dan aku juga takut jika dia tidak bisa diterima oleh teman-temannya. Aku tak segan-segan memarahi bahkan melukai jika mengganggu anakku. Entah apa yang aku rasakan, yang pasti krisis kepercayaan sudah tertanam pada diriku. Sometimes you don’t know who you can and cannot trust, I still learn that over and over again. Belajar percaya kepada orang lain, tapi akhirnya dikhianati. Aku sering mengalami, pada teman bahkan pada pacar. Dari peristiwa2 itu membuatku sulit percaya, bahkan bisa mencapai paranoid, korbannya suamiku sendiri. 

Entah apa yang aku rasakan, suasana malam sering membuatku tiba-tiba menangis tanpa sebab. Pernah suatu malam, suamiku menemukanku saat aku menangis, jika aku menjawab "I'm fine, I am okay", itu akan membuat suamiku semakin bingung, akhirnya aku berbohong kalau aku sakit, padahal aku tidak tahu kenapa, yang ada dalam pikiranku hanya kilas balik kejadian-kejadian buruk di masa lalu. Menjadikan aku menumpukan rasa dendam, sakit hati yang tak bisa tersalurkan.

Aku merasakan banyak yang aneh dengan diriku, sepertinya aku tidak normal, aku tidak seperti orang-orang di luar sana. 
Aku menulis tentang ini bukan karena berita heboh tentang Penyakit yang diderita Marshanda. Tapi lebih kepada aku mengeluarkan segala rasa yang sering aku rasakan. Aku berharap aku normal, aku tidak depresi atau mengidap bipolar disorder. Aku hanya ingin menuangkan apa yang aku rasakan. Biasanya aku akan lebih baik jika apa yg aku rasakan bisa tertuang melalui cerita, puisi atau bahkan hanya sebatas tulisan seperti ini. Namun lebih baik lagi jika aku bisa mengungkapkan apa yang aku rasakan, apa yang aku pikirkan bisa aku ceritakan kepada orang terdekat. Yah, namun aku yakin aku termasuk orang normal seperti kebanyakan orang-orang normal lainnya.

Penderita insomnia, mungkin aku punya gejala tersebut. Bahkan ketika aku masih duduk dibangku SMA, sebulan aku bisa tidur jam 3, pagi harus ke sekolah, dan akhirnya tertidur di kelas. 
Dan dibangku SMA itu juga aku pernah mengalami sedikit gangguan dari teman-teman yang aku anggap mereka baik, tapi kenyataannya tidak. Suatu ketika saat pagi aku datang, di papan tulis aku membaca tulisan yang menyakiti hatiku. Tulisan seorang teman sekelas, dia tulis saat sepulang sekolah dan aku membacanya keesokan harinya. Tulisan itu mengganggu pikiranku, seburuk itukah aku?? Aku bahkan tidak tahu apa salahku, aku tidak tahu kenapa mereka begitu kepadaku. Beruntung aku masih punya sahabat-sahabat yang mampu memberiku semangat ketika segerombolan anak sedang memojokan aku dengan tulisan2 buruk itu. Berantem dengan kakak kelas, dan adik kelas tanpa tahu penyebab permasalahannya. Aku seperti diintimidasi oleh mereka secara bergantian.
Masih banyak kejadian pahit yang aku alami tentang pengkhianatan seorang teman. 

