Loading



Showing posts with label Life and Love. Show all posts
Showing posts with label Life and Love. Show all posts

What's Going on With Me??

AGEE COMPUTER | 9:47 AM | | | |
 Picture from here


Akhir-akhir ini ada banyak hal yg aku (ingin) ketahui tentang kehidupan. Secara pribadi aku belum mengenal lebih jauh siapa aku. Kenapa aku? Dan mungkin apa yg terjadi denganku?

Aku dulu pernah mengalami "mental breakdown" (mungkin), tapi yang pasti aku sering mengalami gangguan perasaan, entah itu apa. Terkadang aku bisa merasakan seneng, dan tiba-tiba aku bisa merasakan sedih meskipun dua hal tersebut tidak langsung berganti dalam suatu kurun waktu yang sama. Yang pasti disaat aku tersakiti, satu hal yang hanya di dalam pikiranku saat itu adalah "aku ingin mati". Di luar aku memang terlihat baik-baik saja, namun di dalam hati aku masih masih menyimpan hal-hal yang mampu membuatku "DOWN".

Aku pernah melukai pergelangan tanganku sendiri, yang pasti saat itu orang tuaku mungkin tidak pernah tahu, dan aku selalu menutupi hal-hal yang menyedihkan tentang aku, itu karena aku tidak ingin mereka ikut merasakan. Dan luka gores itu masih ada, disebelah tangan kiriku. Bahkan aku pernah meminum pemutih pakaian, hanya gara-gara orang yang menghancurkan hidupku hanya semenit. But, God still give me a life. 
Entah aku sedang mengalami depresi atau apa, yang pasti hingga saat ini jika ada seseorang yang menyakiti aku, terlebih dia orang yang aku sayang, aku cuma ingin melukai diriku sendiri. Bahkan terkadang aku bisa melakukan hal-hal yang diluar dugaan. Antara sadar dan tak sadar, aku pernah mencekik suamiku sendiri (sorry hubby). Tiba-tiba marah tanpa bisa terkontrol, dan hal sepele pun mampu menyulut emosiku hingga tak sadarkan diri banyak ucapan yang aku keluarkan telah menyakiti orang-orang disekelilingku. Tiba-tiba marah terhadap orang yang di jalanan yang seenaknya sendiri, tanpa bisa mengontrol amarah yang seharusnya tidak perlu keluar. Saat seseorang terdekat menyakitiku aku merasa ada yang berbisik, dan membuatku berfikir membenarkan bisikan tersebut. Aku tak pantas hidup, aku hanya menyusahkan, dan aku hanya membuat mereka terbebani akan kehadiranku, jika aku tak ada alangkah indah tak akan ada orang sepertiku. Bisikan-bisikan itu yang terkadang membuatku merasa kecil, dan minder, kurang percaya diri. Kesakitan, kekecewaan dan rasa pedih mungkin saja sudah berkumpul bahkan ada rasa dendam yang masih aku simpan rapi dalam hati. Aku tahu dan aku sadar menyimpan perasaan-perasaan ini akan membunuhku di kemudian hari, tapi aku tak tahu bagaimana cara menghilangkannya. It's so hard to leave from this situation.

Seperti yang aku katakan di atas, krisis percaya diri pun saat ini aku alami. Aku tak pernah bisa nyaman bergaul dengan siapapun kecuali orang-orang yg sudah lama mengenalku. Memulai hal baru dengan orang-orang baru sangat sulit bagiku, bahkan hanya dengan tulisan. Aku hanya bisa berbicara dan menulis dengan diriku sendiri dan orang-orang terdekat. Dan pikiranku hanya dipenuhi pikiran negatif tentang orang-orang baru. Aku hanya takut tidak diterima oleh mereka. 
Dampaknya, aku juga memperlakukan hal tersebut kepada anakku. Aku tak pernah tega dia disakiti oleh teman-temannya, dan aku juga takut jika dia tidak bisa diterima oleh teman-temannya. Aku tak segan-segan memarahi bahkan melukai jika mengganggu anakku. Entah apa yang aku rasakan, yang pasti krisis kepercayaan sudah tertanam pada diriku. Sometimes you don’t know who you can and cannot trust, I still learn that over and over again. Belajar percaya kepada orang lain, tapi akhirnya dikhianati. Aku sering mengalami, pada teman bahkan pada pacar. Dari peristiwa2 itu membuatku sulit percaya, bahkan bisa mencapai paranoid, korbannya suamiku sendiri. 

