Loading



Showing posts with label Rain. Show all posts
Showing posts with label Rain. Show all posts

Lagu Hujan Yang Menyanyat

AGEE COMPUTER | 3:20 AM | |
Jiwa berkelana ini menantimu.
Pada malam di pinggir jalan setapak resah tak menentu.
Beberapa menit berlalu.
Datang dirimu terbingkai senyum rindu.
Kau pegang tangan, dan kau cium penuh dengan cinta tulusmu.
Ah, aku merindukanmu, merindukan setiap jengkal cerita yang kau bacakan untukku, merindukan dekapan hangatmu dan mesra cium manismu.
Rintik hujan menapak setiap jejak kerinduan semakin terendap.
Aku mendengar lirih suara nyanyianmu, lagu cinta yang kau dendangkan untukku melewati rintik hujan yang membelai bumi.

Hangat ciummu tak terasa rintih dingin berpijak dalam manis bibirmu, berpeluk dalam kerinduan.
Ah, ciumanmu seperti pisau menusuk hati, perih itu kembali ku rasakan.
Pelukanmu menikan tajam pada jantungku.
Aku tersungkur, lemah, tak mampu menghindar, mungkin aku akan mati.
Tapi masih aku menikmati nyanyian hujan di malam hari yang bersenandung pada hati yang tengah lara hati, berpeluk pada asa yang tlah pergi.



Read More

Hujan Masih Menyapaku

AGEE COMPUTER | 3:14 AM | |
Ketika panas beberapa hari ini menggangguku, kering dalam hati tiada sejuk angin menggetarkan jiwa yang sepi.

Sepertinya matahari tertawa senang, karena tiada mendung menghalangi cahyanya menerobos ke bumi.
Aku merindukanmu, tiap rinai air yang jatuh menyapa bumiku, suara rintik hujan menentramkan hati.
Ketika dia datang, ada hati mekar pada sudut taman impian.
Akar-akar saling berciuman dan berpelukan.



Sunyi, hanya terdengar rinai-rinai yang mendekap jiwa-jiwa merindui aroma kembang kerinduan.
Bersemilah, tiada kuncup yang layu berjatuhan dalam kelelahan kesetiaan.
Aku selalu merindukanmu, membelai jiwaku ketika kesepian melanda keterpurukan.
Kasih, lihatlah pelangi ketika hujan telah menepi pada peraduan,
ada senyumku terangkai menjadi warna pelangi menghias langit dan terbingkai lembutnya awan.


File:Falling rain in mexico.jpg

Ketika hujan itu menyapa, aku ingin mendekap erat tubuhmu, untuk memberikan kehangatan pada setiap darah yang mengalir.
Read More

Hujan Dan Aku

AGEE COMPUTER | 3:25 AM | |
::: Hujan rintik-rintik menapaki bumi dengan segala keindahan pada tetesan airnya. Ketika tangan ini menyentuh tetesan hujan, airnya bagainya menyerap pada pori-pori kulit hingga pada jantung, dingin serasa menyejukkan rongga-rongga tubuh yang mendidih. Pada sebuah payung berwarnakan pelangi aku teduhkan kepala, berlindung. Meski begitu aku sangat menikmati kucuran air yang menetes deras.

Hujan, suara tetesan air yang jatuh pada atap-atap persinggahan manusia, membawaku pada suasana yang magis. Membawaku pada memory indah bersama dengan orang-orang tercinta.

::: Di sini hujan turun, dan tak perlu bersembunyi. Aku tahu sinar matahari masih pada sisi lain langit, dan tak akan membiarkan badai menggulung kita, tidak akan badai.





Image
Read More

Ku Menatapmu Di Balik Jendela

AGEE COMPUTER | 3:31 AM | |
Siang yang sangat penat dan membuatku seperti orang yang benar-benar tak tahu arah, bingung, dan ingin aku berlari mencari kesenangan sendiri. Tuhan seperti mendengar rintihan hati yang sedang galau. Dia mengirimkan hujan untuk meredakan semua kepenatan, kebosananku di hari ini.

Hujan, kali ini aku memandangmu dibalik jendela kamarku. Sangat nyaman, teduh mendengar rintikan suara hujan, memandang tetesan air yang jatuh dari awan.

Ketika hujan mulai reda, daun-daun basah, tanah yang kering mulai mumbuat genangan. Yang aku suka, setiap kala hujan berhenti dan berganti matahari, lenngukungan tujuh warna pelangi menghias langit biru. Pelangi yang menyadarkan aku pada kehidupan yang penuh warna, bukan hitam putih bahkan abu-abu.
.