Begitulah hingga aku masuk ke perguruan tinggi, kebetulan aku "berhenti" sekolah dua tahun. Semenjak itu aku merasa kepercayaan diriku menurun. Aku jadi susah bergaul, dan pernah merasa terkucilkan di dalam suatu kelompok extrakulikuler. Akhirnya aku memuruskan keluar dari ekskul tersebut, karena aku merasa zona ini sudah tak nyaman. Melihat cara mereka memandangku, rasanya aneh atau aku saja yang merasakan yang aneh. Keluar dari situ, aku gabung dengan team paduan suara, meski begitu aku masih merasa kurang nyaman. Hingga akhirnya aku punya sahabat, Sebut saja namanya Bagus. Dia sahabat yang selalu ada saat aku kesepian, saat aku gembira. Tapi pada akhirnya dia juga menghindariku, aku tak tahu pasti. Entah dia sudah punya kekasih atau apa aku juga tidak pernah tahu. Tak pernah ada ungkapan atau gambaran tentang kesalahanku. Bertambah lagi pertanyaan-pertanyaan yang ingin aku cari jawaban. Hingga aku menemukan dua orang teman yang awalnya akj anggap mereka adalah teman baikku. But, totally not true. Mereka sama seperti teman yang datang ketika butuh, entah apa yang mereka butuhkan dari aku. Setidaknya jika mereka teman yang baik, akan menegur kesalahan sahabat/temannya, bukan mendiamkan lalu memusuhi,  ngomongin keburukanku dibelakangku dan menghasut teman yang lain untuk tak berteman denganku.

Begitulah seterusnya, aku tidak pernah bisa berjalan beriringan dengan sahabat perempuan sejak aku lulus SMA. Bagiku mereka adalah sahabat terbaik yg tidak pernah aku temui di perguruan tinggi. Mereka mampu menerimaku apa adanya, bahkan mereka tak segan menbantu jika aku memerlukan mereka. Dan itu tak aku temui di saat aku kuliah. Hanya memikirkan diri sendiri, itulah yang aku rasakan. Kebanyakan teman yang paling peduli denganku itu adalah laki-laki, tanpa memandang dia suka atau tidak denganku. Semenjak aku menikah mereka sudah menjaga jarak, dan lagi I don't have a friend to share anything.

Krisis percaya diri sepertinya sudah menempel padaku. Bahkan yang aku tahu pada diriku hanya kelemahan, aku tak mampu melihat sisi kelebihanku. Aku merasa seperti dan sering diremehkan, tak pernah ada yg memuji atau memberi award berupa support mental kepadaku. Tak jarang jika aku merasa seperti ini aku bisa menangis sendiri yang hanya ditemani lampu kecil. 
Tak ada teman yang bisa berbagi kisah seperti dulu waktu SMA, seperti dua sahabat yang mau mendengar dan memberi pelukan hangatnya.

Bahkan tak ada yang bisa aku ajak bicara seperti ini, kecuali blog ini. Aku hanya ingin bilang aku cuma ingin diterima. Begitu sulit membangun kembali rasa percaya diri, bahkan orang terdekat pun terkadang membuat rasa percaya diri itu semakin memburuk. 
Rasa kesal, marah, dan sedih bahkan gembira sulit untuk aku bagi. Kepada siapa?? Untuk apa?? Dan kenapa?? Bahkan aku sendiri tak tahu apa yang sedang terjadi denganku. 

Sehari-hari hanya ingin dirumah, bahkan suatu masa aku ingin pergi dari rumah, mencari sesuatu yang baru, mungkin mencari teman baru, atau buku baru bahkan benda-benda baru yang bisa membuatku tenang. Tapi, di sisi lain untuk beranjak dari rumah merupakan hal yang berat, banyak faktor, salah satunya pertanyaan tadi, "apa ada yang mau menerimaku?"

Sering kali aku merasa iri kepada teman-temanku yang memamerkan foto dirinya tertawa dengan teman2nya. Dia menunjukan, bahwa dia tak sendiri. Bahkan banyak bentuk perhatian yang dia petik dari teman-teman mereka. Yah, itu yang tidak aku dapatkan sekarang. Bahkan untuk mengajak foto selfie dengan suami pun tak punya keberanian, rasa takut ditolak selalu menjadi hal penghalang. 

Dari sekian tahun lamanya aku memendam rasa, keinginan mencari tahu kenapa aku? Ada apa denganku? Aku akhirnya memberanikan diri untuk menulis ini. Mencari jawaban atas pertanyaan2 dan mencari solusi untuk memecahkan pertanyaan tadi. 