Entah apa yang aku rasakan, suasana malam sering membuatku tiba-tiba menangis tanpa sebab. Pernah suatu malam, suamiku menemukanku saat aku menangis, jika aku menjawab "I'm fine, I am okay", itu akan membuat suamiku semakin bingung, akhirnya aku berbohong kalau aku sakit, padahal aku tidak tahu kenapa, yang ada dalam pikiranku hanya kilas balik kejadian-kejadian buruk di masa lalu. Menjadikan aku menumpukan rasa dendam, sakit hati yang tak bisa tersalurkan.

Aku merasakan banyak yang aneh dengan diriku, sepertinya aku tidak normal, aku tidak seperti orang-orang di luar sana. 
Aku menulis tentang ini bukan karena berita heboh tentang Penyakit yang diderita Marshanda. Tapi lebih kepada aku mengeluarkan segala rasa yang sering aku rasakan. Aku berharap aku normal, aku tidak depresi atau mengidap bipolar disorder. Aku hanya ingin menuangkan apa yang aku rasakan. Biasanya aku akan lebih baik jika apa yg aku rasakan bisa tertuang melalui cerita, puisi atau bahkan hanya sebatas tulisan seperti ini. Namun lebih baik lagi jika aku bisa mengungkapkan apa yang aku rasakan, apa yang aku pikirkan bisa aku ceritakan kepada orang terdekat. Yah, namun aku yakin aku termasuk orang normal seperti kebanyakan orang-orang normal lainnya.

Penderita insomnia, mungkin aku punya gejala tersebut. Bahkan ketika aku masih duduk dibangku SMA, sebulan aku bisa tidur jam 3, pagi harus ke sekolah, dan akhirnya tertidur di kelas. 
Dan dibangku SMA itu juga aku pernah mengalami sedikit gangguan dari teman-teman yang aku anggap mereka baik, tapi kenyataannya tidak. Suatu ketika saat pagi aku datang, di papan tulis aku membaca tulisan yang menyakiti hatiku. Tulisan seorang teman sekelas, dia tulis saat sepulang sekolah dan aku membacanya keesokan harinya. Tulisan itu mengganggu pikiranku, seburuk itukah aku?? Aku bahkan tidak tahu apa salahku, aku tidak tahu kenapa mereka begitu kepadaku. Beruntung aku masih punya sahabat-sahabat yang mampu memberiku semangat ketika segerombolan anak sedang memojokan aku dengan tulisan2 buruk itu. Berantem dengan kakak kelas, dan adik kelas tanpa tahu penyebab permasalahannya. Aku seperti diintimidasi oleh mereka secara bergantian.
Masih banyak kejadian pahit yang aku alami tentang pengkhianatan seorang teman. 

Begitulah hingga aku masuk ke perguruan tinggi, kebetulan aku "berhenti" sekolah dua tahun. Semenjak itu aku merasa kepercayaan diriku menurun. Aku jadi susah bergaul, dan pernah merasa terkucilkan di dalam suatu kelompok extrakulikuler. Akhirnya aku memuruskan keluar dari ekskul tersebut, karena aku merasa zona ini sudah tak nyaman. Melihat cara mereka memandangku, rasanya aneh atau aku saja yang merasakan yang aneh. Keluar dari situ, aku gabung dengan team paduan suara, meski begitu aku masih merasa kurang nyaman. Hingga akhirnya aku punya sahabat, Sebut saja namanya Bagus. Dia sahabat yang selalu ada saat aku kesepian, saat aku gembira. Tapi pada akhirnya dia juga menghindariku, aku tak tahu pasti. Entah dia sudah punya kekasih atau apa aku juga tidak pernah tahu. Tak pernah ada ungkapan atau gambaran tentang kesalahanku. Bertambah lagi pertanyaan-pertanyaan yang ingin aku cari jawaban. Hingga aku menemukan dua orang teman yang awalnya akj anggap mereka adalah teman baikku. But, totally not true. Mereka sama seperti teman yang datang ketika butuh, entah apa yang mereka butuhkan dari aku. Setidaknya jika mereka teman yang baik, akan menegur kesalahan sahabat/temannya, bukan mendiamkan lalu memusuhi,  ngomongin keburukanku dibelakangku dan menghasut teman yang lain untuk tak berteman denganku.

