Saya diingatka kembali dengan ungkapan, atau kalimat pendek dari Jawa, yaitu “Tepa Slira”. Arti dari “tepa slira” adalah tenggang rasa, himbauan agar segala sesuatu yang terjadi diukur dan diterapkan pada diri sendiri, dengan kata lain, Empati. Tepa Slira Dengan demikian perbuatan kita tidak semena-mena terhadap orang lain. Kita juga mampu menghargai orang lain, dengan mampu menempatkan diri.
Yen awake dhewe krasa lara dicethot, ya aja nyethot uwong jalaran larane wong dicethot iku ya padha rasane kaya nalika awake dhewe dicethot uwong. Yen awake dhewe mangkel diina, ya aja ngina uwong. Inti dalam bahasa Indonesia adalah, kalau merasa sakit saat dicubit, maka janganlah mencubit orang lain. Jika tersinggung kalau diejek mengenai kelemahan diri sendiri, maka jangan pula mengejek kelemahan orang lain, karena dia juga pasti tersinggung. Yen lara atine bojone dielus-elus uwong, ya aja ngelus-elus bojone uwong, kalau pasangannya gak mau direbut, ya jangan merebut, apalagi sudah merebut, melabrak lagi, hahahaha…
Dengan menempatkan diri, dan mengukur segala sesuatu didalam diri kita, orang lain pun juga akan menghargai kita. Tutur kata yang halus, ramah, dan baik kepada orang, orang juga akan respect terhadap perilaku kita, dan kita tidak akan dipandang sebelah mata. Tepa slira juga mampu mendamaikan rasa. Nah, selain ungkapan Tepa-Slira ada ungkapan bahasa Jawa lain yang patut untuk kita lihat dan pahami yaitu AJA RUMANGSAN, AJA KAGETAN dan AJA DUMEH. Jika kita laksanakan ungkapan-ungkapan ini, kehidupan kita akan menjadi lebih harmoni dan tidak akan terjadi konflik antara sesama manusia. Ungkapan-ungkapan tadi seharusnya kita pelajari dari kecil, dan anak-anak kita nanti juga harus diajarkan untuk bertenggang rasa terhadap semua makhluk hidup, khususnya manusia, agar kita senantiasa damai dan jauh dari pertengkaran.
. . By Merry Indria on Sunday June 12, 2011 at 9:00 pm.
Read More
Loading


Dua Delapan Dua Belas
Alhamdulillah, rupanya Allah masih memberi saya umur dan kehidupan hingga usia saya mencapai angka ... (rahasia) :D
Di umur saya yang kesekian ini saya ingin mengucap syukur kepada Allah, keluarga terutama suami dan orang tua saya, kakak-kakak saya, dan sahabat juga teman saya, yang telah mendoakan saya. Terima kasih atas doa kalian semua, semoga doa-doa dan keinginan kalian terwujud semua, amin..
Di hari berkurangnya umur saya, ada salah satu keinginan terkecil saya terwujud, alhamdulillah setelah sekian lama saya menginginkan benda ini, akhirnya saya punya juga. horeee.. (maaf lebay). Miniatur menara Eiffel, saya beli di online SHOP ini, barangnya datang pas hari ini, siang tadi. Nyicillah buat dekorasi rumah nanti, dan untuk saat ini, miniatur menara Eiffel ini saya buat untuk properti foto-foto aksesoris saya, yaaa biar indah gitu, hihihihi...
Di hari special ini saya tidak ingin apa-apa sih, doa dari suami, keluarga dan teman-teman sudah sangat membuat saya senang dan bahagia sekali, alhamdulillah mereka masih inget hari ini. Saya pribadi hanya ingin meminta kepada sang pencipta, Allah SWT, agar saya selalu diberi kemudahan mencari rejeki saya, diberi kesehatan, dan umur panjang. Tidak lupa meminta agar saya terus istiqomah belajar dan belajar menjadi ibu dan istri yang baik untuk anak saya dan suami saya. Amin.