Yang pasti ada satu hal yang bisa membuatku tenang saat aku mengalami hal-hal tersebut tadi. Yaitu, musik. Mendengarkan musik yang cocok dengan suasana hati, yang mampu menenangkan jiwa meski terkadang akan mengoyak lebih keras lagi. Tapi ada satu hal yang mampu menguatkan aku, yaitu keluarga terutama anak dan suami. 


Aku harap aku ingin segera menulis kata "THE END" di akhir jawaban tanpa ada sebuah pertanyaan lagi yang aku harus cari jawabannya kembali. 
Read More

Timun Wungkuk Jaga Imbuh

AGEE COMPUTER | 9:40 AM | |
Sore tadi melihat status seorang teman akrab, saya tertarik dengan peribahasa Jawa ini "Timun Wingkuk Jaga Imbuh". Arti yang dalam peribahasa ini adalah "wong bodho kanggone yen kekurangan wae.". Seperti diketahui bentuk timun tidak sempurna, tapi biasanya kita sayang untuk membuangnya. Ketimun biasanya hanya digunakan untuk tambahan atau bonus, seperti saat kita membeli ayam panggang, ketimun ini hanya sebagai lalapan, dan tak semua orang suka makan lalap. Atau bisa kita temui pada makanan seprti nasi goreng, mie goreng, dll.

Jika kita sering mendengar peribahasa "Tak ada rotan, akar pun jadi", apapun bisa kita gunakan untuk melengkapi atau lebih tepatnya mengganti sesuatu untuk menyempurnakan hal tadi. Dalam kehidupan kita bisa melihat hal-hal kecil yang menggambarkan Timun Wungkuk tadi. Seperti ketika kita di kelas sebagai murid, murid hanya diberi batas hanya diberi (ilmu) tanpa ada yang memberikan kesempatan untuk memberi. Tekadang "pemberian" murid hanya dianggap hal sepele oleh guru. Saya pernah mengalami hal-hal tersebut ketika SMP bahkan di Perguruan Tinggi. Ketika saya memberikan pendapat, argumen, dan bahkan membenarkan ketika dosen mengajarkan sesuatu yang salah (bukan maksud saya ini keminter), terkadang ada guru yang tidak terima dan bahkan saya sempat dibilang "Sok tahu" oleh dosen saya. Begitulah pemikiran dia yang mungkin masih melekat bahwa guru itu selalu benar, dan murid itu harus patuh dan menerima apa yang dia ajarkan, ketika ada hal yang murid lebih tahu, guru tak mau disalahkan dan mengakui kesalahan. 

Di dalam kehidupan rumah tangga pun sering terjadi hal yang sama. Bahkan banyak sekali teman dan sahabat yang curhat, dan mengeluh soal sikap suaminya. Banyak suami yang menganggap istri itu sebagai objek penderita, yang diperlakukan seperti pembantu, karyawan dan bahkan hanya dimanfaatkan untuk memenuhi keegoisannya. Sebaiknya suami tidak berperilaku seperti itu, sebaiknya suami menyayangi istri, dan menjadikan istri sebagai pemeran utama yang membuat alur cerita kehidupan suami lebih indah. 
Begitu juga dengan istri yang menganggap suami adalah mesin ATM, yang kapan pun bisa diambil uangnya untuk kepuasan hati semata. Istri itu seharusnya bisa memelihara harta suami, baik saat dekat dengan suami bahkan jauh dari suami. Bangunlah "Rumah" yang nyaman dengan pondasi pengertian, dan saling berempati.