Begitulah seterusnya, aku tidak pernah bisa berjalan beriringan dengan sahabat perempuan sejak aku lulus SMA. Bagiku mereka adalah sahabat terbaik yg tidak pernah aku temui di perguruan tinggi. Mereka mampu menerimaku apa adanya, bahkan mereka tak segan menbantu jika aku memerlukan mereka. Dan itu tak aku temui di saat aku kuliah. Hanya memikirkan diri sendiri, itulah yang aku rasakan. Kebanyakan teman yang paling peduli denganku itu adalah laki-laki, tanpa memandang dia suka atau tidak denganku. Semenjak aku menikah mereka sudah menjaga jarak, dan lagi I don't have a friend to share anything.

Krisis percaya diri sepertinya sudah menempel padaku. Bahkan yang aku tahu pada diriku hanya kelemahan, aku tak mampu melihat sisi kelebihanku. Aku merasa seperti dan sering diremehkan, tak pernah ada yg memuji atau memberi award berupa support mental kepadaku. Tak jarang jika aku merasa seperti ini aku bisa menangis sendiri yang hanya ditemani lampu kecil. 
Tak ada teman yang bisa berbagi kisah seperti dulu waktu SMA, seperti dua sahabat yang mau mendengar dan memberi pelukan hangatnya.

Bahkan tak ada yang bisa aku ajak bicara seperti ini, kecuali blog ini. Aku hanya ingin bilang aku cuma ingin diterima. Begitu sulit membangun kembali rasa percaya diri, bahkan orang terdekat pun terkadang membuat rasa percaya diri itu semakin memburuk. 
Rasa kesal, marah, dan sedih bahkan gembira sulit untuk aku bagi. Kepada siapa?? Untuk apa?? Dan kenapa?? Bahkan aku sendiri tak tahu apa yang sedang terjadi denganku. 

Sehari-hari hanya ingin dirumah, bahkan suatu masa aku ingin pergi dari rumah, mencari sesuatu yang baru, mungkin mencari teman baru, atau buku baru bahkan benda-benda baru yang bisa membuatku tenang. Tapi, di sisi lain untuk beranjak dari rumah merupakan hal yang berat, banyak faktor, salah satunya pertanyaan tadi, "apa ada yang mau menerimaku?"

Sering kali aku merasa iri kepada teman-temanku yang memamerkan foto dirinya tertawa dengan teman2nya. Dia menunjukan, bahwa dia tak sendiri. Bahkan banyak bentuk perhatian yang dia petik dari teman-teman mereka. Yah, itu yang tidak aku dapatkan sekarang. Bahkan untuk mengajak foto selfie dengan suami pun tak punya keberanian, rasa takut ditolak selalu menjadi hal penghalang. 

Dari sekian tahun lamanya aku memendam rasa, keinginan mencari tahu kenapa aku? Ada apa denganku? Aku akhirnya memberanikan diri untuk menulis ini. Mencari jawaban atas pertanyaan2 dan mencari solusi untuk memecahkan pertanyaan tadi. 

Yang pasti ada satu hal yang bisa membuatku tenang saat aku mengalami hal-hal tersebut tadi. Yaitu, musik. Mendengarkan musik yang cocok dengan suasana hati, yang mampu menenangkan jiwa meski terkadang akan mengoyak lebih keras lagi. Tapi ada satu hal yang mampu menguatkan aku, yaitu keluarga terutama anak dan suami. 