Read More

Hujan

AGEE COMPUTER | 3:43 AM | |


rain-on-table


Entah kenapa saya sangat menyukai hujan, tanpa petir.
Bagiku, hujan mampu mendamaikan hatiku yang sedang gundah dan galau.
Hujan juga mampu membuka setiap lembar kenangan dalam otakku.
Suara gemericik air menenangkan setiap batinku.
Hujan pula yang sanggup meredakan setiap puing-puing amarah dan kesedihan.
Butir-butir airmu menutupi setiap tetes air mataku ketika aku menangis.
Butir-butir airmu menyejukan setiap kekosongan hatiku.
Aku mencintai hujan, mencintai setiap tetesannya.
Ketika aku memeluk hujan, tiap sentuhannya meresap dalam pori-pori kulit menembus dalam jantung hatiku.
Hujan, hujan, dan hujan, aku merindukanmu saat kemarau datang mengusikku.
Kedatanganmu membuatku gembira, bukan hanya aku namun anak-anak dengan tertawa ceria menyambut kedatanganmu.

Read More

Gerimis

AGEE COMPUTER | 11:55 PM | | |
Memandang langit malam ini, tiada bintang dan rembulan yang ramah membagikan senyum terindahnya, namun hati ini tenang mendengar suara gemericik air yang turun.
Setenang hati ketika mengingat senyum itu. Ingin aku berbagi cerita denganmu tentang malam ini, cerita tentang perasaan yang menggertarkan hati, cerita tentang sepotong cinta yang aku bingkai dalam kisah kasih yang terajut dalam benang asmara. Sepotong hati yang akan menjadi satu dalam ikatan perkawinan yang suci tiada noda.

Cukup bagiku mendapatkan seorang pria sepertimu, pria yang menenangkan setiap jalanku yang berliku, meluruskan. Jika merindukanmu akan kutulis sebait puisi tentang kerinduan, puisi sederhana namun mengalum bagaikan nada dan harmoni menyentuh. Dalam kerisauan malam ini, aku mengukir namamu di hatiku dengan sebuah pena cinta, dengan cat kasih sayang, mengukir namamu dengan penuh kehati-hatian.



Aku ingin selalu bersamamu, setiap waktu tiada detik yang memisahkan kita. Memelukmu tiada jengkal yang mampu melerai kita. Selalu setia meski dalam penantian yang panjang. Lihatlah gerimis malam ini, menghantarkan kenangan dua tahun yang lalu, menantimu, menanti pinanganmu. Meski aku malu-malu menerima hatimu, ada asa yang berhasrat dalam hati untuk segera memilikimu, seperti hatimu yang segera ingin memilikiku.

Rinai gerimis yang menyejukkan hati, seperti angin semilir membelai wajahku yang berpeluh keringat lelah menantimu, memberikan kekuatan untuk setia menanti. Gerimis meninggalkan genang cinta yang sangat dalam. Aku menantimu…. . .

Originally written by Ruri Friday, May 20, 2011 at 8:17 pm.
*Wong lagi mumet, tulisane yo melu mumet gak nyambung

Read More

Walk In The Rain

AGEE COMPUTER | 3:12 AM | |
Walking In The Rain
Saat hujan turun, dan aku sedang bersedih, ingin aku berlari menuju hujan, memeluknya. Butir-butiran airnya selalu menenangkan aku, menutupi semua air mataku. Tak akan ada yang tahu aku menangis, tak akan ada yang tahu aku memendam rasa kecewa, yang ada hanya rasa bahagia saat hujan membasahi tubuhku.

Hujan selalu membuat aku tenang, aku mencintai hujan. Hujan selalu mengingatkan aku pada masa kecilku, bermain-main dengan hujan. Mengingatkan kemanjaanku, mengingatkan segala pecahan kenangan yang terbaur menjadi masa lalu tanpa tahu siapa dan apa yang harus aku kenang.



Saat aku tak mampu memeluknya, aku hanya memandang dia dari balik jendela. Menyapanya dengan senyum rindu, melambai tanganku ingin menyentuhnya. Di balik jendela aku melihatmu menantiku di halaman rumahku, menari-nari mengundangku.

Hujan, kamu terlalu istimewa untukku. Tempat aku menyimpan semua kenangan, tempat menyimpan kepedihan. Hujan, tetaplah ada dan terus ada, tetaplah menjadi pengobat pedihku.
.
.
.
~ Merry ~


http://rurindria.files.wordpress.com/2011/04/i-walk-in-the-rain.jpg?w=698
Read More