Di sisi lain, bentuk dari Timun Wungkuk Jaga Imbuh adalah bentuk kerendahan hati, menempatkan diri sebagai pemain cadangan yang selalu siap dipakai jika pemain utama diharuskan berhenti dari permainan. Jadi, sebagai pemeran pengganti harus banyak menerima. yang terpenting merendahkan hati tanpa harus merendahkan diri
Read More

Prasangka

AGEE COMPUTER | 10:01 AM | |
Akhir-akhir ini mantan artis cilik Marshanda kena bully para haters bahkan yang awalnya nge-fans jadi ilfeel dan bahkan yang paling extrem jadi haters yang caciannya tajem pake banget lagi. Berawal dari berita perceraian dengan Ben, dan sekarang Marshanda malah membuka hijabnya itulah yang menjadikan dia bulan-bulanan masa di media sosial. Prasangka-prasangka publik kepada Marshanda bermacam-macam, dari yang menghina, menasihati dan memuji.

Yang namanya Prasangka itu kan hanya dugaan-dugaan awal, baikya  itu prasangka baik maupun prasangka buruk. Ada sedikit penilaian bagus atau tidak terhadap sesuatu yang dirasa terhadap kegiatan dilingkungan, penilaian yang begitu cepat, seperti berfikir baik atau buruk, feeling so good atau sebaliknya. Sedikit penilaian-penilaian masyarakat ini adalah reaksi atas pengalaman-pengalam mereka terhadap hal yang pernah mereka rasakan. Kemungkinan para komentatornya Marshanda ini pernah merakan dan melihat bahkan mungkin tahu dan memahami sesuatu ilmu, sehingga mereka berani ber"prasangka" lalu ikut mengkomentari sesuatu hal yang sedang terjadi.

Ngomongin soal prasangka, ternyata bukan hanya milik perorangan, tapi juga menjadi penyakit masyarakat yang bisa disebabkan oleh tontonan layaknya sinetron, acara gosip/infotainment atau mulut manis sang ibu-ibu alias gosip dan itu ternyata secara tidak sadar menular.



Banyak opini yang mengatakan bahwa dari prasangka bisa berkembang menjadi gambaran atau imajinasi, kemudian muncul pnadangan-pandangan terhadap seseorang hanya melihat dari apa yang seseorang atau orang lain lakukan padahal orang lain tak seperti apa yang disangka orang-orang tersebut.
Jika kita berfikiran positif, maka dibalik apa yang kita lihat akan menghasilkan sisi positif, begitu juga sebaliknya, jika berfikiran negatif, maka akan menghasilkan sisi negatif. Dari situ kita akan mungkin bisa membukakan mata kita untuk melihat banyak hal.

Kadang orang hanya ingin hidup dalam dunia mereka sendiri. Ingin enaknya sendiri, egois, mengurusi kehidupan orang lain, namun dibalik itu semua kita adalah makluk sosial, yang harus tahu batas dan aturan ketika kita bersosialisasi. Akhirnya karena alasan tertentu, ada beberapa orang yang suka lewat jalan aman, menghindari masalah, dan bilang "I don't need you to understand. I couldn;t care less of what you think. My happiness has nothing to do with your approval." atau dengan kata lain, "Terserah deh, yang penting gue ga nyenggol hidup lo, dan lo juga ga nyenggol hidup gue."  Saya menyebut orang seperti ini adalah orang yang egois, dan pikiran-pikiran yang kekanak-kanakan, pada akhirnya sering membenturkan keinginan pribadi dengan yang terjadi dalam kenyataan.