Aku harap aku ingin segera menulis kata "THE END" di akhir jawaban tanpa ada sebuah pertanyaan lagi yang aku harus cari jawabannya kembali. 
Read More

Bahagia Itu Sederhana

AGEE COMPUTER | 4:58 AM | |
Kebahagian itu memang tidak bisa dibeli dengan uang. Salah satunya adalah cinta. Tak akan ada stu pun yang bisa membayar cinta. Saya merasakannya. Perbedaan rasa ketika saya harus jauh dan ketika saya dekat seseorang yang saya sangat cintai.d

Ketika jauh, saya merasa sangat tertekan, dan sepertinya saya memikul beban yangbsangat berat sekali, bahkan jika saya tak sanggup memikul beban itu sendiri, saya hanya bisa menangis saat malam menjelang.tidak hanya rasa rindu yang saya rasakan tapi juga rasa sepi. Dan saat aku dekat dengan dia, rasa nyaman dan senang yang saya rasakan, seperti beban yang saya pikul menajdi sangat lebih ringan bahkan seperti saya tak punya beban. Bahkan menangis pun tak sanggup, padahal saya orang yang termasuk cengeng, lihat drama korea yang menyedihkan saja saya ikutan nangis.

Meskipun saya tidak tinggal di rumah yang mewah dan besar, saya cukup bersyukur karena saya masih tinggal bersama orang-oorang yang saya sayangi. Saat tidur bersma mereka, meski panas dan gerah cukup saya nikmati, karena pelukan dari anak dan suami lah yang buat saya tenang dan nyaman. Apalagi saat melihat wajah ketika mereka terlelap, saya senyum sendiri, damainya mereka tertidur, tenangnya mereka bermimpi. Saya sangat bersyukur sekali diberikan keluarga yang bahagia, melihat di luar sana masih banyak terjadi pertengkaran dengan pasangan masing-masing, meskipun jujur kita juga pernah bertengkar tapi kami selalu mengusahakan agar pertengkaran ini tidak berlarut-larut. Alhamdulillah juga punya suami yang ga suka marahan dengan istrinya.



Iya, bahagia memang tak perlu harus punya mewah, kemdaraan bagus atau jabatan tertinggi. Cukup bersama dengan orang-orang yang dicintai itu adalah hal yang paling bahagia yang saya rasankan. A
Saya juga membayangkan bagaimana hidup mewah, dan jabtan tinggi, tapi jika mereka tidak mempunyai rasa dan seseorang untuk dicintai. Apakah mereka akan merasakan kehampaan? Apa mereka juga akan bahagia dibandingkan mereka yang hidup sederhana tapi dipenuhi dengan rasa cinta? Kebahagiaan seseorang yang bisa mengukur adalah pribadi masing-masing, kalau saya hidup dengan suami dan anak meski di  rumah yang mungil ini, saya sudah bahagia. Bahagia melihat mereka bercanda, bahagia melihat tertawa dan saya juga bahagia ketika mereka tersenyum. Saya juga akan sakit hati jika mereka disakiti.

Kunci kebahagiaan itu sendiri adalah rasa  syukur. Jika kita tidak mempunyai rasa sykur semuanya akan menjadi nikmat.
Read More

Inspirasi Dari Seorang Kartini

AGEE COMPUTER | 8:38 PM | | |


Tanggal 21 April setiap tahunnya diperingati sebagai hari Kartini, hari emansipasi wanita. Hari ini tepat tanggal 21 April saya sebagai wanita seneng banget ada peringatan hari Kartini. Kenapa? Iya karena kita akan selalu ingatkan bahwa wanita itu layak "disandingkan" dengan laki-laki, wanita tidak bisa dipandang sebelah mata. Prestasi perempuan jaman sekarang banyak macamnya, dan tidak hanya itu saya sering melihat perempuan melakukan pekerjaan yang acap kali dilakukan oleh kaum adam.



Menyinggung perkataan "layak bersanding" dengan kaum adam, emansipasi seharusnya pada tempat yang pantas bagi perempuan, porsi yang tepat, mengingat kodrat perempuan dan laki-laki itu berbeda. Sesukses apa pun sang perempuan, dan setinggi posisi sang perempuan, tetaplah perempuan harus patuh dan tunduk pada suami, dengan catatan selama perkataan dan tindakan suami sesuai dengan akidah agama dan kebaikan, wanita tidak bisa membantah.

