Loading



NKOTBSB (part 2)

AGEE COMPUTER | 12:58 AM |
Sekali lagi aku nge-post tentang NKOTBSB, yang dulu di Part 1.
Saat aku SD – SMP Backstreet Boys ini memang sedang naik daun, dan aku salah satu fan mereka. Tak ketinggalan, aku juga mengkoleksi album-album mereka. Soal New Kids On The Block, aku hanya sedikit tahu tentang mereka.

Nah, tepat tanggal 1 Juni kemarin, NKOTBSB menggelar live concert di Jakarta – Indonesia. Seneeeeng juga sedih karena tidak bisa menintin mereka secara Live, karena tempat tinggalku sangat jauh dengan tempat mereka konser. Namun aku sering mengintip twitter mereka, seru.
Ada salah satu tweet anggota NKOTB yang aku suka. Tweet dari Jonathan R Knight, dia bilang, @JonathanRKnight: Listening to the sounds of prayer from a mosque in the distance. So blessed I can experience other peoples religions and cultures traveling.
Dan Brian dari Backstreet Boys banyak meng-upload foto-foto ketika mereka masih di Jakarta.



Backstreet Boys, dahulu mereka beranggotakan 5 orang, saat album Unbreakable release Kavin mengundurkan diri, sangat disayangkan, dan sekarang hanya ada 4 cowok keren (bagiku), they are @nickcarter @Brian_Littrel @Howied @@skulleeroz (AJ McLean).

Setelah vakum beberapa tahun lamanya, boy band ini kembali hadir ke dunia tarik suara. NKOTB pernah berjaya di tahun 80-an, dan sekarang mereka bukan lagi disebut “boy” tapi “men”. They are @joeymcintyre @JonathanRKnight @jordanknight @dannywood @DonnieWahlberg.

Aku rasa mereka bukan sembarang boy band, Backstreet Boys membuktikan bahwa mereka mampu mempertahankan ke-eksis-an mereka, meski salah satu personil mereka mengundurkan diri. Dan, NKOTB juga mampu membutktikan diri, setelah mengumumkan diri untuk bubar, lalu kembali, mereka tetap di hati para penggemar, terutama penggemar di era mereka. :)
Berikut ada 3 foto yang aku ambil dari twitter, (sumber @berlian_ent, dll).
NKOTBSB Press Conference
.
Masih tetep keren kan mereka. Yang aku lihat kunci kesuksesan mereka adalah menjadi diri mereka sendiri, ga dipaksakan seperti boy band jaman sekarang, yang kebanyakan berkiblat ke boy band korea yang dilihat dari penampilan mereka kurang pas untuk di aplikasikan ke boy band Indonesia, karena culture kebudayaan kita berbeda dengan mereka.

Read More

I Can't Keep My Memory

AGEE COMPUTER | 2:48 AM | | | |


*
*
*
Tonight I feel something different from others. Empty, quiet, no one is talking, just a dog is barking. The situation is like once I felt three years ago, where I lived in my old house. I miss those moments. I felt free. I enjoyed my life at that time, although I felt empty and lonely in my heart, at least there are the memories that I still keep deep in my heart.



I often wish, if I was able to save everything I had, I was still living my life there, with all my memories. Unfortunately, I can’t. I loss anything I have. I’d assume this is the destiny that God has desired for me, and this is the best way for us.

I start to learn to let it go, although this is very hard for me to take off all my childhood memories. Maybe It’s really not fair to me, and I have to fight against this feeling. The result, I still have not been able to beat this feeling. I really miss those days, those moments, but I always try to accept any fate that I can’t keep all of my memories. I still fight with this situation.

Learning to “Ikhlas” is very difficult indeed. Sometimes mouth stated that we could let all go, but our heart was not stated.

“Keikhlasan” was never in fact identical to the cessation of transparency and accountability. If we let go help someone, it means we are willing to be bothered constantly to ensure that our aid is effective, isn’t lost to other parties. People who don’t sincerely just don’t want to bother, don’t want to be embarrassed, and choose the arithmetic apparent reward. “I’ve been meaning to significant help.” while forgetting the obligation to ensure the success of our help.

It is just a small part on the theory that I found an article that discusses a person’s sincerity. If we discuss a theory, it may seem easier than we practice an art. We are only able to try and remember that sincerity is the science of life that we must learn in life.

*jika ada kesalahan tulis, ejaan bahkan grammar, harap dimaklumi, masih belajar* :)
Read More

Wanita Independece

AGEE COMPUTER | 4:23 AM | | | |
Awalnya aku sempat bingung harus memilih kategori mana untuk posting kali ini. Yups, akhirnya aku pilih kategori Sharing . Tak ada alasan apa-apa, kecuali tell a story about our time zone (baca: LDR), dan segala kelemahan dan kelebihan ketika harus menjalani hubungan jarak jauh.

Aku dan suamiku memang menjalani Long Distance Relationship. Yah, meskipun aku dan dia hanya setahun bertemu dan itu pun aku dan dia hanya 3 bulan bertemu.



Suamiku bekerja di suatu perusahaan kapal pesiar, dari tahun 2000. Tahun 2000 itu aku masih SMP. Kebetulan umurku dan dia terpaut cukup jauh, 14 tahun, dewasa, sosok itulah yang memang aku cari, yang bisa meredam setiap emosiku, yang tidak mau memperkeruh keadaan ketika aku sedang labil, itulah suamiku. Saat aku marah, dia menjauh dari aku, dalam arti “menjauh” di sini adalah mengungsi, membiarkan aku meluapkan emosi sesaatku, saat dia pikir emosiku menurun barulah dia datang dan membahas masalah yang sedang kita hadapi.