Dalam bermasyarakat terutama public figure, tak hanya Marshanda, sering kali melakukan sesuatu hal yang memancing public untuk berprasangka buruk daripada berprasangka baik kepadanya. Membangun prasangka baik kepada public memang tidak semudah membalikan tangan. Beratnya menjadi public figure adalah selalu menjadi contoh untuk para fans. Saya yang mengintip komen-komen Instagramnya Marshanda mungkin memahami kekecewaan mereka terhadap idolanya yang menjadi inspirasi dan motivasi, saya juga tidak menyalahkan Marshanda tentang keputusannya membuka hijabnya, toh sudah banyak fans Marshanda yang memberikan nasihat halus, baik hingga hinaan dan cacian, pun mungkin Marshanda sudah memperhitungkan resiko yang terberat. Saya bilang begini karena pernah mengalami seperti Marshanda, di saat saya masih belum mengerti tentang syariat dan ilmu agama. Toh saya yang bukan public figure juga mendapat prasangka buruk dari lingkungan sekeliling, tapi saya juga sama cueknya ketika itu, sama seperti Marshanda. Begitulah begitu egoisnya saya, dan begitu tak pedulinya saya juga masih dalam kondisi labil ketika itu. Menurut saya, Marshanda beruntung banyak yang menasihati dia secara langsung, even lewat tulisan di media social, kalau saya dulu mereka beraninya ngomong dibelakang saya, di depan saya sok manis dan pada akhirnya terus berprasangka buruk terhadap apa pun yang saya lakukan.


Itulah, terkadang kita sebagai manusia kurang menyadari. Kurang menyadari atas kesalahan sendiri dan tidak mau mengakui kalau ada yang lebih baik dari kita. Kurang menyadari bahwa kita hidup berdampingan dan membutukan. Selalu berprasangka buruk terlebih dahulu tanpa menelaah apa yang terjadi sesungguhnya. Hidup penuh dengan pro dan kontra, tinggal baimana kita menyikapi dengan bijak tanpa harus tidak peduli dengan orang lain.


Read More

Sendiri

AGEE COMPUTER | 7:29 AM | | |
Sepi, bagiku adalah ribuan kata yang masih bersembunyi pada dasar hati yang terdalam. 
Seperti lidah yang kelu, dan mulut diam tanpa mau berucap
Hanya air mata yang keluar, mengungkap semua rindu yang masih tertahan
- Furindria


Sepi..... Kata "SEPI" untuk beberapa orang memang seperti momok yang menakutkan. Tidak ada teman bicara, tidak ada sahabat untuk bertukar cerita, dan tidak ada kekasih yang selalu ingin didekap. 

TAPI....

Terkadang memang kita membutuhkan waktu untuk sendiri. Meluapkan segala emosi, untuk berpikir, mengenang dan mengingat hal-hal yang terjadi dalam kehidupan kita. "Menyepi" untuk intropeksi diri dan mencari inspirasi.
Sendiri, sesekali untuk membenahi dan menata kembali hati dan jiwa yang sedang berceceran (berlaku untuk yang sedang hatinya tercecer karena ada seseorang yang meenghancurkan hatinya.. *ngikik*)
Sendiri untuk mengatur pikiran yang sedang berantakan, agar orang lain tak turut kena amarah.

Dalam kesendirian atau kesepian,
terkadang kita mampu menjadi diri sendiri dan menilai diri kita sendiri, mengumpulkan semua ingatan-ingatan dan menjadikannya kumpulan nilai yang berharga, yang disebut Intropeksi Diri. Intropeksi diri dalam kesendirian memang menyadarkan kita banyak hal, dan mampu mengetahui kelemahan-kelamahan pada diri kita, juga membuat kita mampu "merasa". Merasakan hal-hal yang sedang bersembunyi didalam kehidupan ini tanpa pernah kita menyadari sebelumnya.

Yups, terkadang ketika kamu sedang sendiri, kamu akan benar-benar merakan siapa dirimu yang sebenarnya.
Read More

Pemilihan Capres Cawapres Bikin Goyah Persahabatan

AGEE COMPUTER | 1:09 AM | |


H-1 pesta pemilihan presiden periode 2014-2019 akan dilaksakan serentak diseluruh Indonesia. Banyak warga yang menanti pemilihan pemilu kali ini, namun juga tak sedikit yang mencibir karena tak berminat pada kedua calon presiden dan calon wakil presiden kali ini. Saya rasa pemilihan presiden kali ini benar-benar menguras pikiran (lebay), pasalnya di media sosial ramai mengkampanyekan capres yang mereka andalkan. Saling memuji dan banyak juga yang saling menghujat, menghina bahkan terjadi fitnah yang dilontarkan pada kampanye capres kali ini.