Dari beberapa wanita yang berprestasi saat ini, saya punya beberapa wanita yang membuat saya terinspirasi. Mereka itu adalah wanita yang cerdas, dan punya banyak segudang prestasi.

1. Dian Pelangi

Wanita atau gadis yang berhijab siapa yang tidak mengenal sosok perempuan cantik yang satu ini. Segudang prestasi telah dia raih. Seorang designer perempuan berhijab yang sudah mendunia karena karya-karyanya yang super unik dan menjadi trendsetter dikalangan hijabers se-Indonesia raya ini.
Saya suka dengan rancangan-rancangan Dian Pelangi, selalu berbeda dengan yang lain dan mempunyai ciri khasnya sendiri.

*Dian Pelangi*


2. Nicoline Patricia Malina

Saya sebetulnya suka dan mulai jatuh cinta dengan dunia photography. Tidak sedikit photographer wanita di Indonesia, salah satunya Nicoline Patricia Malina. Saya suka dengan hasil jepretan dia. sangat indah dan tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Foto-foto Nicoline bisa kalian lihat di sini.

*Nicoline Patricia Malina*



Dari beberapa wanita tersebut, sudah sedikit membuktikan bahwa wanita pun juga bisa berprestasi tidak hanya di negara sendiri, melainkan mereka sudah mendunia, bahkan karya-karya mereka tidak bisa dipandang sebelah mata oleh dunia. Kita juga bisa kok menjadi mereka, asalkan kita mau berjuang dan tak pernah kapok untuk terus berdiri saat jatuh dan berproses untuk mewujudkan mimpi kita.

Satu hal lagi tentang perempuan yang saya tahu, dan saya sadari, sekuat dan semandirinya dia, ia tetap butuh bersandar, ia tetap butuh perhatian dan ia tetap butuh kehangatan juga kasih sayang. Wanita di jaman sekarang memang dituntut untuk lebih mandiri, bermental kuat, tapi bagaimana pun juga emansipasi wanita bukan untuk menjadikan perempuan menjadi seorang yang berkuasa.

Selamat Hari Kartini, semoga wanita di penjuru tanah air mampu menginspirasi banyak perempuan di mana pun berada, dan semoga semangat juang Kartini mampu mengantarkan kita para wanita untuk melangkah beribu-ribu langkah untuk menggapai cita dan cinta, harapan. Kibarkan terus semangant Kartini untuk cita-cita para perempuan Indonesia.




Read More

Akhirnya Ketemu Juga

AGEE COMPUTER | 3:29 AM | | | | |
Penantian selama hampir setahun akhirnya berakhir dengan indah. Yaay, akhirnya ketemu juga kdengan suami tercinta. Menunggu selama itu memang tidak mudah bagi orang yang tidak pernah terbiasa jauh dari suami. Saya sendiri yang terbiasa jauh, kali ini benar2 menderita karena saya tidak pernah jauh selama itu, hampir setahun.

Setahun kurang 2 minggu, sebut saja setahun. Sebenernya mau cerita tentang kejadian lucu di hotel, tapi saya urungkan dikarenakan mebuat saya malu, hihihi..
Lama ga ketemu suami, ada yang berubah sih dari dia, makin ndut, tapi aku makin suka, membuktikan istrinya ga pernah bikin stress, hahaha...



Jalan-jalan di malam hari di Jogya itu sangat seru. Kebetulan sih hotel kami tak jauh dari Malioboro, paling cuma -/+ 500 meter, kita ambil langkah seribu alias jalan kaki. Untung saat itu saya siap sedia sendal jepit, jadi kaki ga pegel- pegel bangetlah karena high heels kebanggaan saya. Malam itu kami nyari mie jawa, mie yang dimasak pake tungku. Ketemu di belakang jalan Malioboro. Dari jauh sih ditulis "Mie Jawa", seneng deh kita, eh nyampek di dalam ternyata masaknya pake kompor biasa, tapi untuk rasa sih ga kalah enak sama mie jawa. Banyak tempat angkringan di Jogya, tempat ngumpul para anak muda Jogya. Sebenernya saya dengan suami akan bergadang yah sambil makan di angkringan deket hotel, tapi melihat pemandangan lampu-lampu dari kamar hotel jadi males banget buat turun, jadi ya keenakan lihat view dari kamar jadi ngantuk deh..

