Sore ini sengaja aku keluar dari persembunyianku. Aku memaksa keluar rumah untuk sekedar ingin disentuh oleh cahaya sinar matahari sore. Suasana sore ini mengingatkan aku pada masa aku masih kecil dulu, ditambah lagi ada seorang anak kecil berambut ikal dan rambutnya diikat dua berpitakan warna yang sama. Bermain di depan rumah menikmati tiupan angin dan cahaya sore.
Teringat dulu ketika sore seperti ini, sore yang cerah dan berwarnakan kuning pada langit, berhiaskan awan-awan putih, aku bermain di depan rumah. Berkencan dengan tiupan angin sore bersama kawan rumah seberang. Cantik, wangi khas anak-anak, serta pita di rambut yang selalu menghias dikepalaku. Aku menyapa sore dengan keceriaan anak-anak yang polos, gembira, terkadang bersorak.
Banyak kawan yang selalu bermain bersama di sore itu. Ya, meskipun kami sudah segar karena guyuran air, berbalut busana yang indah dan wangian anak-anak, kami tak segan bermain petak umpat, lompat tali atau kejar-kejaran, dan menghasilkan keringat lagi. Tak jarang kami selalu dimarahi orang tua kami karena menciptkan keringat di sore hari, meski begitu kami selalu tertawa gembira.
Masa kecil yang selalu aku rindukan, begitu juga tempat itu. Tempat di mana aku dilahirkan dan dibesarkan. Tempat aku bermain bersama dengan kawan-kawan kecilku dulu. Aku merindukan masa-masa itu. I miss those days, and always. Banyak fantasi yang tinggal di otakku kala itu, tentang masa depan di rumah itu. Meski rumah yang peyot karena umur dia yang sudah tua, namun rumah itu tertinggal fantasi-fantasi dan cita-cita yang kelak ingin aku wujudkan, namun semua sia-sia.
Mewujudkan fantasi-fantasi seperti dulu dilingkungan sekitarku sekarang ini tidak mudah. Aku memang orang yang sangat sulit beradaptasi dengan lingkungan baru, dengan orang-orang baru. Rasa tak nyaman pernah mampir dalam hati. Teman berbagipun aku tak punya, jauh. Bumiku seperti bukan bumiku yang dulu. I feel like a stranger in this planet..