Tak sedikit yang bercerita kepada saya banyak diantara pertemanan mereka hancur gara-gara pilihan berbeda, dan kejadian itupun saya juga mengalami. Saya tidak habis pikir, betapa picik pikiran mereka yang tak menghormati perbedaan pilihan diantara sahabat mereka. Berawal dari pancingan negatif dari pihak lawan membuat perdebatan dan akhirnya perpecahan. Saya pun kaget membaca testimoni teman saya, dan saya juga tidak mengira dia bisa mengawali "pancingan negatif" kepada saya. Awalnya sih saya sebenernya tidak merasa loh kalau lagi "DIDIEMIN" sama seorang teman yang saya anggap baik sekali hanya gara-gara (mungkin) dia tidak terima perbedaan pendapat dan argumen yang kemudian menjadi debat kecil diantara kami, saya rasa debat kecil itu wajar, toh saya menanggapi dia juga tidak "gontok-gontokan" kok, saya woles saja, eh pada suatu ketika saya ngusilin dia di BBM, malah cuma di read doank, dan itu bukan kebiasaan dia. Beberapa menit kemudian di status dia tertulis:


"Diam bukan berarti kalah, hanya menghargai seorang sahabat"

Dari sini entah maksud dia apa menulis seperti itu, yang pasti saya kok merasa tersindir oleh kata-katanya.  Saya mencoba berfikir positif sajalah, mungkin dia sedang berkonflik dengan orang lain. Setelah itu saya jadi agak sedikit tidak respect dengan teman saya ini. Hanya gara-gara pilihan berbeda saja harus mengorbankan jalinan persahabatan yang selama ini terjalin. Sempat menjadi tema diskusi dengan teman saya, dan ternyata dia juga bernasib sama dengan saya, hahahaha...

Dari sini saya mengambil sisi positif dari kejadian yang saya alami, dan menunjukan fenomena yang terjadi di dunia politik yang saya tidak terlalu mengerti. Sifat menghargai itu memang sangat penting, terutama menghargai perasaan teman, pasangan dan keluarga. Menjaga keharmonisan dalam menyingkapi perbedaan pilihan itulah yang harus dibina dalam diri kita masing-masing. Saya dan suami juga punya perbedaan dalam pemilihan capres dan cawapres, pernah juga terjadi debat kecil tapi diantara kami tidak pernah terjadi saling "DIAM" lalu berlarut hingga salah satu mengikuti pilihan satu lagi. Tidak, kami masih bisa menghargai perbedaan ini. Kalaupun diantara kami sedikit agak "keki", palingan kami diam, membuka pembicaraan yang lain tanpa embel-embel politik. Dan seharusnya tidak kepada suami, keluarga tapi juga kepada teman dan sahabat.

 Menanti hari esok untuk menentukan pilihan, dan kebetulan hari ini bertepatan dengan Ramadhan lebih indah bila kita saling menghargai perbedaan pendapat, dan mempererat rasa tenggang rasa diantara sahabat yang mempunyai pilihan berbeda. Sahabat mempunyai pilihan berbeda harus kita hargai bukan untuk diajak berdebat dan menghina, toh Capres Cawapres-nya saja santai saja kok, malah ketika bertemu di backstage saat akan debat mereka saling menyapa damai, kenapa kita pendukungnya tidak?! Yuuk, sukseskan pemilu kali ini dengan damai, tanpa menjadikan temanmu seperti musuh, harusnya kita salaing merangkul, mereka berkompetisi menjadi presiden kan untuk kemajuan bangsa kita juga. Yang terpenting adalah doa supaya, siapa pun yang akan terpilih nanti bisa menjadikan Indonesia lebih maju lagi, dan amanah terhadap janji-janjinya. ;)


Salam damai


Read More

Akhirnya Ramadhan Tiba

AGEE COMPUTER | 12:59 AM | | |
Sebulan saya benar-benar total tidak ada catatan kecil yang menghiasi blog saya, hanya sejumput ucapan selamat datang untuk bulan Juni kemarin. Banyak alasan untuk saya tidak menulis, bukan kehilangan ide namun kegiatan yang menumpuk membuat saya menjadi lelah dan akhirnya ide yang keluar dari isi kepala hialng begitu saja.