Besoknya kita jalan-jalan ke Malioboro, lebih tepatnya nyari makan siang dilanjut ke Kaliurang. Tepat di lataran Malioboro ada rumah makan (lupa namanya apa), menu makanan semua pedes. Kebetulan saya pesan ayam penyet dan suami pesan ayam betutu. Pas hidangan yang kami pesan diantar, saya agak kaget sih kenapa suami saya malah ngasih saya ayam berbumbu kuning sedikit berkuah tapi rasanya enak banget, sedangkan saya sadar saya pesannya tadi ayam penyet. Eh, tahunya suami saya belum tahu ayam betutu itu kaya apa. Jadi, pesanan kita ketuker. Saya makan pesanan suami, dan suami makan pesanan saya, padahal saya tahu dia pengen makan ayam betutu, eh malah saya yg makan.. hihihihi.. Abis makan siang kita ke Kaliurang deh. Melihat jalanan kota Yogyakarta jadi pengen banget tinggal di kota ini, ga panas, tapi ramai, banyak kendaraan berseliweran, yah maklumlah kota besar.

Besok paginya saya pengen makan nasi kucing, jadi jatah breakfast kami kasih ke kakak saya yang kemarin siangnya nyusul kami ke Jogya. Saya yang doyan makan,  beli 2 bungkus, saya harap sih pas sama perut eh ternyata kurang, dan lucunya dua bungkus nasi kucing lauknya berbeda. Bungkusan yang pertama saya hanya makan nasi dan kering tempe, bungkusan kedua isinya cuma nasi dan sambel teri, tapi sambelnya enak banget, aku beli di dekat hotel Arjuna, sebelum Grand Zuri. Siangnya kami bersantap di empek-empek sekitar jalan Malioboro, dilanda rasa lapar karena capek berkeliling benteng Vredeberg. Sudah lapar, kaki lecet lagi gara-gara jalan kaki jauh pake high heels lagi (salah sapa ngene ki jal?!) hahaha...

Hari terakhir seneng mau pulang trus ketemu anak saya yang paling lucu dan ngangenin, juga ga sabar pengen ngerti dan merekam di otak momen ketika mereka bertemu.
Lucu juga sih melihat si anak yang lengket terus sama si papa. Kangen, begitu gambaran dari wajah keduanya. Happy banget bisa ngumpul seperti sekarang.
Read More

Friendship

AGEE COMPUTER | 8:07 AM | | | | |
Sebenernya apa sih itu "PERSAHABATAN"? Kalian nyadar ga sih teman dekat kalian itu bisa dibilang "SAHABAT"? Bagi saya, sahabat itu selalu ada saat kita bahagia dan sedih, selalu ingat kita saat mereka bahagia. Saya punya sahabat sejati? Oh jelas saya punya (Inshallah mereka adalah sahabat saya), mereka adalah sahabat-sahabat saya yang baik. Sahabat saya ga hanya perempuan, bahkan teman baik saya kebanyakan laki-laki, kenapa? Entah kenapa tiap saya punya teman laki-laki, apalagi yang cocok beteman dengan saya, mereka akan memberikan kenyamanan, maksud saya di sini, mereka perhatian, ga perhitungan, dan bahkan tidak udah tersinggung. Berbeda dengan teman-teman perempuan yang pernah dekat dengan saya (tapi tidak semua yaaa..), kebanyakan mereka hatinya mudah tersinggung, dibilang gini marah, manyun, ujung-ujungnya saya didiemin.