Aku dan dia mempunyai prosentase besar untuk tidak saling dekat (dalam hal ini: fisik), namun aku percaya hati kita setiap hari sangat dekat bahkan semakin dekat. Aku sendiri pun sering membayangkan, bagaimana dia di sana, bekerja keras untuk kita di sini. Kasian suamiku..








Bagaimana tidak, hidup sebagai pelaut itu tidak segampang kebanyakan orang pikir. Bekerja di dalam kapal yang sebesar itu, dan terkadang terombang-ambing di atas laut dengan gelombang besar, keselamatan suamiku yang selalu aku pikirkan dan aku khawatirkan. Belum lagi kesehatan dia, kalau dia sakit siapa yang merawat dia? Ah sayang, aku akan selalu sabar menunggumu..

Menjadi aku itu tidak mudah, mempunyai suami yang harus bekerja jauh dari keluarga. Tapi harus bagaimana lagi, itu sudah resikoku memilih dia menjadi suamiku. Banyak orang menilai aku wanita kesepian, mungkin ada beberapa orang yang iseng sampai berkata, “Kesepian ya neng ditinggal suami jauh.” Aku tak mau menanggapi hal semacam itu, yang tahu ukuran aku kesepian atau tidak adalah diriku sendiri.

Memang aku akui terkadang aku merasa sepi tanpa dia di sampingku, itu hal wajar menjadi istri yang seperti aku, suami bekerja di negeri orang. Aku terus berfikir, dan selalu menenangkan diri, bahwa aku tidak sendiri, banyak wanita yang seperti aku. Justru aku mendapat banyak segi positif yang aku ambil dari semua ini.
Istri seperti aku dituntut untuk lebih mandiri. Aku harus kuat, dan aku harus bisa mengerjakan apa pun ketika suami jauh. Mengerjakan pekerjaan suami saat dirumah, seperti melumasi pagar dengan oli, memasang lampu yang mati, hingga mengecat. Kemana-mana aku sendiri, dan aku mendapatkan informasi tentang apapun sendiri. Namun aku tidak pernah merasakan bahwa aku sebatang kara, tidak. Aku masih punya saudara, keluarga yang mungkin masih mau menolong aku ketika sesuatu hal tersebut tidak bisa aku kerjakan sendirian. Sifat-sifat mandiri yang sebelum itu aku tidak punya (karena aku termasuk anak manja), akhirnya perlahan aku mulai dapatkan. Suamiku selalu berpesan padaku supaya aku menjadi lebih mandiri, dan bersabar.

Aku sekarang sangat tertarik dengan wanita yg sangat independence, namun tetap menghargai laki-laki sebagai suami. Aku sedih jika aku melihat wanita yang kemana-mana harus diantar jemput suami, apa-apa dengan suami, bukan maksud hati iri, namun lebih kepada risih melihat terlalu addicted pada pasangan.




Dan terlebih jika wanita tidak punya ketegasan untuk memutuskan suatu hal yang prinsipal. Contohnya:
Seperti kasus yang dialami salah satu temanku. Dia wanita karir, bekerja di salah satu bank swasta, mempunyai satu anak yang masih baby (5 bulan-an lah). Waktu yang dia punya hanya sabtu dan minggu. Kebetulan hari-hari tersebut dia harus tinggal di rumah mertua, karena hari-hari itu mertua juga libur (maklum PNS). Temanku ini mengeluh saat di rumah mertua, dia jarang sekali merawat anaknya (menggendong, menemani tidur, dll) karena si baby dikuasai oleh mertua. Dan parahnya temanku ini tidak punya ketegasan untuk mengambil alih kekuasaan tersebut. Hasilnya, anak lebih condong pada neneknya. Sedih hati ketika aku mendengarnya, karena aku juga seorang ibu, dan anakku pun terkadang juga begitu, padahal setiap hari dan setiap waktu selalu dengan aku, apalagi yang harus bekerja hingga sore.

Itulah, kenapa istri yang jauh dari suami harus diwajibkan untuk mandiri dan dewasa, bahkan harus mempunyai wawasan yang luas. Karena kita jauh dari suami, yang seharusnya bisa melindungi kita (itu jika dinilai dari segi fisik). Apapun yang aku lakukan dan aku kerjakan di sini, aku harus bisa mandiri dan bisa ambil keputusan sendiri tanpa harus merugikan diri sendiri dan suami.

Aku tidak hanya merasakan sisi positif, tapi juga segi negatif. Aku yang sekarang lebih paranoid dan terlalu takut untuk dikhianati. Pengalaman masa lalu membuat aku takut merasakan sakit hati karena pengkhianatan. Namun, aku harus selalu berfikir positif pada suamiku, hanya pikiran positif itulah yang membuatku yakin dan selalu mempunyai energi positif juga. Untuk apalah dia berbuat seperti itu, toh dia sudah punya anak yang sangat lucu dan pintar. Aku juga yakin meskipun dia terbilang cuek, namun dalam hatinya sangat menyayangi kami sebagai keluarganya.

Di bulan hampir ke-empat aku menunggumu..
March 27, 2012… Tuesday night when the sky smiles at me with its stars.
Read More