Hari ini hari ke-tiga memasuki bulan Ramadhan, bukan yang penuh berkah, bulan penuh pengampunan dan bulan yang penuh pahala. Alhamdulillah bulan ini bisa sahur dan berbuka puasa dengan suami, semakin lengkap dan semangat puasa kali ini.

Ramadhan kali ini seperti tahun-tahun yang lalu, hanya saja kali ini lebih istimewa, dan semoga tahun depan akan menjadi lebih istimewa. Tahun ini saya pertama kali menjalankan ibadah puasa dengan suami, kemarin-kemarin harus puasa sendirian mengingat kerja suami harus jauh dari kami, tapi saya pernah menjalankan puasa dengannya ketika masih pacaran dulu, seneng dan masih membekas sampai sekarang, tapi dulu masih ada batas untuk kami. Jadi hanya bisa buka bareng, sekarang bisa sahur bareng.. Bahagianyaaaaaa.. *blushing* Alhamdulillah banyak waktu untuk ngabuburit bareng bersama suami, dan meski hanya 8 hari setelah itu kami harus berpisah sementara lagi. Inshallah jika Allah masih memberikan kami umur untuk bertemu Ramadhan tahun depan, kami bisa berpuasa bersama dan Idul Fitri bersama. Amin.

Untuk semua teman dan keluarga yang menjalankan, saya mengucapkan:

SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA

Salam hangat dari saya dan keluarga.



Read More

Beratnya Tugas Mbak Pembantu

AGEE COMPUTER | 7:50 PM | | |
Beberapa hari ini saya kerja keras, tepatnya menjadi ibu rumah tangga seutuhnya. Dari pagi ngurusin si kecil, sampai nyuci baju, piring, ngepel dll. Bener-bener jadi Inem, hihihihi.. Berat, badan saya masih pegel-pegel juga saat nulis ini, makan juga jadi ga teratur, ini saya benar-benar mengeluh bukan berarti saya tidak bersyukur sih tapi karena pekerjaan-pekerjaan ini membuat saya mengingatkan tugas mbak-mbak pembantu yang bekerja berat seperti ini, apalagi menjadi pembantu di negara ini yang semua orang juga tahu berapa sih gaji pembantu sekarang?!

Saya sih belum seberapa ini sudah ngeluhnya seperti kerja non stop, padahal untuk ngurusin si kecil ada bantuan dari ibu mertua. Kalau semua diserahkan kepada saya, wwuiih bisa-bisa saya jatuh sakit. Saya capek sedikit sudah sakit, entah itu flu atau masuk angin, dan belum lagi kalau telat makan maag saya bisa kambuh, kalau kambuh saya bisa sampai sesak nafas dan ulu hati terasa nyeri sekali. Ah, saya tahu kenapa Tuhan memberikan dan menjajikan surga untuk seorang istri yang taat kepada suami, meskipun suaminya suka banget nyuruh ini itu tanpa mengerti betapa lelahnya menjadi seorang istri dan ibu. Bahkan ada lho tipe suami yang tak cuma nyuruh, tapi juga "merasa kurang". Istri sudah capek membersihkan rumah, tapi masih aja dibilang kurang bersihlah, kurang inilah dam masih banyak kurangnya. Untungnya suami saya sangat membantu saya, dalam artian suami mau berbagi tugas mengerjakan tugas rumah.