Didiemin secara tiba-tiba pernah saya mengalaminya. Saat saya kuliah dulu, entah semester berapa saya sudah lupa, alasannya juga saya nggak tahu, dan saya juga ga ngerti dan ga paham letak kesalahan saya dimana. Sekali dua kali saya ajak ngobrol masih ga enak, ya udah, emang siapa juga yang butuh situ, I can live with or without you... Emang kalau diemin saya, saya bakal intropeksi apa? Ogah sih kalau saya, emang mereka siapa?? Nothing..!! (kalau yang saya bicarain baca, dan merasa ya silahkan kalau tersinggung, berarti yang saya maksud kudu sadar diri yah, kan situ yang musuhi saya :p). Inget sih dulu waktu penelitian, saya susah payah minta ijin ke kepala sekolah buat penelitian, udah dateng-dateng ke sana, ternyata ide saya juga ga dipake, nah kenapa juga dulu mau nurutin ide saya, bilang donk kalau ada ide lain, ga menghargai banget, belum lagi pas pergantian ide lain, saya nih ga dikasih tahu. Gila kan?! Buang-buang waktu saya aja.. Saya pengen deh rasanya maki-maki orang kaya begini, duh udah mahasiswa loh, otaknya kok kaya anak SD!! Gimana ga marah coba, punya kelompok belajar tp ga bisa saling mengharai pendapt orang lain.. *sigh*

Ah, kok saya ga penah ya ngalami kejadian kaya gini dengan teman-teman saya pas SMA dulu. Mereka itu care, saling pengertian, kalaupun ada yang marah, ngambek pun ga pernah sampek berbulan-bulan, paling belum seminggu udah baikan, gila-gilaan lagi. Jika kita ada kurang, ya diomongin baik-baik, ga main diemin orang seenaknya aja. Emang kalau udah diemin orang, orang itu bakal ngemis-ngemis beteman dengan kamu? Kalau saya sih nggak!! Dan kita semua menghargai semua pendapat teman yang lain, dan masih menganggap orang lain ada, juga tidak sok pinter!!Teman-teman SMAsaya juga ga pernah pilih kasih, ga pernah memandang kaya atau miskin, dan yang terpenting mereka tidak pernah memanfaatkan teman meski pun ada teman yang kaya. Semua menganggap kita sama. Jadi, kalau kita ada acara kumpul bareng ya semua dikabarin, saling mengingatkan.

Sembilan tahun, kita berpisah, sejak lulus sekolah. Dan saya masih ingat jaman itu, saat dua teman kami dinyatakan tidak lulus ujian, kami berkumpul dan mencoba menghibur mereka, biar mereka tidak terbebani oleh pengumuman yang seperti hantu itu. Dari awal kami dipersatukan di kelas 3 IPA 2, hingga sekarang, kami masih ingat satu sama lain, meskipun banyak yang sudah menyandang status suami atau istri orang, kami tidak banyak berubah, sama saja seperti dulu. Mungkin saya ya, salah seorang teman yang paling baik bilang saya lebih anteng sekarang, nggak pecicilan seperti dulu. Pecicilan? Bukan pecicilan tapi saya itu gadis (dulu) yang paling bawel dan paling ga bisa diem, manja lagi (untungnya mereka juga manjain saya, hihihi..)

Jadi inget jaman sekolah dulu, saya paling ga tahan kalau duduk sama anak yang pas-pasan "otak"nya, ga bisa ngasih jawaban yang bener pas ulangan harian, hahahaha... Pas ujian semester paling ga bisa ga bawa contekan, hihihihi...Waktu olah raga, disuruh lari eh kita malah enak-enakan jalan kaki. Oh ya, saya paling ga kuat klau disuruh lari-lari, nafas saya jadi berat..
Pas jam kosong? Rame-rame deh kita ke kantin.. Menyenangkan punya temen seperti mereka. I wanna turn back the time to see you again guys, ngumpul-ngumpul lagi :D There are no friends like you..