Belajar menjadi dewasa dan bersabar, terus bersabar, karena saya orang yang mudah tersinggung, marah dan sakit hati. Perlahan-lahan saya ingin menghapus sifat-sifat saya yang tidak enak tadi. Belajar bersabar, semoga saya bisa melewati ujian kehidupan saya.
Perbedaan ujian di sekolah dan ujian di kehidupan, kalau di sekolah kita mendapatkan ilmu baru ujian, kalau ujian dikehidupan, kita diuji barulah kita mendapatkan ilmu atau hikmah atau pengalaman.. hihi, bener kan, hayooo... :p
Read More
Witing Tresna Jalaran Saka Kulina
AGEE COMPUTER |
4:54 AM |
Sharing
::: Peribahasa WITING TRISNA JALARAN SAKA KULINA iku tegese wong iku bisa dadi tresna amarga kulina. Dadi amerga kerep ketemu lah iki sing njalari tresna. Atau bisa diartikan dalam bahasa Indonesia seperti ini — cinta itu dapat tumbuh — seseorang akan jatuh cinta apabila sering bertemu atau berinteraksi dengan lawan jenisnya (atau sesama jenisnya), bisa rekan sekerja, rekan sekegiatan, atau bahkan jika sering ketemu di stasiun…hehehehe
Saya sering merasakannya tresna seperti ini. Namun, yang terdahsyat ketika saya jatuh cinta kepada suami saya sendiri. Mengingat sejarah ketika pertama bertemu di suatu tempat yang saya masih sering pertanyakan, “Kenapa harus di tempat itu?” Awalnya saya hanya merasakan “he’s stranger and will be stranger for me”. Tak ada niat untuk membuka hati kepada siapapun termasuk dia, karena saya juga merupakan korban “witing tresno jalaran saka kulina wong liya” yang menyebabkan saya menjadi korban kebahagian “mereka”. Pada intinya saya ditindas karena egoisan dari makhluk Tuhan yang bernama “laki-laki” dan “perempuan” yang rela menjadikan “wanita” dan “pria” nya sakit hati demi kebahagian mereka (jian mulek tenan ukaraku,.. Intinya: korban perselingkuhan)..
I thought it was so hard to open my heart and gave him my love like before. Intinya saya TIDAK MAU DIKHIANATI lagi. For the first time, I tried so hard. But, he always tried to made me sure that he is the best for me. Setiap hari kita selalu membuat perbincangan kecil, tertawa, bahkan ada debat-debat kecil diantara kita. Ah, I miss those moments. Saya jatuh cinta padanya ketika ia akan pergi jauh. Menyadari akan sebuah pepatah (lagi), “kita akan tahu rasanya mencintai ketika kita kehilangannya”. And that day I wanted to hug you, but I can’t.. Jaim lah, perempuan harus jual mahal, pikir saya ketika itu. Hehehe…
Berawal dari kebersamaan kemudian tumbuh cinta, begitu saya rasakan ketika itu. Entah episode dari sang suami apa, aku tak tahu, dan belum pernah bertanya. Mungkin, feel love at first …?? Don’t know yet…
Berawal dari kebersamaan kemudian tumbuh cinta, begitu saya rasakan ketika itu. Entah episode dari sang suami apa, aku tak tahu, dan belum pernah bertanya. Mungkin, feel love at first …?? Don’t know yet…
Nah, belajar dari pengalaman saya, dan penagalaman saya ini bisa dijadikan peringatan. Peringatan ini berlaku bagi laki-laki maupun perempuan, terutama yang sudah berkeluarga, agar berhati-hati dalam berteman, berhubungan, atau berkomunikasi dengan lawan jenis. Jangan sampai ia melanggar batas kewajaran, karena kedekatan (keakraban) dapat menumbuhkan cinta.
.
.
Menjaga keharmonisan cinta hingga ajal menjemput..
Read More
.
Menjaga keharmonisan cinta hingga ajal menjemput..
Subscribe to:
Posts (Atom)