Saya tidak heran jika jaman sekarang banyak pembantu yang kemudian nekat pergi keluar negeri demi mencari "uang besar" meskipun resiko yang mereka tanggung sangat besar. Mengalami kekerasan, fitnahan, bahkan pelecehan yang harus mereka terima. Demi membuat keluarga di dalam negeri menjadi sejahtera, mereka menerima semua siksaan ini. Saya heran, dijaman sekarang kok masih ada majikan yang jahat sama pembantu, menyiksa mereka hingga ada yang meninggal dunia dengan cara mengenaskan. Teringat saya dengan teman yang pernah menjadi TKW di negara sebelah, mungkin sangking tertekannya dia, hingga jalan pintas dia tempuh. Bunuh diri menjadi jalan yang mudah untuk menyelesaikan siksaannya. Kasian, perlindungan negara ini sangat kurang terhadap pahlawan devisa kita.

Melihat jauh dan mendalami pekerjaan istri dan sekaligus ibu memang sangat tidak mudah. Lelah selalu menghampiri. Saya seharusnya tadi tidak mengeluh, seharusnya juga kalau merasakan pegel-pegel tinggal panggil tukang pijit langganan :)
Dari profesi bernama ibu rumah tangga kerap kali dianggap remeh dan dipandang sebelah mata oleh beberapa orang. Padahal tugas wanita yang paling baik dan banyak pahala adalah inu rumah tangga. Ketika melayani suami, dihitung pahala mereka, ketika melayani anak-anak tak luput juga hitungan pahala yang kita dapat. Saya juga kurang mengerti apa salahnya menjadi ibu rumah tangga? Istri yang setia melayani 24 jam tanpa merasakan lelah, istri yang selalu tersenyum meskipun dia harus menunggu bahkan ketika rindu itu tak mampu dibendung hanya air mata yang melegakan hatinya hanya untuk menunggu suami pulang kerumah.

Ada beberapa teman saya yang sabarnya luar biasa ketika menghadapi sifat suami yang keras. Setiap hari dia harus mengerjakan tugas rumah dengan sempurna, tak pernah berhenti, istirahat pun hanya ketika malam tiba, dan itu pun subuh dia juga harus bangun karema menyiapkan semua sarapan untuk suami dan anak-anak. Sekeras dia bekerja, dia tidak dipercaya untuk memanage keuangan, bahkan suami cenderung sedikit tertutup. Hanya diberi sekian untuk keperluan belanja sehari-hari setiap bulannya. Jika seperti itu apa bedanya istri dengan pembantu? Yang setiap bulan diberi sekian dan harus mengerjakan tugas rumah yang biasanya ditugaskan kepada pembantu. Paling tidak kan suami tidak memperlakukan istri seperti itu, keuangan pun seharusnya istrimyang mengelola walaupun uang dari kerja suami. Atau at least terbuka sebagai suami, dia mendapat gaji berapa, pengeluaran untuk apa saja, biar si istri pun merasa terhormati karena sebagai suami dia bisa berbagi dan percaya kepada istri. Dan sebagai istri, jika sudah mendapat kepercayaan penuh sebaiknya dijaga baik-baik.

Saya pernah dulu punya pembantu, duuh sering banget saya suruh ini dan itu, bahkan dia pun menjalani semua tanpa pernah mengeluh dan protes sama saya. Sekarang semua urusan rumah saya yang mengerjakan, jadi nyesel sendiri kenapa dulu seenaknya nyuruh-nyuruh mbak pembantu saya, pasti capek deh dulu, hehehe... Hidup tanpa yang membantu memang berat yah, cari pembantu jaman sekarang juga ga gampang, yang sulit itu mencari pembantu yang gampang dipercara dan telaten. Tapi meski kerjaan rumah ditangani sendiri, akan terasa ringan saat dikerjakan ikhlas tanpa mengeluh, apalagi ada suami yang sedikit meringankan beban.. :)



Read More