 Source of here

Weekend kemarin kita sempat kumpul sebentar sih, dikawinannya salah seorang kawan, Ferry. Meskipun sebentar, bagi saya itu sangat berharga sekali. Saya lihat tidak ada yang berubah dari mereka semua. Erna, masih sama seperti yang dulu, agak perhitungan, hihihihi... Dewi juga masih sama seperti yg dulu, Care. Teman yang laki-laki juga masih sama, sama ganteng gendengnya, lucu bikin ketawa dan ilang deh rasa bosennya kalau ada mereka.. :D
 

Repost from Sashawnee blog (my another blog)
Thursday, December 12, 2013

Read More

Pohon

AGEE COMPUTER | 6:46 AM | |
Siapa aku?
Aku masih belum ingat siapa aku, siapa namaku.
Seperti lembaran kehidupan yang terselip di sebuah tempat entah aku tak tahu.
Kenapa aku sendiri di sini?
Tanpa teman dan aku tak bisa melepaskan penat ke sebuah tempat lain.
Terbelenggu.
Terpasung.
Terpenjara sepi.
Ketika angin meniup kencang, aku tak sanggup berlari, berlindung.
Saat hujan mengguyur, petir berteriak di langit, aku tak sanggup bersembunyi.
Ketika manusia datang, menyentuhku, tersenyum penuh arti padaku, menodongkan senjata, aku tak sanggup berlari.
Aku mati,
Potongan-potongan tubuhku terjual, dijadikan alat sang manusia.
Aku mati,
Dijadikan bingkai dalam bangkai. 


Read More

A Letter of Love, I Miss You

AGEE COMPUTER | 1:55 AM | | | |
My Dear Sweetheart,

I miss you.  I want to be with you and hold you.  I want to gently touch your face and cup your cheek in my hand as I look into your beautiful brown eyes.  I want to snuggle and cuddle with you, to just be close to you.  I want to rub your leg and stare across the couch as we talk of our feelings for one another.  I want to hold your hand across the table at a restaurant.  I want others in the restaurant to be jealous of our intimacy and our tender affection for one another.  I want to lie next to you in front of a fire and gaze into your eyes while I rub your back.  I want to romance you.  I want you to know how beautiful you are in my eyes.  I want you to know how much I cherish and adore you.  I want to give my heart to you.  I want your heart, I want it all.

With fond affection and longing thoughts,

Your Love :*

Read More

A Hug

AGEE COMPUTER | 11:16 PM | | | |




Pada hening aku memungut kerinduanku,
Menitipkan salam dan setangkai bunga untuk kekasih
Butir-butir bening air mata menjadi ngilu,
Tak tertahan berlinangkan air mata duka nan sedih.
*




Sayang, malam ini aku ingin berbincang denganmu, berdiskusi tentang hal-hal yang membuatku luruh jauhkan rindu yang semakin sesak di dada. Betapa aku sangat merindukan kehadiranmu yang jauh berjalan meraih keindahan dalam kapal cintamu.

Sore ini hujan turun, deras sekali, kerinduanku kepadamu semakin membukit. Ingin aku memelukmu dibawah rinai hujan, memelukmu erat dan menciummu dalam hujan.

Pelukan hangat penuh cinta dan damai meski hujan mengguyur tubuh kita. Saling berpeluk erat, tanpa ada jeda dalam dekapan hangatmu. Dingin menjadikan hangat, sehangat ketika kita bercinta di persandingan tungku yang menyala kala musim dingin tiba. Inginku belai wajahmu, rambutmu, mencium keningmu walau dingin mengigil menjalar ke dalam sel-sel menusuk rongga-rongga, namun ada kehangatan dalam hati, menjadikan jantung semakin berdegup dengan riang.

Rasakan setiap tetes air yang menetes di setiap pori-pori kulitmu, ku sentuh dadamu merasakan degup jantungmu yang semakin liar, bertatap mata, sesekali bercium mesra pada rinai hujan sore. Seketika hujan reda, matahari menunjukan sinarnya, dan saat itu pula pelangi menampakan senyum khas berwarna-warni memamerkan keindahannya, dan tersenyum pada kita.
Kitalah pasangan yang abadi bagai bunga plastik yang tak akan pernah layu, akan terus mekar, namun cinta kita murni seperti semurni air suci. .









*Repost
Written on Early 2011, taken from my WP (ditulis pas saya belum punya blog WP)
Read More